Ragu Resign? Sebelum Buat Keputusan, Renungkan Dulu Hal-Hal Ini!

Ragu resign kerap dialami banyak karyawan yang mungkin sedang galau akan kariernya. Bosan dan jenuh pasti muncul saat seseorang sudah bertahun-tahun bekerja di tempat yang sama. Pertanyaannya, benarkah rasa bosan mengharuskan seseorang untuk resign?

Apakah kamu juga pernah mengalami hal yang serupa? Kalau iya, mungkin kamu butuh merenungkan hal-hal berikut ini saat mulai ragu resign atau tidak.

Ragu Resign Berawal dari Pemikiran Bosan Bekerja atau Ingin Mencari Hal Baru

Muncul keraguan dalam membuat keputusan biasanya muncul karena dua hal, entah sekadar bosan atau memang ingin tantangan baru. Tugas kamu adalah memberi pertanyaan pada dirimu sendiri: benarkah kamu benar-benar bosan atau sekadar terbawa perasaan akibat bosan?

Kebosanan pasti pernah dialami semua karyawan, tetapi tidak serta merta menjadi satu-satunya alasan untuk resign. Lain ceritanya jika kamu memang merasa sudah merasa layak untuk menerima tantangan baru di tempat lain yang lebih baik. Jadi, coba tanyakan sekali lagi pada dirimu sendiri: apa motivasimu ingin resign?

Bayangkan Posisimu Sepuluh Tahun ke Depan dengan Pekerjaan Sekarang

Agar tidak mengalami ragu resign, pastikan kembali hatimu bisa tenang atau tidak. Paling mudah, coba bayangkan kondisimu sepuluh tahun ke depan dengan pekerjaan sekarang. Apakah kamu benar-benar merasa bisa hidup bahagia dengan pekerjaan ini?

Cara ini membantumu untuk berpikir jauh ke depan sebelum terburu-buru membuat keputusan sesaat. Jika kamu memang tidak nyaman pada pekerjaan sekarang hingga memengaruhi kesehatan mentalmu, ada baiknya keputusan resign bisa jadi bahan pertimbangan. Cara kamu memandang masa depan penting untuk kamu membuat keputusan di masa sekarang.

Baca Juga: 7 Cara agar Orangtua Bisa Menerima Pilihan Kariermu

Tidak Mengenal Diri Sendiri Makin Membuatmu Ragu Resign

Namun, jangan sekali-sekali langsung membuat keputusan resign sebelum kamu benar-benar mengenal diri sendiri. Kenali pekerjaan apa yang tepat untukmu, lingkungan seperti apa yang masih bisa kamu toleransi, dan batas-batas lainnya. Dengan memahami batasmu, kamu pun lebih mudah membuat keputusan.

Boleh saja kamu resign tanpa pekerjaan atau rencana baru, asalkan kamu sudah benar-benar siap menghadapi risikonya. Tanpa mengenali diri sendiri dengan baik, bekerja di mana pun akan terasa sama. Kamu akan menemukan hal-hal yang sama dan harus kamu hadapi berulang-ulang.

Ingat, Masa Depan Bukan Sekadar tentang Apa yang Kamu Suka

Ragu resign sering dihubungkan dengan passion atau sesuatu yang disukai seseorang. Banyak yang berpikir kalau hidup dari sesuatu yang disukai terasa lebih mudah dan menyenangkan. Padahal, kenyataannya tentu tak semudah yang dibayangkan.

Ada hal yang jauh lebih penting daripada melakukan apa yang kamu suka, yaitu mengetahui tujuan atau panggilan hidupmu. Saat kamu paham tujuan hidupmu, kamu akan lebih mudah berkompromi pada beberapa peran yang bisa dijalankan. Lagipula, apakah kamu yakin kegemaranmu benar-benar mampu menghidupimu sampai tua kelak jika tidak memiliki rencana matang sebelumnya?

Saat ragu resign melanda, luangkan waktu sejenak untuk berbincang pada diri sendiri dulu. Tidak semua keputusan harus dibuat tergesa-gesa, apalagi hanya terbawa perasaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here