[Review] Venom: Kegagalan Sony Mengikuti Langkah Marvel

Review Film Venom
Source: cgmagonline

Beberapa kekurangan di film Venom membuat film garapan sutradara Ruben Fleischer
banyak mendapatkan kritikan. Salah satunya adalah kehadiran Venom tanpa adanya Spider-Man.

Keterikatan emosional antara penggemar film superhero dan tokoh-tokoh superhero idolanya menjadi sumber kekuatan Marvel Studio dalam merilis film-film terbaru. Setelah diputar di bioskop, hampir bisa dipastikan film tersebut menembus batas box office.

Lewat Venom, Sony Pictures mencoba membangun jagat superhero berkesinambungan seperti yang telah dilakukan Marvel. Namun sayangnya usaha tersebut nampaknya menemui kegagalan.

Review Venom

Sebelum Marvel merilis Iron Man sepuluh tahun yang lalu, nama Sony Pictures sebenarnya sangat lekat dengan tokoh-tokoh superhero Marvel Comics. Sebut saja Spider-Man, Fantastic Four dan para anggota X-Men. Sebelum ada Marvel Studios, Sony juga telah merilis beberapa sekuel film Spider-Man. Terakhir, film Spider-Man yang dirilis Sony berjudul Spider-Man 3.

Review Venom
Foto: vanityfair

Karenanya, rencana Sony Picture untuk membangun jagat superhero atau anti-hero baru patut diacungi jempol. Namun Sayangnya, Venom memiliki punya banyak faktor yang membuat film tersebut kehilangan nyawa. Faktor pertama adalah Venom selama ini dikenal sebagai musuh besar Spider-Man. Untuk versi layar lebarnya, Sony menghadirkan Venom sebagai tokoh tunggal tanpa ada kehadiran Spider-Man. Kisah di film ini bahkan tidak ada sangkut pautnya dengan jagat superhero Marvel.

Sony juga membuat Venom layaknya film-film superhero DC yang identik dengan nuansa kelam. Namun di sisi lain, suguhan dialog lucu juga ditebarkan sehingga membuat Venom terkesan layaknya film-film Marvel.

Dari sisi plot cerita, sutradara film ini menghabiskan durasi dengan terlalu banyak menceritakan latar belakang Eddie Brock sehingga melupakan adegan laga. Tanpa aksi kejar-kejaran drone dan sepeda motor yang dinaiki Brock serta pertemuan pertama antara Venom dan Drake, film ini meragukan untuk bisa disebut sebagai film action.

Baca Juga: Penuh Adegan Laga, Inilah Deretan Film Action Terbaru yang akan Dirilis Tahun Ini

Untungnya, Venom masih ditolong oleh akting Tom Hardy yang cukup gemilang. Michelle Williams yang berperan sebagai Anne (kekasih Eddie Brock) juga tampil menawan.

Lewat Venom, Sony mungkin masih bisa mendapatkan keuntungan dari raupan jumlah penonton. Kendati demikian, dengan banyaknya kekurangan yang ada pada film ini, masih harus dilihat lagi apakah studio film tersebut akan menggarap sekuelnya.

Foto: tribune

Di film Venom dikisahkan Eddie Brock sebagai seorang jurnalis yang gagal. Untuk membuktikan bahwa dirinya layak bekerja sebagai jurnalis, Brock mencuri informasi dari komputer Anne. Informasi itu digunakannya untuk masuk ke laboratorium Life Foundation milik Carlton Drake (Riz Ahmed).

Di laboratorium itu Brock terpapar oleh parasit yang berasal dari luar angkasa. Parasit ini selanjutnya menjadi alter-ego Brock yang selalu ingin membunuh manusia dan memakannya. Namun parasit itu juga membuat Brock memiliki kekuatan super.

Di film Venom, Eddie Brock diceritakan pula bertemu dengan Cletus Kasady alias Carnage (Woody Harelson). Kita tunggu saja apakah akan ada pertemuan antara Venom dan Carnage jika Sony memutuskan untuk menggarap sekuelnya.

Beri komentar Anda tentang artikel ini