Sababay, Produk Wine asal Bali yang”Berutang” kepada Generasi Milenial

Produsen minuman anggur lokal bersaing dengan produk internasional, sanggupkah? Sababay, produk wine asal Bali, membuktikan bahwa produk lokal Indonesia bisa menjadi ancaman bagi produsen wine dunia yang telah memiliki rekor. Sukses Sababay di ranah winery pun tak terlepas dari peran konsumen milenial.

Ya, Sababay boleh dibilang “berutang” kepada generasi milenial yang tak segan mencicipi anggur Sababay meski namanya kalah tenar dibandingkan merek dunia lainnya. Maklum, nama Sababay baru muncul pada 2010. Proses penjualan di market wine pun baru dijajaki Sababay tiga tahun kemudian.

Generasi milenial memang menjadi target pasar Sababay. Alasannya, milenial lebih terbuka dengan perubahan dan inovasi. Tak terkecuali terbuka untuk mencicipi cita rasa Sababay. Keterbukaan milenial berbanding terbalik dengan generasi sebelumnya yang sakleg dengan merek favoritnya.

Alhasil, meski berstatus sebagai produk wine asal Bali, Sababay mampu menancapkan kakinya di jajaran produsen wine. Padahal, Sababay bukanlah produsen wine pertama di Bali. Dan untuk memperlebar pasarnya, Sababay acap berinovasi dalam strategi marketingnya. Salah satunya, dengan memasukkan unsur budaya Indonesia dalam penyajian minuman anggurnya.

Misalnya, ketika produsen wine asing memasarkan minuman anggurnya kepada konsumen Indonesia dengan tetap membawa budaya asing, seperti menu santapan steak sebagai “teman” minum anggur, Sababay justru berinovasi dengan memadukan wine dengan kuliner nusantara.

“Sababay berusaha memerhatikan customer behavior. Merek-merek wine asing di Indonesia datang dengan iklan branding membawa kultur mereka, bukan kultur Indonesia. Kami banggu dengan kultur Indonesia. Tahun lalu kami kampanye masakan Indoensia. Wine disandingkan dengan makanan batak, misalnya,” tutur Yohan Handoyo, COO Sababay.

“Kami ingin mengubah stigma negatif wine, banyak konsumen belum percaya kami bisa menghasilkan wine taraf internasional. Padahal, Indonesia menargetkan turis 20 juta, infrastruktur sudah dibangun, tapi konten yang ditawarkan belum banyak. Nah, Sababay menawarkan konten wine disandingkan dengan makanan Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga: 5 Varian Wine yang Nyatanya Memiliki Manfaat untuk Kesehatan, Wow!

Meski mulai menancapkan namanya sebagai produk wine terbaik di Bali, Sababay belum berkonsentrasi untuk bermain di pasar internasional. Sebaliknya, Sababay fokus untuk membesarkan namanya di tanah air. Sejauh ini, Sababay sebatas melakukan ekspor ke beberapa negara, seperti Timor Leste, Singapura, Vietnam, Jepang, dan Hong Kong. Alasannya, pasar Indonesia dinilai Sababay masih berpotensi besar untuk ditaklukkan. 

“Hingga 5 tahun ke depan, kami masih fokus dengan pasar domestik. Ukuran populasi Indonesia besar, sehingga prospeknya tinggi. Jualan di pasar domestik lebih menguntungkan, terlebih banyak komponen yang masih diimport, seperti ragi dan botolnya. Kami berharap akan lebih banyak repeat buying pada market lokal, ketimbang penjualan eksport,” ujar Yohan.

Sababay Lahir dengan Misi Mensejahterakan Petani Anggur Lokal

Boleh dibilang Sababay lahir secara tidak disengaja. Pendiri Sababay, Evi Gozali awalnya berencana mendirikan bisnis perhotelan. Namun, rencananya berubah menjadi bisnis winery ketika ia dan sang ibu, Mulyati Gozali, mengunjungi sebuah perkebunan anggur di Banjar, Buleleng, pada 2009.

Ketika itu, petani Buleleng menjual anggurnya dengan harga murah, yakni Rp500 per kg. Sementara, anggur yang sampai di tangan konsumen dijual dengan harga yang berlipat-lipat. Fakta miris ini terjadi karena panjangnya rantai distribusi. Sehingga petani anggur tidak mendapatkan penghasilan yang seharusnya.

Evi dan sang ibu pun mulai membangun bisnis winery. Sababay bekerja sama dengan para petani anggur di Buleleng, serta memberikan edukasi untuk memproduksi anggur berkualitas tinggi. Sementara itu, untuk proses pengolahan anggur hijau dan merah menjadi wine, Sababay bekerja sama dengan peracik anggur asal Prancis, Nicholas Martin Delacressonniere. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here