Sayurbox, Startup Potong Rantai Distribusi Panen Petani

Hasil panen sayur dan buah Sayurbox dijamin berkualitas tinggi dan segar. (Mega.Fransisca/Job-Like Magazine)

Klik, panen, kirim. Hanya kurun 24 jam, pesanan sayur dan buah segar bisa Anda terima melalui Sayurbox, platform yang mempertemukan langsung petani dan konsumen. Melalui Sayurbox, rantai suplai yang panjang tidak lagi dirasakan petani dan konsumen. Sehingga konsumen bisa menikmati produk yang benar-benar fresh dari hasil panen.

Sayurbox berdiri pada 2016 untuk memotong panjangnya rantai distribusi yang dirasa memberatkan para petani. Distribusi hasil panen petani yang sebelumnya harus melewati tangan tengkulak dan pasar sebelum jatuh ke tangan konsumen berimbas pada minimnya pendapatan yang terima petani.

Berkaca pada fenomena miris ini, Amanda Cole mendirikan Sayurbox sebagai ekosistem antara petani dan konsumen. Startup ini menjamin dengan sistem pre-order, sayur dan buah yang mereka distribusikan berkualitas tinggi, segar dan memiliki beberapa produk yang bebas pestisida. Hasil produksinya diperoleh dari beberapa mitra petani di daerah Sukabumi, Lembang, Sidoarjo dan sekitarnya. Sebut saja, Blueboots Farm, Kebun Mitra Tani, Manan Organic Farm, Sahabat Lingkungan, Genus Organic, dan Hydronesia.

“Kami memiliki standar kualitas. Ada level grading sayur dan buah. Karena customer kami tidak suka menerima produk grade C. Ketika produk yang diterima ada sedikit warna hitam saja mereka pasti komplain. That’s why, kami berusaha mencari petani sebanyak-banyaknya supaya mendapat asupan produk yang grade-nya lebih bagus. Produk kami ada yang organik, non-organik dan hydroponik,” jelas Lady Meiske, People Relation and Office Affair Manager Sayurbox, kepada Job-Like Magazine.

Dengan mengusung tagline ‘klik, panen, kirim’, proses pembelian produk Sayurbox pun terbilang cepat, hanya kurun 24 jam. Konsumen bisa memilih sayur dan buah pesanan melalui situs Sayurbox, pesanan diteruskan ke petani untuk memanen produk, kemudian Sayurbox berperan sebagai distributor bekerjasama dengan mitra mereka.

“Orderan yang datang akan kami teruskan ke petani. Jadi, orderan hari ini akan diantarkan besok harinya. Fresh. Mengenai proses ke petani, begitu kami menginformasikan pesanannya, mereka langsung memanen lalu dikirimkan ke kami,” ujar Meiske.

Baca Juga: Yohanes Sugihtononugroho, Anak Kota yang Peduli Bantu Petani

Meski mitra petani yang bergabung dengan Sayurbox telah merambah lokasi hingga Sidoarjo, tetapi sejauh ini pendistribusian produk baru sekitar kawasan Jabodetabek dan didominasi oleh ibu-ibu muda yang mulai memperhatikan tren hidup sehat. Sayurbox berharap ke depannya pendistribusian bisa diperlebar hingga ke kota-kota lainnya. Artinya, diharapkan kesadaran masyarakat akan hidup sehat melalui asupan sayur dan buah sehat pun meningkat.

Sayurbox Ikut Mengedukasi Para Mitra Petani Melalui Seminar Pendidikan

Sayurbox membantu petani memangkas jalur panjang distribusi hasil panen. (Mega.Fransisca/Job-Like Magazine)

Sebelum merambah bisnis dengan menggandeng mitra petani, Sayurbox memproduksi hasil panen melalui lahan pertanian milik mereka. Namun, dikarenakan tingginya permintaan dari konsumen, Sayurbox memutuskan untuk bermitra dengan petani-petani yang telah teruji kualitas panennya. Diakui Sayurbox, awal ‘perkenalan’ sistem penjualan hasil panen secara online kepada petani sempat mengalami kendala karena minimnya pengetahuan petani mengenai penjualan berbasis teknologi.

“Kami berusaha melakukan apa yang bisa kami lakukan, membantu petani yang belum tahu bagaimana menjual produknya. Terkadang mereka bingung mau jual di mana. Kami langsung mendatangi petani untuk bertanya apakah sudah punya wadah. Awalnya sulit karena tidak semua petani familiar dengan aplikasi. Tapi, kami mengedukasi mereka, bahkan kadang kami adakan seminar untuk menginfokan keuntungan menggunakan aplikasi dan lain-lain,” tutur Meiske.

Tak hanya mengedukasi petani tentang aplikasi distribusi hasil panen, Sayurbox juga membantu petani untuk meningkatkan kualitas panen mereka melalui seminar dan pengajaran menanam yang baik. Untuk itu, biasanya, Sayurbox menggandeng mitra panen sebagai pembicara.

“Kami juga mengedukasi petani untuk menanam yang baik. Biasanya, kami bekerjasama dengan petani lain yang lebih ahli di bidang pertanian.”

Beri komentar Anda tentang artikel ini