Rahasia Mempertahankan Milenial yang Harus Diketahui Setiap HRD

mempertahankan milenial
Sumber : td

Hari ini, jauh lebih dari sebelumnya, banyak perusahaan yang berupaya keras untuk memahami perubahan apa yang harusnya diperbuat untuk menarik dan mempertahankan karyawan, terutama mereka para milenial yang merupakan bagian dari tenaga kerja terbesar di masa-masa sekarang. Terutama, ini dilakukan karena para milenial adalah generasi yang paling mungkin berpindah-pindah kerja. 60 persen milenial yang ada di pasar kerja mengakui bahwa mereka selalu terbuka untuk kesempatan kerja baru yang lebih baik. Oleh karena itulah, sebagai bagian dari departemen HR, Anda harus menemukan cara-cara yang lebih efektif dan inovatif untuk bisa mempertahankan milenial yang ada di tempat kerja Anda.

Untuk bisa mencapai hal ini, Anda harus memahami berbagai rahasia dalam memahami milenial. Berikut adalah beberapa di antaranya yang tergolong paling penting dan merupakan kunci untuk bisa mempertahankan milenial di tempat kerja Anda.

Ini 3 Rahasia Mempertahankan Milenial

Pahami bahwa Milenial Ingin Belajar

keputusan finansial
Sumber : Medan Tribunnews

Generasi milenial selalu berupaya keras untuk menjadi demografis yang berpendidikan di tempat kerja. Tak jarang, satu orang bisa mengenyam beberapa bangku pendidikan tinggi yang berbeda-beda. Dan, bukan hanya itu, keinginan untuk memiliki pengalaman yang bervariasi dan berubah-ubah di tempat kerja juga merupakan sesuatu yang sangat kuat.

Baca Juga: Awas, Taktik Wawancara Berikut Justru Membuat Kandidat Ketakutan!

Karena itulah, untuk mempertahankan milenial di tempat kerja Anda, Anda harus mampu memuaskan hasrat untuk belajar tersebut. Carilah sebuah program pelatihan fleksibel yang mengijinkan Anda dan milenial yang bekerja bersama Anda untuk terus berkembang bersama. Manfaatkan teknologi sebaik-baiknya. Milenial biasanya akan mulai merasa mereka butuh mencari kesempatan-kesempatan kerja baru ketika merasa mereka seolah sudah mempelajari semua yang ada di posisi mereka sekarang. Karena itulah, terus memberikan stimulasi sifatnya sangat krusial untuk mempertahankan milenial.

Berikan Metode Pelatihan On the Go

pekerjaan paling diminati
Sumber: hipwee

Hari-hari menjalani kursus atau pelatihan secara tradisional yang dipimpin oleh instruktur sudah berakhir. Bagi para milenial, metode tersebut menghabiskan terlalu banyak waktu dan hasilnya juga tidak terlalu mengagumkan. Sebaliknya, milenial sangat menghargai fleksibilitas dalam berbagai hal, mulai dari jadwal kerja, hingga ke pelatihan-pelatihan. Daripada harus dibatasi dalam sesi-sesi pelatihan tatap muka atau ujian-ujian dengan waktu, alat-alat pelatihan digital yang fleksibel mengizinkan para karyawan mengkustomisasi pengalaman belajar mereka berdasarkan preferensi dan jadwal masing-masing. Dengan ini, para karyawan milenial akan bisa belajar dengan tempo mereka sendiri dan saat mereka membutuhkannya. Dua hal ini sangat berbeda.

Dan dengan alat pelatihan digital yang tepat, perusahaan akan bisa memenuhi kebutuhan yang berbeda-beda dari para milenial yang belajar. Fleksibilitas dan akses yang mudah seperti ini akan mentransformasikan persepsi belajar dari sesuatu yang sekedar wajib dan membosankan menjadi sebuah sumber daya yang berharga. Ini adalah cara yang baik untuk mempertahankan milenial.

Manfaatkan Teknologi

Generasi Millennial
sumber: tekno.liputan6

Inovasi teknologi memberikan banyak sekali kesempatan untuk perkembangan di bidang-bidang pelatihan. Milenial tidak tertarik pada pengalaman pelatihan yang one-size-fits-all. Sebaliknya, mereka ingin segalanya bisa dilakukan secara kustom dan pribadi. Di sisi lain, teknologi membantu bisnis untuk memberikan pengalaman belajar terkustomisasi yang diinginkan milenial tersebut. Satu contoh dari teknologi yang sedang berkembang yang akan bisa dimanfaatkan di masa depan adalah teknologi pengenalan wajah. Teknologi ini meningkatkan pengalaman online learning dengan mendeteksi suasana hati orang yang belajar dan mengkomunikasikannya pada program secara real time. Dengan informasi ini, pelajaran atau kursus yang diberikan bisa secara otomatis meng-update untuk bisa sesuai dengan tempo ia yang belajar.

Di masa depan, bisnis-bisnis yang mengimplementasikan strategi ini akan mampu mempertahankan milenial dan generasi berikutnya dengan sangat baik dalam pasukan kerjanya.

Beri komentar Anda tentang artikel ini