Kerja di Penerbit, Menantangnya Profesi Foreign Rights Manager

Promosi Buku Hingga Ke Luar Negeri, Serunya Profesi Foreign Rights Manager
Wedha Stratesti, Foreign Rights Manager Kompas Gramedia (Foto: Job-Like Magazine/Kiky.Waode)

Sejak duduk di bangku kuliah, Wedha Stratesti meneguhkan passion-nya pada bidang sastra. Lulusan Sastra Indonesia ini memulai kariernya sebagai seorang editor di Penerbit Bhuana Ilmu Populer, Kelompok Kompas Gramedia. Tahun 2008, ia pertama kali terjun ke dunia penerbitan. Ia menyunting puluhan buku non-fiksi seperti buku tentang kesehatan, manajemen, dan lainnya.

Membosankan, katanya.

Wajar jika ada rasa jenuh. Selama dua tahun, Wedha berkutat di depan komputer. Meski jabatan resminya sebagai editor, namun pada saat itu ia juga kerap diberi tugas untuk memasarkan karya-karya penulis. Maklum saja, pada saat itu belum ada bagian marketing dan promosi, sehingga harus siap kerja serabutan.

Namun, pengalamannya membawa penulis untuk promo di radio, membuat berbagai event terkait dengan launching buku, membuat Wedha akhirnya berani mengambil tantangan untuk mengambil peran baru di bagian Marketing & Promosi.

“Waktu itu belum ada orang khusus yang memegang promosi, baru ada sales. Karena selain menyunting saya sering mendampingi penulis untuk promosi. Di tahun 2010 saya disuruh pilih mau tetap jadi editor atau pindah ke bagian Marketing & Promotion. Akhirnya, saya putuskan untuk pindah ke posisi baru tersebut,” kenang Wedha.

Meski ia mengakui, passion-nya tetap di dunia tulis menulis, tetapi menjadi seorang Marketing juga tidak kalah menyenangkan. Ia menikmati momen bisa bertemu dengan banyak orang yang berbeda, menjalin relasi, mengorganisir event, dan sebagainya. Setelah dua tahun menjalani pekerjaan pada departemen Marketing & Promosi, Wedha memutuskan untuk rehat sejenak dan meneruskan pendidikannya di Universita della Calabria, Italia.

“Setelah kuliah, saya kembali lagi ke Kompas Gramedia untuk bergabung dengan tim Product Specialist. Seluruh aktivitas seperti tur penulis, rilis buku, dan lainnya berada di bawah departemen ini,” ujar Wedha.

“Saya menangani event buku, program promosi, marketing, dan lain-lain yang menghubungkan penerbit, penulis, publik, dan toko buku selama dua tahun. Kemudian saya pindah bagian ke International Marketing hingga saat ini ,” tuturnya.

Traveling sambil Promosi Buku

Promosi Buku Hingga Ke Luar Negeri, Serunya Profesi Foreign Rights Manager
Passion menjadi sesuatu yang tidak terlepas dari profesi yang ia jalani saat ini (Foto: Job-Like Magazine/Kiky.Waode)

Traveling merupakan hal yang menyenangkan untuk setiap orang. Siapa yang tidak mau keliling dunia, untuk melihat ragam manusia dan budayanya? Sebagai Foreign Rights Manager, Wedha setidaknya melakukan delapan kali “traveling” dalam setahun. Tentu, ini bukantraveling untuk cuci mata tetapi demi memperkenalkan karya-karya penulis Indonesia ke pasar dunia.

Kategori buku Indonesia yang sering dibawa ke luar negeri antara lain buku sastra, buku anak, dan beberapa buku non-fiksi. Tidak mudah baginya untuk memperkenalkan buku-buku Indonesia ke pasar internasional. Salah satu kendalanya, yaitu minimnya buku Indonesia yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing.

“Itulah pekerjaan rumah terbesar kita untuk mempromosikan karya-karya penulis Indonesia yang sebenarnya tak kalah bagus dengan penulis-penulis dunia lainnya,” jelasnya.

“Tantangan terbesar lainnya mengenalkan Indonesia. Masih banyak orang yang tidak punya gambaran mengenai Indonesia. Jadi, di awal kami harus mengenalkan dulu mengenai Indonesia, mengenai masyarakatnya, budayanya, letak geografisnya, lalu mengenalkan karya-karya penulis Indonesia.”

Jerman, menjadi salah satu negara yang paling berkesan bagi Wedha. Penyelenggaran Frankfrut Book Fair merupakan pameran buku terbesar di dunia. Di sana, perwakilan penerbit seperti Wedha dapat bertemu dengan penerbit dari seluruh dunia. Dengan sistem trade fair (business to business), Wedha dapat bertemu dengan penerbit lain yang mau bekerja sama untuk menerbitkan buku karya penulis Indonesia.

“Kalau di Frankfrut Book Fair, kita bisa bertemu dengan beragam penerbit dari seluruh dunia. Kita bisa bertemu penerbit dari Brazil sampai Filipina. Di sana, saya bisa menjalin networking dengan perwakilan penerbit lain dari seluruh dunia,” katanya.

Jika di Eropa ada Frankfrut Book Fair, di Asia ada Beijing Book Fair yang menjadi ajang pameran buku terbesar di Asia. Dalam Beijing Book Fair, ia bisa bertemu dengan seluruh penerbit Asia seperti Bangladesh, India, Nepal, Malaysia, dan yang lainnya.

Wedha menghadiri Beijing Book Fair (kiri)

“Seorang Foreign Rights Manager tentunya harus memiliki keterampilan negosiasi, luwes untuk berhadapan dengan banyak orang yang berbeda kultur, serta mudah beradaptasi karena akan sering berkeliling dunia dengan suasana yang berbeda-beda.”

Baca Juga: Di Balik Pekerjaan Seorang Ahli Gizi

Fun Fact Penerbitan Indonesia

  • Buku karya penulis Indonesia diminati oleh beberapa negara Asia seperti Malaysia, Vietnam, Mesir, Singapura, dan Nepal
  • Rata-rata penerbit di Indonesia mencetak tiga ribu eksemplar buku tiap judul, untuk memenuhi kebutuhan baca 260 juta rakyat Indonesia
  • Sedangkan di negara maju, dengan jumlah penduduk lebih sedikit dari Indonesia, mencetak buku lebih banyak tiap judulnya

“Saat ini, minat baca di Indonesia masih harus ditingkatkan. Penjualan buku memang banyak menurun di era digital tetapi, minat baca tidak boleh ikut turun,” tutupnya.

Beri komentar Anda tentang artikel ini