Startup Social Bella Raih Pendanaan Segar Senilai US$58 Juta

Soco, salah satu lini bisnis Social Bella. (FOTO: Soco)

Startup Social Bella raih pendanaan baru senilai US$58 juta. Ini merupakan pendanaan dari investor global, termasuk Temasek dari Singapura, Pavilion Capital, dan Jungle Ventures. 

Pendanaan dari investor di tengah pandemi COVID-19 ini akan dimaksimalkan Social bella untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan di sektor perawatan kecantikan dan pribadi di Indonesia. Dalam keterangan pers, Co-Founder dan CEO Social Bella, Christopher Madiam, mengakui adanya dampak positif yang diterima Social Bella selama pandemi COVID-19.

Pandemi COVID-19 memang memukul industri bisnis di seluruh dunia sehingga para pelaku bisnis menghadapi tantangan baru yang tak mudah. Namun, Social Bella mampu beradaptasi dengan cepat untuk menyelamatkan “perahu” business-to-customer (B2C) yang diusungnya. Christopher membeberkan bahwa selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), transaksi online Social Bella mengalami peningkatan.

Baca Juga: Berinvestasi pada Startup Saat Pandemi, Apa Sikap Venture Capital?

“Pandemi ini menjadi tantangan tersendiri bagi keseluruhan bisnis secara global, kami juga akan beradaptasi dengan cepat untuk melayani kebutuhan konsumen kami,” ujar Christopher melalui keterangan pers, Senin (6/7). 

“Ini menghasilkan peningkatan organic traffic secara signifikan pada platform kami selama periode karantina. Kami juga mencatat rekor ukuran keranjang belanja tertinggi secara online di Sociolla berkat kepercayaan konsumen kami di tengah COVID-19. Oleh karenanya, kami sangat berterima kasih atas kepercayaan para investor di tengah masa yang sulit ini,” tuturnya.

Social Bella raih pendanaan di tengah pandemi jelas merupakan sinyal positif. Sebelum pandemi, tepatnya pada September 2019, induk dari e-commerce kecantikan Sociolla ini raih pendanaan Seri D senilai US$40 juta. Investasi tersebut disuntikkan oleh East Venture Growth (EV Growth), Temasek, Pavilion Capital, dan Jungle Ventures.

Investasi Baru Akan Digunakan Social Bella untuk Meningkatkan Infrastruktur Teknologi

Dalam keterangan pers, Co-Founder Social Bella, John Rasjid, juga menjelaskan rencana bisnis selanjutnya pasca Social Bella raih pendanaan ini. Terutama untuk meningkatkan infrastruktur teknologi. Terlebih, Social Bella baru saja meluncurkan lini bisnis baru, Lilla by Sociolla. Lini bisnis ini fokus untuk membantu para ibu mencari produk kurasi terbaik baik dirinya dan anak-anak.

“Dengan dukungan yang kuat dari aspek teknologi dalam rutinitas kami sehari-hari, kami bertujuan untuk lebih relevan dengan konsumen serta memberikan pengalaman berbelanja dengan lebih baik,” ujar John Rasjid. 

Social Bella diluncurkan perdana pada 2015 sebagai sebuah e-commerce kecantikan. Perlahan, startup ini berkembang menjadi ekosistem kecantikan dan perawatan diri dengan melahirkan beberapa unit bisnis. Yaitu, platform online SOCO mengenai ulasan konsumen tentang produk kecantikan dan perawatan diri, beauty journal, Sociolla, Lilla by Sociolla, dan brand development.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here