Jangan Panik Menghadapi Exit Interview, Ini Bocoran 6 Pertanyaannya

Bersiaplah menghadapi exit interview setelah Anda mengajukan surat pengunduran diri. Exit interview menjadi proses normal bagi beberapa perusahaan yang akan kehilangan karyawannya. Tujuannya untuk evaluasi pekerjaan yang Anda tinggalkan, kualifikasi yang harus dimiliki kandidat berikutnya, hingga kinerja manajer dan kerja tim di dalamnya.

Anda tidak perlu membebani pikiran dengan khawatir akan pertanyaan yang mungkin harus Anda jawab. Justru, ini kesempatan terakhir Anda untuk mengeluarkan semua keluh kesah mengganjal dan bahan improvisasi tentang pekerjaan tersebut.

Jadi, seperti apa sih pertanyaan exit interview?

Exit interview, Inilah Pertanyaan Yang Perlu Anda Jawab!

Mengapa Anda Meninggalkan Pekerjaan Ini?

Pertanyaan ini bisa dipastikan akan muncul saat exit interview dan harus Anda jawab. Ini pertanyaan kunci yang jawabannya dibutuhkan oleh tim SDM. Tujuannya untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya peristiwa yang memicu kepergian Anda bukan karena kesalahan dari pekerjaan tersebut.

Alasan kedua pertanyaan ini adalah untuk menentukan apakah ada kekurangan yang harus diperbaiki sebelum perusahaan menentukan pengganti Anda.

Apakah Fasilitas Pendukung Sudah Cukup Baik?

Bagi perusahaan, memahami wawasan seseorang yang pernah menduduki suatu posisi merupakan hal yang sangat penting. Perusahaan akan memberikan pertanyaan lanjutan saat exit interview mengenai fasilitas pendukung seperti seminar atau pelatihan, teknologi yang digunakan, sistem, dan fasilitas pendukung lainnya.

Pertanyaan ini akan menjadi bahan evaluasi perusahaan untuk melakukan perbaikan yang bersifat jangka panjang.

Bagaimana Hubungan Anda dengan Manajer dan Tim?

Hubungan kerja Anda dengan atasan mungkin yang paling berpengaruh dalam kehidupan kerja harian Anda. Sehingga perusahaan ingin mengetahui opini Anda tentang atasan Anda. Bagaimana perasaan Anda perihal gaya manajemennya secara keseluruhan?

Anda tidak perlu merasa tak enak untuk memberikan kritik kepada mantan manajer Anda. Karena perusahaan berharap penjelasan Anda bisa memperbaiki kekurangan manajer dan tim kerja Anda bersama pengganti Anda.

Namun, poin yang perlu dipahami, Anda sebaiknya memberikan feedback yang konstruktif bukan semacam penjelasan yang menyudutkan atasan atau rekan kerja.

Baca Juga: Bagaimana Jadinya Jika Baru Mulai Kerja Tetapi Ingin Resign?

Apa Alasan Anda Menerima Pekerjaan Baru?

Perusahaan paham keputusan Anda mengundurkan diri karena berbagai alasan, namun salah satu yang paling mungkin adalah karena tawaran pekerjaan baru. Faktor kemungkinan ini bisa memicu rasa penasaran perusahaan ketika melakukan exit interview.

Untuk menjawab pertanyaan exit interview ini, jelaskan saja mengapa Anda menilai pekerjaan baru lebih baik dari pekerjaan lama Anda. Misalnya, benefit yang ditawarkan perusahaan baru lebih menjanjikan, jenjang karier yang jelas, jabatan yang lebih tinggi, atau hal semacamnya.

Apa yang Anda Sukai dan Tidak Sukai dari Pekerjaan yang Anda Tinggalkan?

Pertanyaan ini juga dipastikan akan muncul saat exit interview, karena berkaitan dengan kekuatan dan kelemahan pekerjaan tersebut. Anda tidak perlu merasa tertekan untuk menjawab pertanyaannya, berikan jawaban jujur Anda tentang hal-hal yang Anda sukai dan tak disukai dari pekerjaan tersebut. Jawaban Anda juga akan dipertimbangkan sebagai alasan perbaikan dari pekerjaan tersebut.

Keahlian dan Kualifikasi Apa yang Dibutuhkan Pekerjaan Anda?

Karena Anda sudah menjalani pekerjaan ini, maka perusahaan berasumsi Anda mengetahui dengan jelas perihal keahlian dan kualifikasi yang harus dimiliki agar pekerjaan tersebut dijalankan lebih baik. Pada exit interview, perusahaan akan mengorek pandangan Anda yang kemudian digunakan untuk mencari pengganti Anda.

Beri komentar Anda tentang artikel ini