Keuangan Keluarga Muda: 5 Pertanyaan Sebelum Kamu Menikah

Mengelola keuangan bagi keluarga muda bukan perkara yang mudah. Apalagi jika waktu dan penghasilan yang ada terbatas. Di sisi lain, kamu dan pasangan punya watak dan kepribadian yang berbeda. Hal ini juga membuat mengelola keuangan jadi urusan yang gampang-gampang susah.

Untuk itu, bagi yang punya rencana menikah, kamu harus mengenal watak dan kepribadian pasanganmu. Sehingga kamu bisa menjalani kehidupan rumah tangga dengan baik dan bahagia. Tidak terkecuali soal keuangan, kamu dan pasangan juga harus saling mengenal pandangan masing-masing terkait hal ini.

Khusus soal keuangan, ada beberapa pertanyaan yang bisa kamu tanyakan pada diri sendiri dan pasanganmu sebelum kalian berdua menikah.

Uang Bikin Happy atau Bikin Stres?

Kalau uang membuatmu bahagia, kamu bisa melanjutkan rencana pernikahanmu. Tapi, jangan salah ya, yang dimaksud dengan uang membuat bahagia disini adalah kamu selalu ingin mendapatkan uang agar bisa menjamin kehidupanmu kelak. Bukan itu saja, kamu juga selalu ingin bisa mengelola keuangan dengan baik.

Perjuanganmu untuk menikah juga bisa diukur dari bagaimana cara kamu mendapatkan uang dan merencanakan keuangan lho.

Sebaliknya, kalau kamu selalu stres karena uang, bisa jadi kamu harus menunda rencana pernikahanmu. Dalam hal ini, kamu stres bukan hanya karena tidak memiliki uang, tapi kamu juga sering merasa stres pada saat memilikinya.

Siapa yang Mencari Penghasilan untuk Keluarga?

Di jaman modern ini, semakin banyak pria yang beranggapan penghasilan keluarga adalah tanggung jawab suami dan istri. Meski demikian, masih ada pria yang beranggapan penghasilan keluarga adalah tanggung jawabnya seorang. Kalau sudah begini, maka istri harus siap jika diminta suami untuk berhenti bekerja.

Untuk itu, ada baiknya kamu dan pasangan mendiskusikan soal ini sebelum menikah. Karena, tidak semua calon istri bersedia berhenti bekerja jika diminta. Alasannya, selain karena uang, hal ini menyangkut karir dan kepuasan pribadi.

Baca Juga: Tips Sukses Jadi Breadwinner, Biar Nggak Tekor di Akhir Bulan

Siapa yang Mengelola Keuangan?

Pertanyaan ini mudah untuk dijawab. Karena pada umumnya istri lah yang mengelola keuangan. Apalagi jika kebetulan sang istri punya lebih banyak waktu karena tidak bekerja. Tapi, bukan tidak mungkin sang suami yang mengelolanya. Nah, sebelum menikah pastikan siapa nantinya yang akan mengelola keuangan keluarga, baik saat keluarga masih berusia muda, hingga nanti jika sudah memiliki anak.

Siapapun yang mengelola keuangan, bukan berarti kamu tidak wajib melaporkannya pada pasanganmu lho. Kamu tetap harus terbuka soal keuangan rumah tangga. Untuk itu, kamu bisa membuat laporan pertanggung jawaban setiap akhir/awal bulan. Semisal dengan membuat cash flow statement.

Apakah Kamu Membantu Keluarga Besar?

Kamu dan pasanganmu tentu merupakan bagian dari sebuah keluarga besar. Di Indonesia, sangat wajar jika sang anak turut membantu keuangan orang tua atau keluarga besarnya. Baik untuk kebutuhan bulanan, pembelian barang, pelunasan utang, ataupun biaya-biaya lainnya.

Sebelum menikah ada baiknya kamu mengetahui konsep pembagian penghasilan untuk alokasi keluarga besar.

Apakah Pasanganmu Punya Utang?

Berutang bukanlah hal yang salah untuk dilakukan. Tapi, pertanyaan di atas ada baiknya kamu tanyakan pada pasangan sebelum menikah. Karena mungkin saja pasanganmu memiliki utang sebelum menikah. Semisal, cicilan KPR, cicilan mobil, cicilan kartu kredit, dan lain-lain. Keberadaan utang tentu ikut memengaruhi pengelolaan keuanganmu nanti.

Yang terpenting, adalah bagaimana komitmen kamu atau pasanganmu pada utang yang ada. Sejauh mana kamu atau pasanganmu mau melunasinya.

Kamu dan pasanganmu tentunya datang dari latar belakang yang berbeda. Karenanya, kamu dan pasanganmu harus pandai-pandai berkompromi. Untuk itu, kamu dan pasangan harus bisa saling mengerti dan memahami. Termasuk dalam urusan keuangan keluarga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here