Tips dan Trik Menggunakan Pinjaman Modal untuk Perkembangan Bisnis Startup

perkembangan bisnis startup
Sumber: businessnewsdaily

Kita semua rasanya setuju bahwa salah satu faktor penentu dari perkembangan bisnis startup adalah modal. Tak salah pula bila akhirnya banyak pelaku bisnis di berbagai bidang yang berusaha mendapatkan pinjaman modal. Lalu, bagaimana untuk mengatur pinjaman modal tersebut agar membantu pengembangan bisnis yang Anda lakukan?

Untuk para pelaku bisnis, mendapatkan pinjaman modal sama sulitnya dengan pemanfaatan loan tersebut. Tak hanya karena tanggung jawab besar yang harus ditanggung, namun juga bagaimana pinjaman yang didapatkan bisa membantu perkembangan bisnis startup itu sendiri. Untuk itu, berikut adalah beberapa tips berguna yang bisa Anda ikuti.

4 Tips dan Trik Mengatur Pinjaman Modal untuk Perkembangan Bisnis Startup

Manajemen keuangan
Sumber: Coolbusinessideas

1. Biaya Operasional

Jay DesMarteau, kepala segmen khusus bank komersial di TD Bank, mengatakan bahwa pada bisnis tahap awal akan sering menggunakan dana mereka untuk kebutuhan operasional seperti membeli persediaan dan membangun produk.

“Kami juga melihat permintaan yang lebih tinggi untuk jalur kredit, yang biasanya digunakan untuk membiayai kebutuhan jangka pendek, seperti membeli atau menyewakan peralatan, membeli kendaraan perusahaan atau menyuntikkan uang ke bisnis selama periode kurus, terutama bisnis musiman,” ujar DesMarteau.

Baca Juga: 4 Tips dan Trik Sukses Merekrut Tim Terbaik untuk Perusahaan Startup

2. Gaji Karyawan

Selain untuk biaya operasional, tips lain dalam menggunakan pinjaman juga bisa untuk pembayaran gaji karyawan. Hal ini juga disebutkan oleh DesMarteau sebagai salah satu alasan pinjaman dari para pelaku bisnis startup.

“Pertumbuhan yang benar berarti menghabiskan dana untuk menambahkan karyawan yang dapat mengambil alih beberapa tugas seperti pembukuan atau pemesanan persediaan dan membantu mendukung fungsi sehari-hari. Ini akan memungkinkan pemilik bisnis untuk lebih fokus pada strategi jangka panjang dan mendorong pertumbuhan pendapatan yang menguntungkan,” tambah DesMarteau.

3. Soft Sost

Apa itu soft cost? Seperti namanya, soft cost ini merupakan segala pengeluaran yang dikeluarkan bukan untuk kebutuhan alat berat. Kerap kali untuk sebuah pengeluaran seperti bahan baku, hingga modal untuk mendapatkan perlengkapan jualan. Selain itu, soft cost juga berarti pengeluaran untuk marketing, membayar lisensi, hingga biaya yang berhubungan dengan perijinan.

Semua biaya yang nampaknya tak ada benda “nyata” tersebut memegang peranan yang sama besar pada perkembangan bisnis kedepannya pula.

4. Teknologi

David Reiling, CEO Sunrise Banks yang berbasis di Minnesota, mengkonfirmasi tren ini dan mencatat bahwa banyak nasabah bisnis kecil bank tersebut sekarang menggunakan modal pinjaman mereka untuk pembelian teknologi.

“Secara tradisional, bisnis datang kepada kita saat mereka perlu memperluas, apakah mereka telah melampaui ruang mereka, meningkatkan kemampuan produksi mereka, atau menambahkan staf, ucap Reiling.

“Baru-baru ini, telah terjadi perubahan, dengan sejumlah besar bisnis berinvestasi di infrastruktur teknologi mereka untuk mengimbangi pertumbuhan digitalisasi,” tambah Reiling.