Plus Minus Fenomena Generasi Cashless yang Kini Makin Marak

Kalau dulu bertransaksi keuangan identik dengan menggunakan uang berbentuk fisik, maka kemajuan zaman telah mengubah hal tersebut pelan-pelan. Generasi cashless kini mulai bermunculan karena lebih suka memanfaatkan transaksi tanpa uang berbentuk fisik. Lalu, apa saja sih plus minus dari kemunculan para generasi cashless ini?

Generasi Cashless Cenderung Suka Hal-Hal Praktis dan Mudah

Seiring perkembangan zaman, kita tidak bisa tutup mata bahwa pergerakan apa pun dipermudah dengan teknologi. Begitu pula dengan urusan keuangan. Para generasi milenial dan generasi Z cenderung lebih suka hal-hal praktis dan mudah, terutama dalam hal bertransaksi.

Daripada harus repot membawa uang cukup banyak saat bepergian, akan lebih mudah dan praktis kalau menggunakan kartu atau aplikasi pembayaran lain. Segala bentuk pengeluaran pun dapat dengan cepat diakses hanya lewat internet. Cashless memudahkan orang untuk bertransaksi kapan pun dan di mana pun.

Banyaknya Promo E-Commerce Membuat Generasi Cashless Mudah Tergiur

Selain menawarkan berbagai kemudahan, cashless juga sering menarik perhatian para generasi milenial dan generasi Z lewat promo menarik. Ada saja promo yang diberikan jika memanfaatkan pembayaran via aplikasi, mulai dari diskon hingga cash back. Kalau begini, siapa coba yang tidak mudah tergiur?

Inilah yang menyebabkan semakin menjamurnya pengguna cashless di mana-mana. Hanya saja, keuntungan ini juga patut diwaspadai. Terlalu sering memanfaatkan promo juga berpotensi menghabiskan uang tanpa disadari.

Baca Juga: Benarkah Milenial Suka Resign? Tenang Dulu, Begini Penjelasannya!

Secara Psikologis, Sistem Cashless Ternyata Kurang Baik

Meski praktis dan mudah, ternyata genarasi cashless patut mewaspadai bahaya fenomena uang non fisik ini. Kemudahan bertransaksi ini cenderung membuat orang-orang lebih mudah menggunakan uang tanpa rasa berat hati. Bagi yang tak pandai mengelola keuangan, hal ini bisa bahaya kalau keblabasan belanja.

Konon, melakukan pembayaran dengan uang berbentuk fisik dapat menimbulkan efek berat hati pada penggunanya. Efeknya, dia akan berpikir ulang ketika akan membelanjakan uang untuk hal-hal yang lebih mahal. Generasi cashless cenderung lebih mudah konsumtif karena berpikir masih punya uang banyak.

Generasi Cashless Harus Bersiap dengan Cyber Crime

Penggunaan uang dengan sistem digital pastinya rentan bahaya cyber crime. Bahkan, cyber crime ini bukan hanya berisiko kehilangan uang, tetapi juga data-data pribadi para penggunanya. Oleh sebab itu, penting sekali untuk memahami platform cashless yang digunakan benar-benar aman.

Jadi, ada baiknya para pengguna cashless juga bijak dalam memikirkan keamanan akunnya. Misalnya, mengganti password secara berkala. Ternyata hal praktis pun juga tetap punya risiko cukup tinggi ya.

Apakah kamu termasuk generasi cashless? Semoga kamu bisa memanfaatkan kemudahan bertransaksi di zaman sekarang dengan lebih bijak ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here