Persiapkan Diri untuk Wawancara dengan Chatbot yang Tiba Tak Lama Lagi

wawancara dengan chatbot
Sumber: chatbotsmagazine

Zaman chatbot sudah mulai tiba. Dan Anda mungkin perlu membuat mereka terkesan untuk bisa mendapatkan pekerjaan di masa depan. Automasi sudah mulai memasuki proses rekrutmen sejak lama dan kini akan mulai mengglobal. Bahkan, 40 % HR menduga bahwa kecerdasan buatan dan automasi akan mempengaruhi rencana rekrutmen mereka lima tahun ke depan. Salah satu yang berpengaruh besar di ruang rekrutmen hari ini adalah chatbot. Di masa depan, kemungkinan Anda akan menghadapi wawancara dengan chatbot untuk bisa lolos dalam tahapan penyaringan seleksi pegawai baru.

Hari ini, chatbot sudah mulai digunakan untuk mengautomasi jadwal wawancara, menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar mengenai pekerjaan yang diiklankan dan bahkan mengarahkan para kandidat ke pekerjaan lain dalam perusahaan yang sama yang dirasa lebih cocok. Di beberapa perusahaan, seperti Alorica yang memiliki operasi di Filipina, wawancara dengan chatbot sudah mulai diterapkan dalam penyaringan awal. Chatbot ini biasanya menanyai kandidat hal-hal dasar seperti keahlian dasar dan pengalaman yang dibutuhkan untuk menjalani pekerjaan tersebut. Chatbot juga menjawab pertanyaan mengenai gaji, deskripsi kerja, dan mengeliminasi kandidat yang jelas-jelas tidak berkualifikasi. Secara total, sudah 100.000 kandidat di Asia yang menjalani wawancara dengan chatbot pada perusahaan ini sebelum ditangani oleh perekrut.

Baca Juga: 4 Pertanyaan Wawancara Tersulit yang akan Anda Jumpai dan Cara Menjawabnya dengan Sukses

Seiring dengan semakin pentingnya peran chatbot dalam industri HR, bagaimana caranya mempersiapkan diri sebagai seorang kandidat?

Lakukan Ini saat Wawancara dengan Chatbot

Tetap Profesional

Ketika kandidat tahu bahwa ia sedang menjalani wawancara dengan chatbot, ia mungkin akan tergoda untuk tidak lagi bersikap formal seperti ketika berinteraksi dengan seorang perekrut. Bahkan, bisa jadi jawabannya hanya sekedar singkat-singkat dan seperlunya saja. Bayangkan bagaimana kita biasa berinteraksi dengan sistem automasi telepon. Apakah Anda akan sesopan dan sehati-hati seperti ketika bicara dengan manusia?

Para pencari kerja perlu menyadari bahwa meskipun mereka menjalani wawancara dengan chatbot, tetapi transkrip atau rekaman tertulisnya akan disimpan dalam berkas kandidat. Nantinya, pihak HR perusahaan akan bisa melihat bagaimana sang kandidat bertingkah, sehingga bersikap profesional adalah hal yang sangat penting.

Anggap sebagai Teman, Bukan Musuh

hp lemot
Sumber: Genmuda

Mayoritas kandidat kerja tidak pernah mendapatkan respon. Dengan adanya chatbot, Anda lebih berkesempatan untuk mendapatkan kesempatan penyaringan yang lebih adil. Perlakukan mesin perekrut ini seperti seorang teman, bukannya musuh Anda. Sebagai kandidat, Anda harus mengajukan pertanyaan di depan secara terang-terangan dan memastikan bahwa chatbot tesebut mengerti apakah pekerjaan tersebut cocok bagi Anda atau menemukan ada pekerjaan lain di perusahaan tersebut yang bisa jadi opsi lebih baik.

Sederhana danTo the Point

ponsel aktif

Di era ini, teknologi chatbot masih belum sempurna. Karena itu, saat menjalani wawancara dengan chatbot, Anda harus ingat bahwa teknologinya mungkin masih terbatas pada  kemampuan mereka uuntuk memproses jawaban-jawaban yang sederhana. Jagalah agar respon Anda jelas dan singkat. Pastikan Anda menyebutkan keahlian yang relevan yang tertulis di iklan lowongan tersebut.

Jangan berharap Anda menjalani pengalaman yang sama dengan HRD manusia. Sebelumnya, meriset kata kunci dan menggunakan intel apa pun yang bisa Anda akses mengenai bagaimana perusahaan tersebut berbicara secara internal bisa jadi hal yang sangat membantu. Selalu pilihlah penggunaan kata-kata yang awam dan terminologi yang spesifik dengan industri tersebut. Gunakan semua kata kunci yang Anda tahu.

Cek Ulang Jawaban Anda

cara menulis email
sumber: thepennyhoarder

Salah ketik, respon yang tidak sesuai topik, atau keahlian yang tidak pas bisa mengeliminasi resume Anda pada proses wawancara dengan chatbot tersebut. Karena itu, saat menulis jawaban pertanyaan-pertanyaan mesin itu, perhatikan ejaan dan pastikan respon Anda sesuai dengan resume sekaligus persyaratan yang disebutkan di deskripsi kerja. Pada respon video atau audio, bersikaplah se-profesional mungkin seperti ketika Anda menjalani wawancara dengan manusia.

Semoga sukses!

Beri komentar Anda tentang artikel ini