Sri Mulyani Prediksi Ini 8 Industri Potensial Winners dari Pandemi Covid-19

Ilustrasi dampak wabah Covid-19 terhadap sektor industri di Indonesia.

Setidaknya ada delapan usaha yang dikategorikan sebagai industri potensial winners dari pandemi Covid-19 menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Pandemi Covid-19 yang terus bergulir di tanah air dan dunia memang mengguncang perekonomian dan bisnis. Kekhawatiran terjadi resesi global ikut bergulir. 

Namun, Sri menjelaskan kepada media melalui konferensi pers virtual beberapa waktu lalu bahwa ada beberapa sektor usaha atau industri yang justru mendapatkan keuntungan akibat pandemi Covid-19. Meskipun tak dipungkiri ada juga sektor industri yang terpaksa gulung tikar.

Menurut Sri, industri potensial winners akibat pandemi Covid-19 adalah industri Tekstil dan Produk dari Tekstil; Kimia, Farmasi dan Alat Kesehatan; Makanan dan Minuman; Elektronik; Jasa Komunikasi; serta Jasa Logistik.

Keuntungan yang diperoleh sederet industri potensial winners akibat pandemi Covid-19 ini tak terlepas karena tuntutan kebutuhan pasar terkait wabah. Misalnya, adanya lonjakan kebutuhan produk kesehatan dalam penangangan virus Covid-19. Pun demikian dengan sektor makanan dan minuman yang tak berhenti diproduksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Baca Juga: Seberapa Penting Penyemprotan Desinfektan untuk Membunuh Virus?

Ini pun terkait dengan peningkatan kebutuhan akan jasa logistik mengingat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pemerintah provinsi DKI Jakarta sendiri telah memutuskan untuk memperpanjang masa PSBB hingga 22 Mei. Artinya, masyarakat semakin membutuhkan jasa logistik untuk menyuplai kebutuhan sehari-hari.

Sama halnya dengan pertumbuhan e-commerce selama penerapan PSBB karena wabah corona. Kebijakan PSBB dan work from home (WFH) mendorong masyarakat untuk lebih aktif melakukan transaksi secara online untuk memenuhi kebutuhannya.

Peningkatan transaksi pada e-commerce jelas meningkatkan kebutuhan jasa logistik. Sejumlah perusahaan jasa pengiriman barang diketahui mengalami kenaikan 80 persen, dan sekitar 60-70 persen pengiriman barang berasal dari transaksi e-commerce

Pendapatan Industri Otomotif Menurun Drastis Akibat Wabah Covid-19

Kontras dengan kedelapan sektor industri di atas, Sri juga memaparkan industri potensial losers akibat pandemi Covid-19. Yaitu, industri Pariwisata; Konstruksi; Transportasi Darat, Laut dan Udara; Pertambangan; Keuangan; serta Otomotif. 

Dampak negatif yang dialami industri otomotif diamini Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Target penjualan di tahun 2020 diprediksi akan mengalami penurunan 50 persen akibatnya minimnya permintaan dari dalam dan luar negeri. Selain itu, industri otomotif tanah air juga kesulitan dalam mendapatkan bahan baku dan komponen dari negara-negara pemasoknya yang tengah lockdown.

Imbasnya, perekonomian tanah air ikut terganggu karena industri otomotif memiliki kontribusi besar terhadap pendapatan produk domestik bruto (PDB) nasional nonmigas pada tahun 2019, yaitu 3,98 persen.

Menurut Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Putu Juli Ardika, penjualan kendaraan roda empat atau lebih pada bulan Januari 2020 telah mengalami penurunan 1,1 persen dari periode sebelumnya. Penurunan lebih drastis terjadi pada Februari 2020, yaitu 3,1 persen.

Sementara itu, Sri memprediksi sektor Pertanian dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah berada di posisi antara winners dan losers

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here