Raih Pendanaan Baru dari Jepang, Qlue Siap Go-Global

Ilustrasi: Smart city. (FOTO: Shutterstock)

Qlue, startup penyedia solusi smart city, mendapatkan pendanaan Seri B putaran pertama. Pendanaan ini dipimpin oleh KDDI Open Innovation Fund III (KOIF III). KDDI merupakan kelompok investasi dari investor Jepang, Global Brain. Pendanaan baru ini juga didukung investor ASLI RI dan Telkomsel Mitra Inovasi.

Melalui pendanaan Seri B putaran pertama ini, Qlue semakin menunjukkan skalabilitasnya untuk memberikan solusi smart city bagi masyarakat Indonesia dalam memasuki era industri 4.0. Ke depannya, diharapkan solusi smart city akan mendorong perluasan industri ke sejumlah sektor. Seperti jasa kesehatan, pengelolaan kawasan industri, perhotelan, pengembangan properti, BUMN, dan lainnya. 

Melalui keterangan resminya yang dilansir Kontan, Founder & CEO Qlue, Rama Raditya, menuturkan antusiasnya atas pendanaan dari KDDI. Selain memperluas jangkauan dalam negeri, Qlue pun siap menembus pasar global dengan menargetkan Jepang, Malaysia, dan Filipina sebagai fokus utama.

“Kami sangat antusias dengan pendanaan dari KDDI yang merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Jepang. Sinergi ini terjalin karena Qlue dan KDDI memiliki visi yang sama dalam mengakselerasi pembangunan kota berbasis teknologi smart city. Dengan dukungan KDDI yang memiliki jaringan bisnis secara global ini akan mendorong penetrasi pasar Qlue di luar negeri,” ujar Rama. 

Baca Juga: Terkini dari Qlue, Tak Lagi Sebatas Aplikasi Laporan Warga

Selain target go-global, Qlue juga akan menyempurnakan beragam solusi berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) yang telah mereka miliki. Direktur Indonesia Office Representative Global Brain, Sho Ikeda, mengatakan investasi ini tidak terlepas karena teknologi AI dan IoT yang telah dimiliki Qlue.

“Global Brain memutuskan untuk berinvestasi di Qlue karena potensinya yang komprehensif terkait kota pintar, memiliki hasrat yang kuat untuk tujuan ambisius, dan produk berbasis teknologi yang luar biasa,” kata Ikeda.

“Kami akan secara proaktif memanfaatkan sumber dayanya untuk mendukung Qlue dalam meningkatkan produknya lebih jauh. Dan berkontribusi pada pengembangan smart city di Indonesia dan Asia Tenggara,” imbuhnya.

Sementara itu, bisnis Qlue tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 70 persen pada tahun 2020 dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini berkat strategi mereka memperluas pasar bisnis ke lebih 58 kota dan luar negeri. Selama 2020, startup ini memiliki total klien lebih dari 133. Pasar smart city pun berpotensi mengalami pertumbuhan dengan mencapai angka US$820 miliar pada tahun 2025. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here