Yang Harus Diperhatikan saat Ingin Beralih ke Deodoran Alami

deodoran alami
Sumber: breastlink

Makanan organik, gaya hidup yang lebih ramah lingkungan atau menjadi vegan mungkin sedang menjadi sesuatu yang marak dilakukan akhir-akhir ini. Pasalnya kita semua tahu, bahan kimia hasil industri belakangan disinyalir telah menjadi salah satu penyebab perubahan iklim. Perubahan gaya hidup ini pun tidak hanya berkaitan dengan makanan saja, para wanita juga kini turut menggunakan produk perawatan kulit yang lebih alami, salah satunya adalah dengan menggunakan deodoran alami.

Yang patut Anda garis bawahi adalah, deodoran alami mungkin tidak akan bekerja seefektif deodoran yang selama ini Anda gunakan. Bisa jadi mereka malah tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga saat Anda sedang beraktifitas mereka malah membuat tubuh Anda berbau tidak sedap. Oleh sebab itu, perhatikan dulu hal-hal berikut sebelum Anda beralih ke deodoran alami:

Baca Juga: Ingin Menghilangkan Noda Deodoran yang Membekas? Ini Tipsnya

Perhatikan Bedanya

Sumber: amazine.co

Pertama kali yang harus Anda perhatikan saat hendak beralih ke deodoran alami adalah, kenali bedanya deodoran dan antiperspirant. Kedua hal tersebut memiliki fungsi yang berbeda, deodorant dibuat menggunakan bahan seperti minyak esensial atau mineral yang berfungsi untuk memblokir bau badan. Sementara antiperspirant adalah senyawa aluminium yang akan menyumbat pori-pori di area ketiak agar tidak mengeluarkan keringat untuk sementara waktu.  Banyak orang yang beralih ke formula alami melaporkan peningkatan keringat, kemudian normalisasi tingkat keringat setelah beberapa hari atau minggu. Munculnya keringat ini bukanlah bagian dari proses detoksifikasi, melainkan momen saat tubuh Anda mendapatkan kembali kemampuan berkeringat secara normal. Mungkin hal ini cukup mengganggu, namun Anda wajib memperhatikannya. Jika keringat Anda tidak berkurang atau kembali ke tingkat normal, ini berarti deodoran alami tidak berhasil untuk Anda.

Mengoleskannya secara Rutin

Sumber: breastlink.com

Saat Anda tidak lagi menggunakan antiperspirant, maka keringat Anda akan menjadi lebih banyak. Anda dapat mencoba untuk mengoleskan deodoran alami lebih sering. Untuk hasil terbaik, Anda dapat mengoleskannya lebih sering — terutama jika Anda sedang stres, mengalami ketidakseimbangan hormon, atau saat menggunakan sweater yang terlalu tebal. Pastikan untuk selalu menyimpannya di tas Anda. Selain itu, lakukan eksfoliasi pada ketiak seminggu sekali untuk menyingkirkan penumpukan sel kulit mati sehingga penyerapan menjadi lebih maksimal.

Jika Terjadi Iritasi, Berarti Anda Tidak Cocok dengan Bahan dalam Deodoran

Sumber: LINE Today

Apabila Anda terus mengalami iritasi, benjolan, atau gatal, Anda mungkin sensitif terhadap minyak esensial (terutama lavender, peppermint, dan pohon teh) dalam campuran deodoran alami yang tengah digunakan. Bahan dalam deodoran alami biasanya memiliki pH yang berbeda dari kulit Anda, yang dapat mengganggu lapisan pelindung. Meskipun banyak minyak esensial memiliki sifat antibakteri, namun ketika diterapkan dalam konsentrasi tinggi pada kulit ketiak Anda yang tipis dan sensitif, mereka dapat menyebabkan iritasi atau kemerahan. Jika Anda mengalami ketidaknyamanan, carilah formula yang mengandung bahan yang lebih lembut, seperti arang atau minyak kelapa. Selain itu, pastikan untuk selalu menunggu beberapa menit sebelum mengaplikasikan deodoran alami pasca bercukur untuk mengurangi kemungkinan iritasi.

Anda Diperbolehkan untuk Menghentikannya Sementara

Sumber: healthline.com

Jika deodoran membuat Anda merasa tidak nyaman, sementara Anda harus datang ke acara yang memaksa Anda tampil sempurna, apa salahnya untuk kembali menggunakan antiperspirant. Namun, ada baiknya untuk kembali menggunakan deodoran alami pada hari-hari setelahnya. Sayangi diri Anda dan jangan terlalu memaksakan sesuatu pada tubuh Anda sendiri.

Baca Juga: Tanpa Disadari, Kesalahan Ini Sering Dilakukan Saat Menggunakan Deodoran

Meski lebih alami dan sehat, Anda benar-benar mesti memikirkan kembali penggunaan deodoran alami. Terlebih untuk Anda yang sering melakukan kegiatan yang aktif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here