CEO Bizhare: Arsitek yang Punya Passion di Bisnis Rintisan

CEO Bizhare : Arsitek yang Punya Passion di Bisnis Rintisan
Heinrich Vincent, Founder & CEO Bizhare

Mendirikan startup dengan bidang bisnis yang tidak umum, dianggap menjadi tantangan yang membangun bagi Heinrich Vincent, Founder sekaligus CEO Bizhare. Bizhare merupakan platform digital yang dapat menghubungkan pelaku bisnis dengan para investor dengan cara urun dana.

Vincent ternyata telah memiliki ketertarikan bisnis sejak ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Ia pun sempat aktif berdagang secara daring saat masih menjadi mahasiswa. Maka, meskipun berbekal ilmu arsitektur, ia tak terlalu kaget ketika harus mendirikan Bizhare dan menjalankannya sebagai sebuah bisnis.

“Sekarang semua bisnis dijalankan secara daring, semua terasa mudah karena borderless. Semua orang bisa melihat dan tahu kelebihan dan kekurangannya,” kata Vincent.

Ia resmi mendirikan Bizhare pada 2017. Saat itu, berbisnis pada bidang investasi untuk membantu para pelaku bisnis lainnya, sudah mulai marak. Sehingga, ia menganggap ini merupakan kesempatan untuk mulai merintis bisnisnya sendiri.

Baca Juga: Founder Mendekor.com, Siap Ambil Risiko Jalani Bisnis Sosial

Dalam mendirikan startup yang diibaratkan “medan perang” untuk tetap bertahan atau mati, Vincent mengungkapkan kekompakan tim menjadi hal yang penting. Baik antarco-founder maupun antarkaryawan. Beberapa value utama yang ia tanamkan dalam Bizhare yaitu kepercayaan (trust), kejujuran, dan kecepatan.

“Untuk menjaga kekompakan tim, kami menyamakan visi dari awal. Apa sih yang menjadi tujuan kita? Apakah kita memiliki visi yang sama? Karena kalau kita sudah punya visi yang sama, apapun yang kita lakukan akan lebih mudah,” tutur Vincent.

Vincent memiliki cara sendiri dalam membangun bisnis rintisannya sendiri. Ia meyakini, untuk membuat suatu bisnis rintisan modal utama bukanlah uang atau investor melainkan keberanian untuk terus bereksperimen, melakukan pengukuran, dan analisis. Modal dapat ditambah, jika potensi bisnis rintisan sudah terlihat dan akan melakukan eskalasi bisnis.

“Kalau menurut saya, yang penting bisa jalan dulu (bisnisnya) dan tidak memerlukan funding yang terlalu besar di awal. Kecuali memang sudah mau ekspansi. Tahun ini Bizhare berjalan seperti ini dulu saja. Tahun depan baru kami akan menambah kebutuhan seperti teknologi dan sumber daya manusia.”

“Menjadi entrepreneur tidak seindah yang dibayangkan. Bisnis yang bangkrut itu terjadi karena orangnya tidak mau menjalani prosesnya. Padahal, kalau mau sabar dan konsisten menjalaninya, pasti akan tetap bisa bertahan,” kisahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here