Soal Tes Kompetensi Dasar (TKD) CPNS 2016 Sudah Ada Di Kemenpan RB

Tes Kompetensi Dasar CPNS 2016
Sumber: Liputan6

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kabarnya telah menyelesaikan naskah soal TKD (Tes Kompetensi Dasar) untuk seleksi nasional Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Naskah tersebut sudah diserahkan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB).

Anies Baswedan selaku Mendikbud mengungkapkan jika Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah berkomitmen penuh untuk mendukung berlangsungnya tes CPNS dengan integritas berbasis meris system.

“Dalam pengadaan aparatur negara, semua negara sudah bergerak ke era meritokratik, negara yang tidak bergerak ke sana ibaratnya kembali ke jaman Jurassic Park,” jelas Anies dikutip dari laman Kemdikbud.

Naskah soal TKD yang sudah disusun ini berjumlah 18.820 butir soal. Naskah soal TKD tersebut terdiri atas tiga subtes yaitu 4.817 butir soal Tes Karakteristik Pribadi (TKP), 8.001 butir soal Tes Intelegensi Umum (TIU) dan 6.002 butir soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Mendikbud ini juga menambahkan bahwa naskah soal TKD tersebut tidak hanya dikerjakan satu unit kerja di Kemendikbud, namun melibatkan beberapa unit kerja.

“Naskah TKD ini dikerjakan oleh Biro Kepegawaian, Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik), dan Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri. Sedangkan untuk bahasanya dikoreksi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa,” ujar Anies.

Menteri PAN dan RB Yuddy Chrisnandi menegaskan bahwa meskipun ada serah terima naskah soal TKD, bukan berarti akan ada penerimaan CPNS dalam waktu dekat. Moratorium pengadaan CPNS terus dilanjutkan.

“Meskipun hari ini ada serah terima naskah TKD, jangan diartikan pemerintah akan merekrut CPNS dalam waktu dekat ini,” kata Yuddy.

Menurut Yuddy, pemerintah belum memiliki rencana pelaksanaan pengadaan Aparatur Sipil Negara (ASN), baik untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Meski begitu, lanjut Yuddy, moratorium ini bersifat terbatas karena pemerintah masih tetap membuka penerimaan pegawai khusus untuk tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, penegak hukum dan sekolah kedinasan.

“Moratorium ini tetap dikecualikan untuk tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, penegak hukum dan sekolah kedinasan. Fokus kita tahun ini lebih kepada penerimaan untuk guru-guru, untuk tenaga-tenaga medis, dan aparat penegak hukum,” pungkas Yuddy.

Beri Komentar Anda

komentar