Meski Gaji Tinggi, 4 Profesi Ini Memiliki Tingkat Perceraian Paling Tinggi

8
tingkat perceraian

Hubungan rumah tangga yang hancur biasanya disebabkan oleh beberapa hal, bisa karena kurangnya komunikasi, tidak setia, ekonomi, atau bahkan selingkuh. Namun, faktor pekerjaan nampaknya sangat jarang dikategorikan sebagai penyebab perceraian. Di Amerika Serikat sendiri melalui U.S. Census Bureau’s Five-Year American Community, menurut hasil survei terbukti profesi seseorang nyatanya dapat memicu tingkat perceraian. Penasaran apa sajakah itu? Berikut daftar beserta sudut pandang seorang pakar seperti yang dikutip dari Prevention.

4 Profesi dengan Tingkat Perceraian Paling Tinggi

1. Manajer Game

Sumber: dharamraz

Seseorang yang bekerja di kasino atau tempat perjudian, biasanya bertugas untuk selalu memastikan para pelanggan senang dan mengalami momen yang tak terlupakan ketika bermain. Di Amerika Serikat, pekerjaan seperti ini ternyata memiliki tingkat perceraian yang sangat tinggi yakni sekitar 52,9 persen. Menurut seorang pekerja di firma hukum Einhorn Harris New Jersey, Patricia M. Barbarito, bekerja di tempat seperti ini bisa menyebabkan seseorang tersesat dengan segala sesuatu yang ditemui sehari-harinya.

“Mereka bekerja dengan konsumsi alkohol tinggi, serta berinteraksi dengan banyak orang di lingkungan yang serba ‘perayaan’ sehingga bisa menyebabkan seseorang tersesat,” ujar Barbarito.

Baca Juga: Inilah Rahasia Pernikahan yang Sukses Menurut Orang Sudah Bercerai

2. Bartender

Sumber : Obsev

Bekerja di malam hari hingga subuh, terpapar alkohol, dan berinteraksi dengan banyak orang setiap harinya membuat pekerjaan sebagai bartender rentan dengan masalah perceraian. Selain itu, menurut seorang pengacara perceraian asal Boston, Amerika Serikat, Amy Saunders, menjadi seorang bartender kerap dianggap sebagai salah satu celah perselingkuhan.

“Ketika seseorang mengeluh tentang pasangan, ini semacam kode atau isyarat kepada siapa pun yang mendengarnya, dalam hal ini bartender,” kata Saunders.

Sisi lainnya, pekerjaan ini membuat banyak pasangan tidak memiliki waktu banyak untuk berdua. Dan hal inilah yang dapat membuat hubungan menjadi rentan. Manurut seorang pengacara perceraian, Allison Maxim, jadwal kerja yang tidak bisa terkontrol dari menjadi seorang bartender, menyebabkan pasangan merasa tidak diprioritaskan.

“Sebagian besar bartender tidak bisa pulang sampai pelanggan terakhir pulang sehingga sulit bagi mereka mengontrol jadwal. Punya jadwal tidak konsisten seperti ini jadi sulit bikin janji dengan pasangan,” ujar Maxim.

3. Pramugari atau Pramugara

Pastinya, semua orang pun tahu bahwa pekerjaan yang satu ini memang diwajibkan untuk bepergian ke sana kemari setiap harinya sesuai jadwal penerbangan yang mereka miliki. Tak hanya itu saja, waktu untuk mereka bisa berada di rumah bersama keluarga pun tidak tentu. Oleh karenanya, pekerjaan ini memiliki tingkat perceraian 50,5 persen.

“Pramugara/pramugari sering pergi jauh, sehingga tak punya waktu bersama pasangan” kata Saunders.

Tak heran, jika pramugari atau pramugara pun mudah berselingkuh dengan anggota awak kabin lainnya, dikarenakan kurangnya intensitas waktu untuk bertemu pasangan.

4. Pekerja di Bidang Konstruksi

Sumber: peoplewithenergy

Bekerja di bidang konstruksi kerap membutuhkan waktu banyak untuk menyelesaikan suatu proyek. Terlebih bila proyek yang dikerjakan sedang banyak-banyaknya, hingga membuat para pekerja pun tak bisa untuk pulang ke rumah dengan segera. Hal ini pun yang sering kali membuat mereka yang bekerja di bidang konstruksi rentan bercerai.

“Salah satu spekulasi saya adalah tidak ada jadwal rutin membuat orang ini sulit terkoneksi dengan pasangan,” kata Barbarito.