Rentetan Kisah Tragis yang Terjadi Akibat Gempa dan Tsunami di Palu

Update Jumlah Korban Gempa di Palu
Source: kompas

Gempa dan Tsunami yang terjadi di kawasan Donggala dan Palu tidak hanya berakibat rusaknya bangunan. Bencana tersebut juga telah menyebabkan jatuhnya ratusan korban jiwa. Simak beberapa kisah tragis yang terjadi akibat gempa dan tsunami serta update korban gempa Palu.

Gempa berkekuatan 7,4 skala richter yang terjadi di kawasan Donggala memicu terjadinya tsunami di kota Palu. Kawasan Pantai Talise menjadi salah satu lokasi dimana kerusakan parah terjadi. Di kota Palu dan sekitarnya juga telah ditemukan ratusan korban meninggal.

Kisah Tragis dan Update Korban Gempa Palu

Pasca terjadinya bencana, serentetan peristiwa tragis terjadi. Mulai dari meninggalnya penjaga ATC yang lompat dari menara pengawas, hingga para narapidana yang kabur dari penjara.

Penjaga Menara ATC Palu dan Penumpang Batik Air

Update Korban Gempa Palu
Foto: grid

Penjaga Menara ATC bandara Mutiara Sis Al-Jufrie, Anthonius Gunawan Agung, merupakan salah seorang korban meninggal akibat gempa yang terjadi di kota Palu. Anthonius meninggal akibat patah tulang parah akibat meloncat dari menara pengawas.

Sebelum meloncat, Anthonius sempat memberi clearance take-off untuk pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan 6231 dengan tujuan Bandara Internasional Hasanuddin, Makassar. Pilot Batik Air, Ricosetta Mafella dan seluruh penumpangnya berhasil selamat dari ancaman gempa.

Selamat Setelah Tertimbun

Foto: malang-post

Salah satu korban selamat lainnya adalah atlit paralayang, Viki Mahardika. Viki ditemukan masih hidup saat tim SAR melakukan upaya pencarian korban. Kendati demikian, Viki sempat terkubur selama 6 jam sebelum ditemukan dibawah puing-puing bangunan hotel Roa-Roa yang merupakan salah satu bangunan yang roboh akibat gempa. Korban meninggal di hotel yang berada di kawasan Pantai Talise itu diperkirakan mencapai 50 hingga 60 orang.

Jumlah Korban Gempa dan Tsunami di Palu

Foto: kompas

Per-hari Senin (01/10, jumlah korban meninggal akibat gempa dan tsunami di Palu diperkirakan mencapai 832 orang. Jumlah ini lebih besar dari jumlah korban meninggal akibat bencana gempa di Lombok yang mencapai sekitar 563 orang.

Baca Juga: Berpotensi Tsunami, Gempa Berskala 7,7 Skala Richter Terjadi di Donggala

Napi Kabur dari Penjara

Foto: metro24jam

Akibat terjadinya gempa, tembok-tembok penjara Lapas Kelas IIA di Palu roboh. Selain itu, gempa juga menyebabkan aliran listrik padam. Menyusul kejadian tersebut, sekitar 560 napi penjara berhasil meloloskan diri.

Kepala Lapas Kelas II A, Palu, Ady Yan Ricoh, menyatakan bahwa aparat dan kepolisian saat ini masih dikonsentrasikan untuk menyelamatkan korban gempa dan belum melakukan upaya pencarian terhadap ratusan napi yang kabur tersebut.

Buoy Tsunami Hilang Dicuri Orang

Foto: niwa

Tsunami yang melanda kota Palu datang tanpa diketahui. Hal itu disebabkan oleh tidak adanya tide gauge atau perangkat peringatan dini Tsunami di Palu. Pada hari terjadinya bencana (28/09), BMKG memang sempat merilis peringatan bahaya tsunami. Namun peringatan itu dikeluarkan berdasarkan data yang didapatkan dari tide gauge yang berada di Mamuju. Di Mamuju, tinggi air diketahui hanya 6 cm sehingga BMKG lalu menghapus peringatan waspada tsunami. Di Indonesia sendiri, tide gauge dan buoy yang merupakan bagian dari perangkat peringatan dini tsunami banyak yang hilang dicuri orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here