Pilih Krim Anti Penuaan Terbaik, Kenali Beda Retinol dan Retinoid

Memasuki usia 30 tahun, perawatan wajah harus lebih serius. Uang yang dikeluarkan pun lebih banyak demi mendapatkan produk perawatan terbaik untuk mengatasi tanda-tanda penuaan seperti munculnya garis-garis halus dan keriput. Krim anti penuaan menjadi salah satu senjata yang bisa diandalkan. Jadi, jangan sembarangan memilih krim anti penuaan ya!

Sebelum memilih produk perawatan, sebaiknya Anda memahami bahan-bahan dari produk tersebut, terutama terkait retinol dan retinoid. Kedengarannya dua hal ini sama saja, namun sebenarnya memiliki kekuatan melawan kerutan yang tidak persis sama.

Apa itu Retinoid?

Dokter kulit bersertifikat Edidiong Kaminska, MD, yang juga merupakan salah satu pendiri Kaminsky Medical and Surgical Consulting Incorporated, mengatakan bahwa retinoid adalah kelompok turunan vitamin A yang telah menjadi anak emas dalam perawatan kulit anti-penuaan.

Bahan kimia ini berfungsi meningkatkan pergantian sel sehingga akan membantu dalam menghaluskan garis-garis halus, meratakan warna kulit dan bintik-bintik penuaan, serta meningkatkan elastisitas kulit untuk kulit tampak lebih muda.

Baca Juga: Bukan Hanya Penuaan, Faktor Ini Juga Bisa Jadi Alasan Anda Punya Keriput di Dahi

Lalu, Apa Perbedaan Antara Retinol vs Retinoid?

Pada dasarnya, retinol hanyalah jenis retinoid tertentu. Produk over-the-counter (OTC) biasanya mengandung retinol yang merupakan bentuk yang lebih lemah. Sementara retinoid merujuk pada obat-obatan yang lebih kuat. Baik retinol maupun retinoid merupakan bagian dari 14 perawatan anti-penuaan yang sebenarnya digunakan oleh para ahli dermatologi.

Bayangkan retinol dan retinoid adalah produk yang dibuat di pabrik. Retinol adalah produk pertama yang diciptakan dan kemudian dikonversi menjadi retinoid. Produk akhir dari bahan kimia ini disebut asam retinoat, yang kemudian mampu memperbaiki kulit dari tanda penuaan.

Retinol harus melalui beberapa konversi sebelum diubah menjadi asam retinoat, sementara retinoid tidak membutuhkan banyak waktu untuk mencapai produk akhir itu, jadi retinoid diyakini lebih kuat daripada retinol.

Karena retinol tidak terlalu kuat, maka saat Anda menggunakan krim anti penuaan dengan bahan tersebut dibutuhkan waktu lama untuk melihat hasilnya. Namun, bukan berarti krim anti penuaan dengan retinoid terbukti lebih baik. Ada efek samping yang dihasilkan seperti kulit kemerahan dan kulit yang mengelupas. Semakin kuat produknya, maka semakin besar kemungkinan Anda melihat efek tersebut.

Agar lebih aman, Anda wajib mengikuti instruksi dokter kulit tentang cara dan dosis penggunaannya. 

Nah, jika Anda melihat ada iritasi, turunkan dosis menjadi seminggu sekali atau encerkan krim anti-penuaan ini menggunakan bahan pelembab lembut bebas minyak.

Baca Juga: 4 Minyak Alami yang akan Bantu Atasi Tanda Penuaan

Selain itu, retinoid yang beredar harus disetujui oleh badan pengawas obat setempat. Sebagian besar produk resep telah melalui proses sehingga sangat mungkin keampuhannya berkurang. Namun, beberapa produk yang dijual di pasaran memiliki retinoid yang terbukti mampu mencegah Anda dari tanda-tanda penuaan.

Beri komentar Anda tentang artikel ini