Hindari 5 Sikap Hidup Terlalu “Drama”, Dijamin Hidupmu Jauh Lebih Indah!

Sering tidak mendengar guyonan, “Ih, jangan terlalu drama deh!”. Guyonan ini mulai muncul ketika beberapa orang terlalu mudah membesar-besarkan suatu masalah hingga dirinya merasa paling menderita. Orang-orang yang hidup terlalu “drama” ini biasanya terlalu cepat mengambil kesimpulan dan mudah terbawa perasaan tanpa berusaha menyelesaikan masalah dengan pikiran bersih.

Apakah kamu memiliki teman yang hidup terlalu “drama?” Jangan-jangan kamu sendiri mengalaminya, tetapi tidak sadar nih! Daripada pusing, cek dulu beberapa sikap hidup terlalu “drama” yang paling sering muncul di kehidupan sehari-hari berikut ini. Simak ya!

Kesalahan Kecil yang Dilakukan Seseorang Akan Terus Diingat

Salah satu tanda orang yang hidup terlalu “drama” adalah suka mengingat-ingat kesalahan orang lain, meskipun kesalahan yang dibuat sangat kecil alias tidak sengaja. Kesalahan orang lain yang melukai dirinya akan selalu dia rekam dalam memorinya dan menumbuhkan rasa jengkel ketika bertemu dengan orang tersebut.

Sikap ini tentu tidak baik karena sudah wajarnya memiliki sikap saling memaafkan daripada mengingat-ingat kesalahan. Nah, kamu sering melakukan hal ini tidak?

Ciri Khas Hidup Terlalu “Drama” adalah Selalu Update Status Tiap Ada Masalah

Seperti yang sudah dikatakan tadi, orang yang terlalu “drama” cenderung merasa dirinya paling menderita. Jadi, jangan heran kalau ada orang yang rajin update status di media sosial ketika memiliki banyak masalah.

Dia menganggap masalahnya sangat besar dan terkesan mendramatisasi dengan menyebarkannya ke teman-temannya. Kalau ada seorang teman kamu yang berperilaku seperti ini, kira-kira lebih baik kamu tanggapi atau diam saja?

Mudah Tersinggung ketika Sedang Berada di Sebuah Candaan

Seseorang yang terlalu kaku dalam hubungan sosial cenderung mudah terjebak dalam hidup terlalu “drama”. Kenapa? Karena tipe orang seperti itu biasanya sangat mudah tersinggung dalam sebuah pembicaraan, meski hanya dalam konteks bercanda. Memang benar terkadang ada bentuk bercandaan yang terlalu berlebihan dan terkesan menyakitkan.

Namun, ada cara yang lebih efektif daripada hanya sekadar tersinggung dan marah karena sebuah guyonan. Balas saja guyonan tadi dengan candaan lain yang cukup menyentil. Hanya saja, sampaikan balasan candaan dengan sopan juga ya!

Paling Mudah Merasa Bersalah Juga Menjadi Ciri Orang Hidup Terlalu “Drama”

Orang yang terlalu mudah menyalahkan diri sendiri juga tergolong terlalu “drama”. Dia tidak bisa menolerir kesalahan kecil yang tidak sengaja dibuatnya. Padahal, ada baiknya jika seseorang mampu memaafkan diri sendiri.

Jika terjadi suatu kekacauan dalam kelompok, dia akan paling mudah merasa bersalah dan layak menerima hukuman. Padahal, setiap masalah ada baiknya dicari jalan keluarnya bersama.

Sering Berpikir Negatif Jika Seorang Teman Berbuat Hal Kurang Menyenangkan

Ciri paling menonjol dari hidup terlalu “drama” adalah frekuensi berpikir negatif yang cukup sering. Jika dia ditegur oleh seorang teman, dia merasa si teman pasti sangat membencinya. Pikiran-pikiran negatif terlebih dahulu muncul di kepalanya daripada kemampuan berpikir untuk memperbaiki diri.

Padahal, bisa jadi teman tersebut hanya sekadar mengingatkan tanpa ada rasa benci sedikit pun. Jagalah dirimu dari sikap ini ya! Terlalu banyak berpikir negatif tentang orang lain terhadapmu hanya akan membuat dirimu merasa tidak berguna.

Dari contoh sikap hidup terlalu “drama” tadi, adakah yang sempat kamu alami? Kunci untuk hidup jauh dari “drama” adalah senantiasa berpikir positif pada setiap masalah dan mensyukuri setiap hari baru yang diberikan Tuhan. Kamu tidak perlu membesar-besarkan banyak hal bukan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here