Cold Email Marketing: Mempromosikan Produk Tanpa Spamming

Saat ini, berpromosi lewat media sosial seringkali dilakukan oleh para pemasar atau pemilik bisnis. Namun, ada strategi promosi lain yang tidak boleh dilupakan, yaitu cold email marketing. Strategi ini cukup efektif dalam memperkenalkan produk.

Cold email marketing merupakan kegiatan mengirimkan email kepada calon pelanggan, meskipun sebelumnya belum pernah ada interaksi diantara keduanya. Namun, kamu harus bisa membedakan strategi ini dengan email spamming.

Email spamming tidak efektif dalam memperkenalkan produk, apalagi menarik minat calon pelanggan untuk melakukan pembelian. Sebaliknya, spamming justru memperburuk citra pemasar atau pemilik bisnis.

Nah, bagaimana caranya agar kampanye cold email marketing tidak menjadi spamming? Berikut ini langkah-langkahnya.

Menyusun Daftar Cold Email

Menyusun daftar email yang dimaksudkan di sini bukanlah mengumpulkan email sebanyak-banyaknya lalu mengirimkannya. Namun, lebih dari itu, kamu harus memilah mana email yang memiliki prospek dan mana yang tidak. Email yang memiliki prospek inilah yang nantinya akan menjadi email tujuan dari kampanye cold email marketing yang kamu lakukan.

Untuk menyortirnya kamu harus menyesuaikan produk/jasa yang dimiliki dengan karakter atau persona calon pelanggan. Di antaranya dengan menggunakan faktor usia, jenis kelamin, tempat tinggal, kebiasaan berbelanja, dan lain-lain. Menyusun daftar email memang memakan waktu. Namun, nantinya kamu benar-benar mendapatkan daftar email milik calon pelanggan potensial.

Membuat Email yang Menarik Perhatian

Jika email yang kamu kirimkan menarik perhatian, calon pelanggan akan membuka email dan membacanya hingga akhir. Oleh karena itu, kamu harus membuat email menjadi menarik. Caranya yaitu, dengan membuat subject/judul email dengan singkat, meyakinkan, jujur dan menarik. Kamu juga harus menulis body email yang menarik, dengan menjelaskan tujuan dari dikirimkannya email dan manfaat produk/jasa bagi calon pelanggan.

Selain itu, jelaskan apa yang kamu inginkan dari pelanggan setelah membaca email. Semisal, kamu menginginkan calon pelanggan untuk membeli produk/jasa sebelum masa diskon berakhir, atau kamu ingin agar pelanggan berkunjung ke toko online atau offline. Namun, lakukan hal ini tanpa harus terlihat memaksa.

Baca Juga: Jangan Bertele-tele! Ini Cara Mempersingkat Email di Kantor

Menggunakan Email Signature untuk Kampanye Cold Email Marketing

Gunakanlah fitur email signature yang dimiliki email seoptimal mungkin. Kamu bisa memanfaatkannya dengan memperkenalkan media promosi lain yang kamu miliki. Caranya, mencantumkan link website, Facebook, Instagram, YouTube, Twitter dan lain-lain.

Dengan begini, kamu mengajak calon pelanggan untuk mengenal lebih dekat produk/jasa yang kamu tawarkan. Selain itu, calon pelanggan juga bisa mendapatkan informasi tambahan lainnya. Semisal, info produk baru, info diskon dan testimoni pelanggan.

Melakukan Analisa Feedback

Efektifitas cold email marketing hanya bisa diketahui jika kamu melakukan analisa. Untuk hal ini, kamu bisa menggunakan tool email marketing campaign yang banyak tersedia. Semisal, MailChimp atau MailShake. Perangkat semacam ini bukan hanya memiliki fitur yang memudahkan kamu melakukan kampanye cold email marketing.

Lebih dari itu, kamu juga bisa mendapatkan feedback berupa informasi seberapa banyak email yang terkirim, email yang dibuka dan email yang direspon oleh penerima email.

Mem-Follow Up Prospek

Setelah melakukan analisa, kamu akan mengetahui calon pelanggan mana yang merespon email yang sudah dikirimkan. Tugas selanjutnya yaitu melakukan follow-up. Namun, sebaiknya kirimkan email follow up beberapa hari setelah kamu menerima respon dari calon pelanggan.

Dengan begini, kamu menghindari kesan spamming. Selain itu, hindari mengirimkan email dengan template standard. Cobalah untuk kreatif membuat email follow up sehingga calon pelanggan tertarik untuk melakukan pembelian.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan konsultan manajemen, McKinsey & Company, menyimpulkan, efektivitas email marketing 40 persen lebih baik dibandingkan media sosial.

Oleh karena itu, sebagai pemasar atau pemilik bisnis, kamu harus menggunakan strategi ini sebagai salah satu strategi promosi yang kamu gunakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here