Startup di Indonesia Menjamur, Indonesia Duduk di Ranking 5 Besar Dunia

Indonesia menempati posisi lima besar dunia dengan jumlah startup sebanyak 2.236 menurut data StartupRanking.com. Angka ini terbilang fantastis meski gelombang pandemi COVID-19 turut mengguncang kelangsungan bisnis startup di Indonesia.

Menurut Direktur Pemberdayaan Informatika Kemkominfo Dr. Ir. Banufasius Wahyu Pudjianti, M.Eng, dalam sebuah webinar, sempat terjadi penurunan angka startup di Indonesia akibat pandemi. Karenanya, pemerintah berusaha memberikan ekosistem yang lebih baik bagi masa depan bisnis startup.

“Ini fenomena yang luar biasa. Bahkan dalam riset jurnal, ada yang mengatakan negara (dikatakan) maju kalau jumlah entrepreneur tinggi, yaitu sekitar lima atau enam persen. Kalau kita lihat dari data tahun 2019, angka startup di Indonesia pernah mengalami penurunan,” ujarnya.

“Karena ada yang survive dan ada yang tidak. Ini yang perlu kita perhatikan. Situasi 2020, kita berupaya untuk survive. Dan yang perlu diperhatikan sekarang adalah bagaimana caranya kita bertahan di masa pandemi dan intensitas marketnya. Ini yang perlu diperhatikan,” tuturnya. 

Menariknya, penggiat startup di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini didominasi oleh anak muda. Menurut data Mapping and Database Startup Indonesia tahun 2018, tercatat 70 persen penggiat startup merupakan Generasi Y (milenial). 

Baca Juga: Ingin Membangun Startup Saat Pandemi, Bisa Nggak Ya?

Sebenarnya Apa Itu Startup?

Startup merupakan kata serapan dari Bahasa Inggris yang berarti bisnis rintisan. Perusahaan rintisan ini masih berada di fase pengembangan produk dan menemukan pasarnya. Perusahaan rintisan identik dengan perusahaan yang menawarkan layanan atau produk berbasis teknologi. 

Untuk memulai bisnis startup, setidaknya dibutuhkan tiga peran penting. Pertama adalah hustler sebagai sosok yang memiliki ide bisnis. Sosok hustler biasanya akan menjabat posisi founder startup.

Kedua, hipster sebagai sosok yang ahli dalam merancang desain tampilan yang menarik, customer service support, dan customer experience. Peran ketiga adalah hacker, yaitu developer yang memiliki kemampuan dasar dalam pemrograman untuk membangun website atau aplikasi.

Sementara itu, pendanaan startup bisa melalui bootstrap dan raise funding. Bootstrap adalah pendanaan menggunakan dana pribadi. Sementara raise funding merupakan strategi untuk mencari dana dari angel investor atau venture capital melalui presentasi bisnis dan pitching

Angel investor biasanya pihak yang menyuntikkan dana sejak di fase awal berdirinya startup. Angel investor berani mengambil risiko sebagai penyandang dana meski produk atau layanan yang ditawarkan belum menghasilkan. Apabila startup yang didanai sukses maka angel investor akan menjadi pemegang saham terbesar. Sebaliknya, dana yang disuntikkan akan menghilang bila startup mengalami kegagalan.    

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here