Produk AI Semakin Banyak, Kecerdasan Manusia Apa Saja yang Ditiru?

Ke depannya proses kerja di bidang apapun akan dipermudah melalui teknologi Artificial Intelligence (AI). Mulai dari pekerjaan yang mengutamakan kekuatan fisik hingga kecerdasan otak. Semisalnya, proses penyelidikan pihak kepolisian atas tindak kejahatan yang bisa dipermudah melalui kecerdasan produk AI, salah satunya face recognition.

Lalu, haruskah manusia khawatir lahan pekerjaannya tergerus oleh AI? Jawabannya, tidak. Pasalnya, secerdas apapun produk AI yang tercipta, tetap membutuhkan kecerdasan manusia dalam proses pembentukannya.

Ya, campur tangan manusia penting dalam menyempurnakan produk AI. Richard Dharmadi, Product Manager Nodeflux, sebuah perusahaan AI pertama dan terbesar di Indonesia, mengatakan setidaknya dibutuhkan waktu tiga bulan untuk mendapatkan akurasi 94 persen pada produk AI berupa planogram analysis.

Planogram analysis adalah kecerdasan buatan yang mampu mendeteksi ketepatan posisi sebuah barang atau produk sesuai dengan template yang telah ditentukan. Sejauh ini, planogram analysis milik Nodeflux diterapkan untuk mengecek posisi produk rokok di booth yang tersebar di ruang publik.

Melalui planogram analysis, produsen rokok bisa mengontrol produk mereka di pasaran, sekaligus menjadi ukuran analisis kompetitor yang penting untuk strategi bisnisnya. Berfungsi memastikan ketepatan lokasi, planogram analysis merupakan produk AI yang menggunakan kecerdasan teknologi deep learning.

“Bidang AI yang diterapkan untuk planogram analysis adalah computer vision, sementara teknologinya menggunakan deep learning. AI sangat luas cakupannya karena tipikal kecerdasan manusia juga banyak. Seperti ada yang mengambil kesimpulan, melihat dari indera mata, motorik, berbicara. Itu masing-masing ada tipikal AI-nya,” jelas Richard kepada Job-Like Magazine.

“Nah, untuk melihat benda ini benar atau tidak, atau posisinya benar atau tidak, kan manusia menggunakan indera mata, maka kecerdasan yang ditiru adalah mata. Berbeda dengan robotik yang meniru kecerdasan manusia dalam hal motorik.”

Baca Juga: Apa Sih Data Analytics, Profesi Kerja yang Semakin Dicari Startup

Kecerdasan Manusia Lain yang Ditiru AI

Selain meniru kecerdasan mata manusia untuk produk planogram analysis, AI memanfaatkan kecerdasan manusia lainnya untuk melahirkan solusi di pelbagai aspek kehidupan. Nah, produk AI apa saja yang telah meniru kecerdasan manusia?

Face Recognition

Algoritma deep learning digunakan untuk melahirkan produk face recognition. Face recognition mampu mendeteksi wajah seseorang dengan tingkat akurasi yang tinggi. Analitik face recognition secara otomatis akan menyesuaikan wajah seseorang dengan database yang telah terekam. Artinya, face recognition pun bisa mendeteksi seseorang yang masuk daftar hitam.

Face Emotion

Kecerdasan AI ini bisa memprediksi ekspresi seseorang dengan mengambil pola dari pergerakan wajah. Produk yang menggunakan teknologi face emotion bisa diterapkan untuk market research atau suasana hati karyawan.

Object Detection

Melalui produk AI ini, mesin bisa menafsirkan barang atau video yang ada di sekitar seperti cara kerja otak manusia. Object detection mendeteksi dan mengenali barang sesuai dengan nama yang telah terekam dalam database.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here