Keberhasilan Bukalapak Terapkan Program Employer Branding

Chief of Talent Bukalapak, Bagus Harimawan

Sebagai salah satu unicorn yang sukses mempelopori pertumbuhan e-commerce di Indonesia, Bukalapak menyadari bahwa employer branding menjadi salah satu solusi untuk menanggapi isu talent war. Sejak tahun 2018, Bukalapak menaruh fokus terhadap employer branding yang sebelumnya menjadi bagian dari tim rekrutmen.

Dituturkan langsung oleh Chief of Talent Bukalapak, Bagus Harimawan, bahwa employer branding merupakan salah satu hal yangn penting bagi perusahaan untuk melakukan balancing di dalam kegiatan branding, baik untuk produk maupun untuk karyawan.

Bagus percaya bahwa di balik produk yang baik, terdapat talenta-talenta berkualitas yang berkontribusi dalam penciptaan sebuah produk.

“Dibutuhkan strategi yang tepat agar talenta yang bergabung di Bukalapak merupakan yang terbaik dan mampu bersaing dengan pasar. Selain itu, talenta yang kami miliki harus memiliki kesamaan visi dan misi dengan Bukalapak,” jelas Bagus dalam interview yang dilakukan Job-Like melalui surel.

Untuk menyuarakan aktivitas employer branding, Bukalapak membuat kampanye #InsideBukalapak. Kampanye ini menunjukkan lima culture values yang dimiliki, yaitu gotong royong, go to the extra mile, try fail, try again, customer obsessed, dan speak up.

Penerapan kelima nilai tersebut dilakukan melalui program aktivasi seperti ‘Obrolan Bukalapak’ yang merupakan virtual townhall berisi sharing session dan business update dari para C-level kepada Bukalapak Squad.

Bukalapak juga menyediakan wadah bagi karyawan yang mau menyalurkan aspirasinya melalui kanal ‘BukaCurhat’. Melalui kanal ini, para karyawan dapat menyalurkan aspirasinya untuk diakomodir sesuai kebutuhan.

Selain kegiatan yang dilakukan secara internal, Bagus juga menjelaskan kegiatan employer branding secara eksternal, misalnya kampanye #BukaJalanPulang.

#BukaJalanPulang merupakan homecoming program yang mengajak seluruh diaspora Indonesia yang belajar atau berkarier di luar negeri, untuk kembali ke Indonesia dan berkarya bersama.

Baca Juga: Salah Satu Unsur Keberhasilan Employer Branding

Aktivitas employer branding lainnya yang dilakuan secara eksternal, yaitu adanya kanal #BukaMeetup yang merupakan kerja sama Bukalapak dengan berbagai komunitas teknologi. Kanal ini bertujuan untuk menjembatani kenbutuhan industri dan pihak akademisi di Indonesia.

“Program employer branding di Bukalapak tidak hanya bertujuan untuk memberikan kontribusi terhadap pembentukan reputasi perusahaan yang positif. Tetapi juga untuk mendukung proses rekrutmen talent yang tepat dan selaras dalam menciptakan inovasi teknologi yang berdampak positif untuk masyarakat,” jelasnya.

Berkat kesuksesan aktivitas employer branding, jumlah karyawan Bukalapak telah tumbuh 14 kali lipat dalam kurun waktu tiga tahun dengan total jumlah karyawan mencapai lebih dari 2.500 orang. Termasuk lebih dari 100 talenta Indonesia yang menempuh pendidikan dan karier di luar negeri, kembali ke tanah air untuk membangun negeri.

“Bagi kami, tolak ukur keberhasilan employer branding adalah ketika suatu perusahaan berhasil menjadi top of mind dan pilihan utama para kandidat yang ingin melamar. Dengan menjadi top of mind artinya Bukalapak mampu bersaing dengan perusahaan lain di beragam industri dari sisi kualitas talentanya,” kata Bagus.

Ekosistem talenta yang berkulitas menjadi salah satu faktor penentu lahirnya produk dan fitur yang berkualitas. Bukti nyata Bukalapak dalam keberhasilan employer branding yang dilakukannya yaitu menerima penghargaan HR Asia Best Companies to Work for in Asia 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here