Ini Sejumlah Biaya Merekrut Karyawan Baru yang Harus Anda Pertimbangkan

biaya merekrut karyawan
Source: allbusinessideas

Kita semua tahu bahwa mempekerjakan orang bukanlah sesuatu yang murah. Sebagai perekrut, Anda harus beriklan pada situs-situs lowongan pekerjaan, mengadakan wawancara, mengadakan pengecekan latar belakang, dan tentu saja, mengerjakan segala paperwork yang terkait dengan merekrut karyawan baru. Selain itu, para perekrut juga harus mengiklankan lowongan kerja, mengadakan wawancara, menjalankan pengecekan latar belakang, dan tentu saja mengerjakan segala pekerjaan yang terkait dengan proses penerimaan karyawan baru. Namun, bukan hanya itu, biaya merekrut karyawan baru adalah hal yang harus Anda pikirkan sebagai seorang HRD.

Biaya merekrut karyawan baru bervariasi dari satu posisi dan satu proses ke proses lainnya. Namun, setidaknya, saat Anda akan merekrut karyawan baru, pertimbangkan berbagai biayanya. Sebagian besar, biaya tersebut lebih terkait pada proses onboarding atau penyambutan dan penyesuaian karyawan baru daripada proses merekrut. Di antaranya adalah biaya-biaya berikut ini.

Pertimbangkan Berbagai Biaya Merekrut Karyawan yang Datang dari Pengeluaran-Pengeluaran Berikut

Ongkos Onboarding Dokumen dan Administrasi

Sumber : Uvao

Proses onboarding memerlukan banyak sekali pemindahan berkas dan dokumentasi: mulai dari aplikasi tunangan, berkas-berkas pajak, buku panduan karyawan, persetujuan arbitrasi, dan lain-lain. Namun, Anda mungkin tidak akan menghabiskan terlalu banyak kertas dan tinta sehingga tidak akan berpengaruh pada tabungan Anda. Biaya yang sebenarnya datang dari waktu yang Anda butuhkan untuk mengelola berkas-berkas tersebut dan aspek-aspek administrasi lain dari onboarding tersebut. Waktu ini bisa Anda gunakan lebih baik untuk melakukan hal-hal yang jauh lebih produktif dan menghasilkan bagi perusahaan.

Baca Juga: 4 Langkah yang Harus Dilakukan HRD saat Menurunkan Jabatan Karyawan

Memang, sebenarnya ada cara untuk meminimalisir waktu ini. Pertama-tama, digitalisasikan proses onboarding berkas Anda. Ada banyak solusi piranti lunak HR di pasar yang bisa menyatukan tugas-tugas administratif ke dalam satu sistem, dengan akses pelayanan pribadi bagi para karyawan. Kedua, Anda juga bisa meminta para rekrutan baru untuk menyelesaikan segala tugas-tugas mereka sebelum hari pertama bekerja. Dengan cara ini, mereka tidak akan membuang-buang waktu saat sudah digaji untuk mengisi formulir. Proses onboarding Anda pun juga sudah setengah selesai sebelum hari pertama kerja dimulai.

Karyawan Baru yang Keluar dengan Cepat

aturan perusahaan
Sumber : thebalance

Jika Anda menginvestasikan bermingu-minggu waktu dan upaya onboarding hanya untuk melihat karyawan Anda berhenti enam bulan kemudian, Anda membuang-buang sumber daya tersebut. Jika ini terjadi beberapa kali dalam setahun, maka dampak finansialnya bisa sangat berbahaya. Riset menunjukkan bahwa menjadi lebih terstruktur dan intensional dalam proses onboarding bisa membantu menghalangi turnover atau keluar masuknya karyawan yang terlalu cepat. Sebuah studi dari Corning Glass Works, misalnya, menemukan bahwa karyawan yang menghadiri program orientasi terstruktur berkemungkinan 69% lebih besar untuk tetap bertahan di perusahaan tersebut dalam waktu tiga tahun. Ini mungkin dikarenakan proses onboarding yang baik mengatur ekspektasi yang jelas bagi para karyawan dan mempersenjatai mereka untuk lebih sukses. Dan artinya, mereka jadi lebih berkemungkinan kecil untuk menemui kejutan.

Produktivitas yang Berkurang bagi Para Karyawan Baru

tidak produktif
Sumber : dagelan

Salah satu biaya merekrut karyawan baru yang juga harus Anda pertimbangkan datang dari produktivitas yang berkurang yang umum pada periode-periode perbaruan, ini adalah masa dimana para karyawan baru masih mempelajari peran mereka dan menyesuaikan diri pada lingkungan kerja. Para karyawan baru akan mengerjakan pekerjaan lebih sedikit karena mereka masih mencari tahu bagaimana caranya mengeksekusi tanggung jawab mereka, menavigasi alur kerja dan komunikasi baru, dan membangun hubungan. Misalnya, mereka mungkin harus melakukan riset tentang sebuah tanggung jawab sebelum mereka bekerja bersama para pembuat keputusan mengenai tanggung jawab tersebut. Bahkan, menurut beberapa sumber, butuh waktu sekitar delapan bulan bagi karyawan baru untuk bisa benar-benar menjadi produktif.

Jawaban dari masalah ini adalah untuk memperluas proses onboarding Anda hingga masa percobaan Jangan hanya melengkapi administrasi dan segala berkas terkait, buat rencana agar setiap karyawan bisa menerima pelatihan dan mentoring yang mereka butuhkan untuk bisa sukses. Duduklah dengan mereka secara teratur dan lihatlah bagaimana segala berjalan. Apakah mereka punya sumber daya yang mereka butuhkan? Apakah mereka menemui masalah terkait proses atau rekan kerja?

Perlengkapan saat Proses Onboarding

Sumber : pinterest

Setiap karyawan baru akan butuh melengkapi dirinya dengan barang-barang baru. Barang-barang tersebut bisa termasuk segala peralatan kantor, seperti laptop dan headset hingga hal-hal yang terkait dengan program atau piranti lunak, kunci, kursi ergonomis, monitor, izin parkir, dan pakaian tertentu yang dibutuhkan. Dan, segala hal ini membutuhkan uang.

Kebanyakan dari Anda mungkin tidak akan bisa mengeliminasi biaya merekrut karyawan baru ini, terutama jika ini dibutuhkan oleh karyawan untuk berfungsi. Namun, selalu ada cara untuk bertanggung jawab dengan melengkapi barang-barang ini yang bisa mengurangi biaya dalam jangka panjang. Misalnya, catatlah segala yang Anda berikan kepada karyawan baru, dan cobalah untuk menstandarkan proses tersebut semaksimal mungkin. Sebuah sistem inventoris yang terstruktur akan sangat membantu.

Beri komentar Anda tentang artikel ini