Aplikasi Sehati TeleCTG Mudahkan Ibu Hamil Pantau Kesehatan Janin

Abraham Fauzan (kiri, CPO Sehati TeleCTG) & Dondi Sasmita (CTO Sehati TeleCTG) menciptakan alat CTG portabel. (Foto: Mega.Fransisca/Job-Like Magazine)

Kasus seorang ibu tidak menyadari dirinya tengah hamil tua banyak terjadi di daerah terpencil di Indonesia. Pada 2015, Indonesia menjadi negara kedua di ASEAN dengan angka kematian ibu tertinggi setelah Laos. Dari 100 ribu kelahiran, sebanyak 305 ibu meninggal dunia.

Miris memang. 

Upaya untuk menekan angka kematian ibu dan anak pun dilakukan startup Sehati melalui dua aplikasi pemeriksaan masa kehamilan.

Pertama, aplikasi Ibu Sehati yang bisa diakses oleh ibu hamil untuk mendapatkan panduan lengkap mingguan kehamilan, pemeriksaan kehamilan (antenatal care – ANC), dan mendeteksi faktor risiko tinggi.

Lalu, ada aplikasi Bidan Sehati yang diperuntukkan bagi bidan untuk menghitung kontraksi dan tendangan bayi, memeriksa masa kehamilan ibu, serta melakukan e-partograph.

Sehati juga menyediakan alat medis CTG portabel untuk membantu bidan mendiagnosa kesejahteraan janin perihal detak jantung dan pergerakan bayi, serta kontraksi ibu hamil.

Kedua aplikasi tersebut dan CTG portabel ini jelas mempermudah ibu hamil dan bidan untuk menjaga kandungan.

Baca Juga: Inilah Beberapa Cara Mendapatkan Nutrisi Penting bagi Ibu Hamil

Pasalnya, faktor tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia dipicu oleh kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan, kesehatan gizi, dan akses layanan kesehatan.

“Tingginya angka kematian ibu dan anak itu karena 3T; telat diidentifikasi, telat dirujuk, telat ditangani. Kami menerima kasus di Kupang, pas dicek ternyata si ibu sudah harus melahirkan. Ia nggak tahu lagi hamil karena postur tubuhnya kecil,” bilang Abraham Auzan, Co-founder dan CPO Sehati TeleCTG.

“Ibu hamil kan membawa the next generation untuk Indonesia. Jadi, ketika ibu itu hamil dengan baik, generasi berikutnya juga akan baik. Kami ingin menurunkan angka kematian ibu dan anak, juga menurunkan stunting,” lanjutnya. 

Aplikasi Sehati Mampu Mengurangi Angka Kematian Ibu dan Bayi

Sumber: Android App Bidan Sehati

Misi Sehati menurunkan angka kematian ibu dan bayi mulai tercapai dengan adanya penurunan tingkat kematian dalam dua tahun terakhir. 

Kepada Job-Like Magazine, Abraham mengatakan jumlah kematian pada 2018 tercatat delapan orang, artinya ada penurunan dari data pada 2017 sebanyak 10 orang. Di awal 2019 kembali terjadi penurunan menjadi empat orang.

Rapor positif ini diikuti dengan peningkatan rujukan bagi ibu hamil untuk memeriksakan kandungannya sejak diimplementasikannya TeleCTG sebagai software as a medical device.

Lalu, bagaimana TeleCTG bekerja?

Alat TeleCTG digunakan sebagai media konsultasi antara bidan dengan dokter di consultation center Sehati. Dokter akan membaca data mengenai kondisi sang ibu yang telah di-input bidan melalui aplikasi Bidan Sehati dan hasil pemeriksaan sensor TeleCTG.

Baca Juga: Yuk, Intip Manfaat Pilates bagi Kesehatan dan Ibu Hamil!

Kurun waktu maksimal 30 menit, dokter akan memberikan interpretasi mengenai kondisi janin dan sang ibu kepada bidan melalui Bidan Sehati. Kemudian bidan akan mengambil tindakan.

“Untuk pemeriksaan CTG, dipasang sensor di perutnya (ibu hamil, red). Idealnya CTG sekitar 15-20 menit untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Lalu, data dikirim ke consultation center,” jelas Dondi Sasmita, CTO Sehati TeleCTG.

Alat TeleCTG yang berukuran kecil dan menggunakan tenaga baterai memudahkan bidan yang berada di daerah terpencil dengan kendala faktor geografis dan akses listrik.

Sejauh ini sudah ada 6.000 bidan dengan SRT (Surat Tanda Register) yang tergabung dalam Bidan Sehati. Sehati juga rutin melakukan training online setiap pekan untuk 20 ribu bidan. 

Data dari CTG ini diharapkan bisa membantu pemerintah untuk mengumpulkan data teraktual mengenai kondisi kesehatan ibu hamil dan bayi di seluruh Indonesia. Sehingga bisa dipergunakan ke depannya sebagai landasan pembuatan keputusan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here