6 Mahasiswa Teknik Mesin UI Selami Bisnis Salad agar Tekan Impor Beras

Taketogo dibangun oleh generasi milenial yang melihat peluang bisnis dari permasalahan disertasi Sarjana-3 Universitas Indonesia. (Foto: Job-Like Magazine/Mega Fransisca)

Tanpa pengalaman di dunia makanan dan bisnis, enam mahasiswa Teknik Mesin Universitas Indonesia (UI) nekat membangun Taketogo, sebuah startup healthy lifestyle, yang menawarkan varian salad. Kenekatan enam anak muda ini membangun Taketogo didorong oleh sebuah disertasi Sarjana-3 (S3) UI yang membahas manfaat daun sambung nyawa dan insulin.

Daun sambung nyawa merupakan daun asli Indonesia yang banyak ditemui di Pulau Jawa, Sumatera, dan Bali. Daun berbentuk bulat memanjang ini mampu menurunkan risiko penyakit tekanan darah dan liver.

Ironisnya, daun sambung nyawa belum populer di kalangan masyarakat. Setali tiga uang dengan popularitas daun insulin. Padahal, tanaman yang bentuknya menyerupai daun pepaya ini bisa menurunkan risiko penyakit diabetes.

Berawal dari informasi tersebut, Darrell Joel Harlis dan kelima temannya, M. Arifin Julian, Jonathan Surya, Devin Ardisa, Stevanus Nardiwardana Mahardika, dan Rizki Aldila Umas, terlecut untuk memperkenalkan daun sambung nyawa dan insulin ke masyarakat melalui kemasan salad bernama Taketogo.

Para mahasiswa Teknik Mesin UI angkatan 2016 dan 2017 ini telah mengembangkan tiga varian salad sejak September 2018. Kepada Job-Like Magazine yang menemui Taketogo di dapur produksinya di kawasan Jombang, Tangerang, Darrell selaku marketing Taketogo berharap salad daun sambung nyawa dan insulin ini mampu menurunkan jumlah penderita diabetes di Indonesia.

Baca Juga: Taketogo Perkenalkan Salad Daun Sambung Nyawa, Apa Khasiatnya?

Selain menyasar isu penderita diabetes di tanah air, Taketogo juga mengapungkan misi untuk menekan impor beras. Harapannya, asupan karbohidrat yang selama ini diperoleh masyarakat melalui nasi bisa tergantikan dengan menu salad yang ditawarkan Taketogo.

“Awalnya memang dari permasalahan disertasi S3. Ada dosen Kimia yang menyodorkan disertasi ini. Dan juga karena tingginya (tingkat penderita) diabetes di Indonesia, sama tingginya impor beras kita. Nah, kita mau mengganti pemasukan karbohidrat menjadi sayur-sayuran,” ujar Darrell.

“Pengennya dari sini kembangin gimana caranya bisa menurunkan impor beras. Kita melihat kok (impor beras) gede banget, kenapa sih kita impor beras terus. Gimana caranya untuk orang shifting dari beras ke sayur.”

Dari Teknik Mesin ke Dapur Pembuatan Salad

Belajar dari kegagalan untuk melahirkan dressing salad terenak. (Foto: Job-Like Magazine/Mega Fransisca)

Menjawab tantangan untuk memberikan solusi atas isu penyakit diabetes melalui produk salad diakui Darrell bukan perkara mudah. Terlebih, tak satupun dari enam anggota tim Taketogo memiliki pengalaman di bidang makanan dan bisnis. Dalam kesehariannya, keenam mahasiswa ini hanya berkutat dengan ilmu yang berkaitan dengan teknik mesin.

Pelbagai market research pun dilakukan untuk menemukan olahan dressing salad yang tepat. Trial and error mewarnai keseharian tim Taketogo selama tujuh bulan hingga akhirnya mereka memberanikan diri untuk terjun ke pasar pada April 2019.

“Pertama belajar sendiri dari baca buku, nyobain resep dari Youtube tapi ternyata nggak enak, trus coba lagi,” bilang Darrell.

“Kami melihat pasar ini ada prospeknya. Dan dari kegagalan kita selalu belajar. Ada suatu hari kita market research seharian, makan salad berbeda lima kali. Lalu kita coba dan mengulang-ulang resepnya. Sampai pas kita coba di event, orang-orang suka,” sambung Jonathan, yang mengatur keuangan Taketogo.

Tak hanya belajar meracik bumbu salad, sebagai pelaku bisnis, Darrell dan kawan-kawan juga mendalami ilmu mengenai bisnis, marketing, dan keuangan di sela-sela jadwal kuliah.

“Kami under-20 (usia 19 dan 20 tahun, red),  tapi semua punya passion di bisnis. Kami belajar mengenai supply chain, bagaimana memimpin, bikin website, belajar masak,” ujar Darrell.

“Kami juga baca buku ‘Women 2010’ karena target kami adalah wanita, sementara kami semua pria dan di Teknik Mesin jarang berinteraksi dengan wanita,” lanjutnya.

Setelah terjun ke pasar pada April silam, startup yang telah mendapatkan investor ini akan menggelar Grand Launching pada 29 Juni mendatang. Selain memasarkan salad, Taketogo berencana melahirkan minuman sehat dengan bahan dasar daun sambung nyawa dan insulin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here