Pertanyaan Wawancara untuk Posisi Manajer yang Sering Muncul

Pertanyaan wawancara bagi kandidat manajer tentu cukup berbeda dengan wawancara kebanyakan. Biasanya pertanyaan yang diajukan jauh lebih menjebak sekaligus rinci. Maklum saja, posisi manajer butuh banyak kecakapan dari seseorang, baik soft skill maupun hard skill.

Berikut pertanyaan wawancara untuk manajer yang sering muncul saat proses rekrutmen. Pelamar kerja sebaiknya mempelajari hal berikut ini sebagai persiapan dalam menghadapi wawancara.

Seperti Apa Gaya Kepemimpinan Anda di Kantor?

Bagi pelamar kerja yang sudah memiliki pengalaman kerja sebagai leader di kantor lama, jelas pertanyaan wawancara untuk manajer ini akan diajukan. Rekruter biasanya cukup penasaran dengan gaya kepemimpinan yang diterapkan selama memiliki bawahan.

Pengalaman sebagai leader dijadikan acuan bagi rekruter yang nantinya akan sangat memengaruhi keputusan diterima atau tidaknya. Setiap perusahaan pasti punya budaya kerja tersendiri. Itu sebabnya, rekruter butuh memahami dulu karakter pemimpin yang nantinya memimpin salah satu divisi.

Bagaimana Cara Anda Membangun Komunikasi dengan Bawahan?

Selain gaya kepemimpinan, rekruter juga memancing pertanyaan tentang komunikasi dengan anak buah. Pasalnya, cara berkomunikasi pemimpin juga menjadi indikator baik tidaknya orang tersebut dalam memimpin. Seseorang dengan soft skill komunikasi baik tentu tidak akan kesulitan dengan pertanyaan ini.

Namun, jangan ragu juga untuk menyampaikan kendala komunikasi yang pernah dihadapi. Jangan hanya memberikan gambaran yang baik saja, melainkan beri juga kondisi tidak ideal di kantor. Berikan solusi dari masalah komunikasi tersebut sehingga bisa menarik kesan bagus dari rekruter.

Baca Juga: Bagaimana Menjawab Pertanyaan Seputar Gaji Sekarang Saat Interview?

Apa yang Anda Lakukan pada Karyawan yang Kinerjanya Kurang?

Pertanyaan wawancara di posisi manajer selanjutnya lebih banyak mengarah ke kebijakan dalam menghadapi masalah karyawan. Sebagai manajer, seseorang dituntut memahami karakter serta kemampuan anak buah. Bawahan dengan kinerja kurang baik bisa jadi menjadi masalah bagi tim.

Lewat pertanyaan ini, rekruter ingin tahu sikap seorang pemimpin dalam membuat keputusan menghadapi karyawan tersebut. Hindari memberi jawaban yang terkesan menyalahkan si karyawan dengan kinerja jelek. Ini dapat memberikan citra buruk sebagai pemimpin yang suka lempar kesalahan.

Bagaimana Respon Bawahan terhadap Kepemimpinan Anda?

Dengan gaya kepemimpinan yang selama ini dipraktikkan, rekruter juga tergelitik ingin tahu respon anak buah selama ini. Tentu tidak semua bawahan menyukai cara atasan dalam memimpin. Itu sebabnya, pertanyaan wawancara untuk posisi manajer ini sering ditanyakan.

Berikan jawaban jujur untuk pertanyaan semacam ini. Bahkan, jika memang ada segelintir anak buah yang tidak suka, utarakanlah. Ceritakan cara untuk menyikapi respon anak buah tersebut agar rekruter bisa melihat respon pemimpin dalam menghadapi ketidakcocokan dengan bawahan.

Menurut Anda, Manajer yang Baik seperti Apa?

Pertanyaan terakhir ini biasanya memang sangat menjebak. Pelamar kerja akan diminta memberikan gambaran sosok manajer yang ideal. Di sisi lain, pelamar sendiri sudah pernah berada di posisi pemimpin di kantor sebelumnya.

Rekruter akan mencoba merefleksikan pertanyaan tersebut ke pelamar. Dia akan ditanya apakah selama ini sudah mampu menjadi pemimpin ideal atau belum. Benar-benar cukup menjebak bukan?

Semoga beberapa daftar pertanyaan wawancara untuk posisi manajer di atas dapat membantu persiapan kalian dalam proses rekrutmen. Tampilkan versi diri sebaik mungkin tanpa perlu melebih-lebihkan dalam menjawab ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here