Review Film “Imperfect”: Kecantikan dalam Ketidaksempurnaan

sumber: herworld.co.id

Film “Imperfect” menjadi tontonan menarik di akhir tahun yang sukses digarap Ernest Prakasa. Sutradara ini sudah dikenal jago membuat film dengan genre drama komedi yang lucu. Kali ini, film terbaru Ernest Prakasa bukan mau melucu semata, melainkan mengangkat sebuah isu yang cukup hangat di kalangan masyarakat.

Sejak awal kemunculannya di trailer, film “Imperfect” cukup menyedot perhatian pencinta film. Film yang diangkat dari novel Meira Anastasia ini sangat apik diadaptasi oleh Ernest Prakasa. Berikut ulasan singkat mengenai film ini.

Film “Imperfect” Mengangkat Isu Bullying yang Makin Marak

Film yang dibintangi Jessica Mila dan Reza Rahadian ini tergolong sangat ringan. Kamu tidak perlu susah payah memikirkan jalan cerita karena kamu cukup menikmatinya dari awal hingga akhir. Satu hal yang paling menonjol dari film “Imperfect” adalah isu bullying yang diangkat sebagai dasar cerita.

Isu ini sangat relevan dengan kondisi zaman sekarang, apalagi bullying pun bisa datang dari mana saja. Bukan saja dari teman maupun keluarga, media sosial juga menjadi sumber terbesar dari bullying. Banyak sindiran-sindiran yang berusaha Ernest Prakasa tonjolkan melalui karakter-karkater yang ada di film ini.

Kegelisahan Sosok Rara pada Bentuk Badannya

Kegelisahan Sosok Rara pada Bentuk Badannya
sumber: nalar.id

Tokoh utama dalam film “Imperfect” adalah Rara yang diperankan sangat apik oleh Jessica Mila. Diceritakan Rara sebagai perempuan size plus yang merasakan bullying sejak anak-anak hingga dewasa. Bahkan, karier Rara sempat terhambat lantaran diskrimasi bentuk badannya yang dinilai tak menarik oleh atasannya.

Demi mengejar apa yang selama ini sulit dia dapatkan, Rara pun melakukan diet ketat demi bisa tampil lebih menarik. Sayangnya, kegelisahan Rara akan bentuk badannya ternyata tak usai meski sudah berhasil menurunkan berat badan. Dia tetap saja merasa insecure akan hal-hal yang ada pada dirinya.

Baca Juga: Review Film “My Stupid Boss 2”: Cerita Baru dari si Bossman

Bukan Hanya Rara, Film “Imperfect” Juga Menampilkan Kegelisahan Perempuan Kebanyakan

Bukan Hanya Rara, Film "Imperfect" Juga Menampilkan Kegelisahan Perempuan Kebanyakan
sumber: popbela.com

Rara bukanlah satu-satunya sosok yang digambarkan punya kegelisahan. Hampir semua tokoh perempuan yang muncul di film ini punya kegelisahan yang lazim dialami perempuan kebanyakan. Di sini Ernest mencoba berbicara bahwa insecure itu bisa dirasakan oleh siapa pun, bahkan oleh orang dengan badan yang dinilai “sempurna” oleh manusia.

Alur cerita yang sederhana dapat membawa penonton ikut memahami kegelisahan yang dialami perempuan. Penonton pun akan dibuat merasa “oh iya, aku juga merasakan hal yang sama”. Meski ber-genre komedi, inilah yang menjadi kelebihan film “Imperfect”.

Mencintai Ketidaksempurnaan adalah Pesan yang Ingin Disampaikan Film “Imperfect”

Mencintai Ketidaksempurnaan adalah Pesan yang Ingin Disampaikan Film "Imperfect"
sumber: herworld.co.id

Pada akhirnya, film ini mau mengatakan pada kita bahwa tidak masalah kalau kamu tak sempurna di mata manusia. Kunci dari bahagia adalah mencintai ketidaksempurnaan yang dimiliki. Perjalanan singkat sosok Rara mampu menjadi penyejuk bagi semua perempuan yang punya segudang kegelisahan.

Selain itu, film “Imperfect” ingin memberikan gambaran bahwa korban bullying sangat butuh support system, terutama dari lingkungan keluarga dan teman. Rara sendiri diceritakan punya sosok Dika yang menjadi pacar sekaligus sahabat terbaiknya. Kehangatan Dika untuk menerima ketidaksempurnaan Rara menjadi kunci penting dari cerita ini.

Melihat antusias penonton yang luar biasa, rasanya film “Imperfect” layak untuk kamu tonton di liburan kali ini. Buruan nonton ya karena banyak sekali pelajaran yang bisa kamu ambil dari sana.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here