Tahukah Kamu? Program Internship Jadi Ladang Segar Perekrutan Lho

Hideki Otsuka, CEO Speee Inc. (Foto: Mega.Fransisca/Job-Like Magazine)

“Susah banget bisa dapat perusahaan untuk program internship. Teman-teman saya masih banyak yang cari-cari perusahaan, ada malah yang nggak dikasih jawaban. Padahal kredit internship dihitung setengah dari skripsi,” cerita seorang mahasiswi yang duduk di sebelah saya dalam sebuah seminar.

Tuntutan segera menjalankan internship sebagai syarat menulis skripsi memaksa kebanyakan mahasiswa untuk bersikap realistis. Mereka tak lagi mempersoalkan identitas perusahaan, peran dan tugasnya sebagai intern.

Ujung-ujungnya, mereka terpaksa internship dengan perusahaan apa saja. Yang penting, kewajiban internship selesai, lalu menulis skripsi. Mereka tak bisa idealis memanfaatkan internship sebagai batu loncatan kariernya.

Ironi, memang. 

Sebaliknya, di Jepang, proses internship menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa dan perusahaan. Ya, win-win solution. Mahasiswa berkesempatan menimba ilmu sebanyak mungkin di dunia kerja nyata yang sesuai dengan program kuliahnya. Bagi perusahaan, ini kesempatan untuk “membajak” talenta muda. 

Strategi merekrut talenta muda dari program internship juga diterapkan Speee Inc., sebuah perusahaan Web Marketing, yang berlokasi di Tokyo, Jepang. Hideki Otsuka, CEO Speee Inc., menjelaskan kepada saya dua tipe internship yang ditawarkan perusahaannya, ketika ia bertandang ke kantor Job-Like.com, anak perusahaannya. 

Baca Juga: Jangan Remehkan Baca Buku, Begini CEO Speee Hadapi Revolusi Digital

Pertama, internship untuk perekrutan karyawan muda. Kedua, internship untuk memperkenalkan pengalaman kerja bagi mahasiswa. Menariknya, program internship yang digelar Speee Inc. hanya berdurasi singkat, hitungan hari saja.

Namun, Speee Inc. menawarkan program yang menarik dan menjanjikan mengingat perusahaan ini bergerak di bidang informasi teknologi.

Otsuka menjelaskan ada banyak mahasiswa magang yang kini menjadi staf managemen di Speee Inc.

“Speee Japan berusaha mendapatkan mahasiswa potensial melalui program internship. Karena itu kami punya program singkat, kalau programnya bagus maka mahasiswa yang bagus otomatis datang, dan kami bisa mendekatinya,” ujar Otsuka.

“Yang kedua durasinya lebih panjang, intern bisa merasakan pengalaman yang sesungguhnya. Internship itu penting untuk mengetahui potensi diri. Kamu tidak akan tahu kemampuanmu bila tidak mengalaminya. Bagaimana sih bekerja di kantor sebagai pekerja muda,” sambungnya.

Baca Juga: Magang di Job-Like: Pentingnya Magang Sebelum Masuk ke Dunia Kerja

Melalui program internship, Speee Inc. telah melahirkan sosok-sosok muda berkualitas untuk memimpin divisi di beberapa produknya. Dari pengalamannya, Otsuka menyarankan agar mahasiswa membidik perusahaan-perusahaan berbasis teknologi dalam internship mereka karena cepatnya perkembangan bisnis di ranah teknologi.

“Mereka yang internship di Speee dalam waktu tiga tahun menjadi pemimpin divisi, Speee memiliki banyak bisnis,” bilang Otsuka.

“Menurut saya, mahasiswa yang tengah mencari program internship, sebaiknya bergabung dengan perusahaan yang dekat dengan teknologi. Karena teknologi memiliki perubahan yang lebih lebar, peluangnya pun besar. Jadi, berada di ranah teknologi akan memberikan peluang,” tuturnya.

Otsuka Utamakan Integritas dan Dorong Karyawan untuk Berpikir Agile

Otsuka bersama tim Job-Like.com.

Selain memahami industri teknologi, untuk bersaing dalam dunia kerja yang serba cepat, mahasiswa atau pekerja muda juga harus menerapkan sistem agile. Menurut Otsuka, pola berpikir agile berarti memahami latar belakang dari sebuah informasi atau tindakan.

Artinya, ia mengharapkan para karyawannya untuk tidak hanya menerima mentah-mentah instruksi dari level atas, melainkan mampu menyikapinya dengan kritis. Berpikir secara agile akan melahirkan sikap kritis dan kreatif yang pada akhirnya menjadi dasar kuat dalam berbisnis.

“Berbicara mengenai agility adalah pemahaman mengenai sebuah latar belakang, seperti latar belakang informasi, mengapa hal itu terjadi. Saya tidak hanya mengatakan harus ini, atau itu, karena sekarang ada banyak karyawan berbakat dan berpotensi. Berikan alasan, bukan hanya perintah,” ujarnya.

Kepada saya, Otsuka juga menjelaskan pentingnya integritas dalam bekerja. Karena konsistensi bertindak merupakan akar dari karakter yang kuat. Pemimpin muda berusia di awal 30-an ini menilai integritas berarti bersikap terbuka kepada semua pihak dan menerapkan komunikasi langsung.

Nah, bila kamu tengah mempersiapkan diri memasuki dunia kerja nyata, berjuanglah untuk menemukan perusahaan yang bisa memoles diri dan kemampuan kamu. Jangan asal pilih perusahaan internship ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here