Review: Star Wars Episode Terakhir, Yakin Mau Nonton?

Sumber: screencrush.com

Star Wars telah menghibur penggemar film sedunia lebih dari empat puluh tahun lamanya. Tiba saatnya “Star Wars: The Rise of Skywalker” mengakhiri rangkaian ceritanya. Studio film Lucas Film mempercayakan penggarapan Star Wars episode terakhir ini pada sutradara J.J Abrams.

Rangkaian kisah Star Wars terbagi menjadi tiga trilogi. “The Rise of Skywalker” merupakan film terakhir dari trilogi film Star Wars. Dua film sebelumnya berjudul “The Force Awakens” dan “Return of The Jedi”.

“The Force Awakens” dan “Return of The Jedi” mendapat sambutan luar biasa dari fans Star Wars dan penggemar film sci-fi sedunia. Kedua film tersebut masing-masing disutradarai oleh J.J Abram dan Rian Johnson. Namun, “The Rise of Skywalker” nampaknya gagal menjadi penutup yang sempurna. Pasalnya, cukup banyak kekurangan yang dimiliki oleh film ini.

Twist Aneh di Film Star Wars Episode Terakhir

Sumber: techradar.com

Di film “The Force Awakens”, J.J Abram berhasil menggunakan jalinan cerita untuk mendekatkan trio Rey, Poe dan Finn pada penonton. Ketiganya merupakan tokoh-tokoh baru di trilogi Star Wars yang ke-3. Namun, di Star Wars episode terakhir ini, Abrams gagal mengulik ketokohan ketiga karakter tersebut menjadi sesuatu yang lebih menarik. Padahal ketiganya selalu ditampilkan di tiga film Star Wars terakhir dan cukup penting perannya bagi jalan cerita.

Abrams memang membuka tabir siapa sebenarnya Rey. Namun, twist yang digunakannya justru membingungkan, sehingga terkesan sang sutradara kehabisan ide untuk menggulirkan cerita.

Dalam “The Force Awakens”, Rey diceritakan merupakan anak dari pengelana yang harus menjual Rey sebagai budak hanya untuk bisa bertahan hidup. Siapa sangka, Rey ternyata keturunan Palpatine. Emperor Sheev Palpatine merupakan tokoh penting di film “Return of The Jedi” dan diceritakan sudah mati. Namun, Abrams menghidupkannya kembali demi menjelaskan siapa sebenarnya Rey.

Kemunculan tokoh yang sudah mati biasa terjadi di film Star Wars. Namun, sang tokoh biasanya hanya muncul sebagai force atau memory. Di film ini Palpatine bukan hanya diceritakan hidup kembali secara fisik, ia juga berhasil membentuk armada perang dan bertarung dengan Rye.

Plot atau twist semacam ini berhasil dilakukan Rian Johnson lewat kembalinya Luke Skywalker dalam “Return of The Jedi”. Namun, Abrams sepertinya gagal melakukan hal yang sama lewat Palpatine-nya.

Selain twist yang aneh. Film ini juga banyak menuturkan hal-hal lain yang belum pernah ada di film-film Star Wars sebelumnya. Semisal, Palpatine bisa menambah kekuatannya dari hubungan yang terjalin antara Rey dan Kylo Ren. Kylo juga bisa menghidupkan kembali orang yang mati dengan menggunakan force.

Baca Juga: [Bocoran] Star Wars 9: Deretan Bintang Lama yang Bakal Hadir Kembali

Tokoh Baru yang Tidak Penting

Sumber: starwarsnews.it

Selain kehabisan ide cerita, J.J Abrams gagal mengulang keberhasilannya memperkenalkan tokoh-tokoh baru seperti yang pernah dilakukannya di film “The Force Awakens”. Kehadiran tokoh Zorri Bliss, Jannah dan D-O terkesan numpang lewat dan gagal menambah daya tarik jalan cerita.

Selain itu, film ini juga gagal menghadirkan kembali Princes Leia. Pasalnya, selain karena pemerannya sudah meninggal dunia, penggunaan CGI untuk menghidupkannya kembali bisa dibilang tidak maksimal. Konon, hal ini disebabkan karena Abrams dan timnya tidak punya cuplikan gambar Carry Fisher yang cukup saat dirinya masih hidup.

Meski demikian, Star Wars episode terakhir tetap mampu menghadirkan visualisasi yang memikat seperti yang pernah disajikan di film-film sebelumnya. Berbagai keseruan dari adegan laga dan pertempuran pesawat luar angkasa tetap bisa dinikmati.

Penonton juga bisa bernostalgia lewat scene-scene yang mengingatkan kembali pada kisah di film-film Star Wars sebelumnya, atau lewat kehadiran tokoh-tokohnya seperti Chewbacca, Lando dan Han Solo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here