Rahasia Bisnis Takjil Saat Pandemi Tetap Laris Manis dan Untung Besar

Bisnis kuliner memang selalu jadi primadona karena berkaitan dengan kebutuhan primer semua orang. Itulah sebabnya bisnis takjil di bulan Ramadan adalah momen yang tepat untuk meraup untung besar. Kamu tak perlu khawatir dengan situasi pandemi yang masih terjadi di tanah air. Karena bisnis takjil saat pandemi tetap bisa laris manis asalkan kamu memperhatikan beberapa hal penting saat menjalaninya.

Yuk, lakukan beberapa hal ini agar bisnis takjil saat pandemi berpotensi menghasilkan keuntungan berlipat ganda:

Memprioritaskan Jenis Makanan Sehat

Pandemi menyadarkan mayoritas orang tentang pentingnya menjaga kesehatan. Itulah sebabnya, bisnis takjil saat pandemi juga harus disesuaikan dengan tren gaya hidup sehat.

Sebaiknya kamu menyediakan varian takjil yang tak hanya lezat dan segar tetapi juga sehat. Beberapa contoh takjil yang cocok dijual di masa pandemi yaitu:

  • Sop buah dengan kuah yogurt;
  • Salad sayuran atau asinan sayur;
  • Puding, salad, atau asinan buah;
  • Bubur kacang hijau atau kembang tahu kuah jahe;
  • Es kelapa muda;
  • Wedang ronde, wedang uwuh, atau susu jahe.

Baca Juga: Kiat Buka Puasa Saat WFH agar Kamu Selalu Sehat dan Hemat #DiRumahAja

Menyiapkan Takjil dalam Porsi Besar

Kondisi pandemi COVID-19 juga membuat sebagian besar orang lebih banyak beraktivitas #DiRumahAja. Bisnis online dan sebagian bidang pekerjaan memang bisa dilakukan dari jarak jauh. Hal ini turut mempengaruhi tren bisnis takjil saat pandemi.

Sebaiknya kamu menyiapkan dagangan dalam porsi besar dengan harga tetap terjangkau sehingga pelanggan bisa membelinya untuk dinikmati bersama seluruh anggota keluarga.

Menjaga Kebersihan Takjil Secara Telaten

Bisnis takjil saat pandemi juga membuatmu harus ekstra cermat menjaga kebersihan produkmu. Kamu bisa melakukan beberapa hal ini untuk meyakinkan pelanggan kalau kebersihan takjilmu terjaga dengan baik:

  • Mengemas takjil dalam kemasan transparan yang tertutup rapat, misalnya container plastik yang bisa digunakan beberapa kali.
  • Usahakan untuk tidak memajang takjil dalam kondisi terbuka (contohnya gorengan yang dijajakan pada wadah terbuka) karena hal tersebut membuat takjil rentan tercemar debu dan mikroorganisme penyebab penyakit.
  • Menyiapkan kemasan yang mudah dibawa, tertutup rapat, dan anti tumpah untuk takjil yang akan dibawa pulang pelanggan. Kamu juga bisa menggunakan cable tie untuk memastikan kalau kemasan takjil tersebut masih dalam keadaan bersih ketika akan disantap.

Menghadirkan Paket Takjil Siap Masak

Selain menjual takjil dalam porsi besar, kamu juga bisa menyiapkan paket takjil siap masak. Banyak orang gemar membeli bahan-bahan mentah pada awal bulan Ramadan karena ingin memasak di rumah.

Jadi, bisnis takjil saat pandemi bukan hanya berupa makanan matang tetapi juga bisa berupa paket makanan siap masak. Contohnya, paket kolak singkong (berisi singkong mentah yang sudah dibersihkan, gula merah, santan, dan daun pandan), paket bubur kacang hijau, atau paket sup buah (aneka jenis buah segar, sirup, selasi, dan susu atau yogurt).

Kreativitas dalam menghadapi perubahan tren membuat bisnis takjil saat pandemi akan tetap diminati banyak orang. Jadi, inovasi apa nih yang akan kamu hadirkan pada Ramadan tahun ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here