Software AG Bantu Perusahaan Melakukan Transformasi Digital

Software AG Bantu Perusahaan Melakukan Transformasi Digital
(Kiri ke Kanan) Jessica Schwarze - Head of Marketing Asia Pacific Japan, Tim Klaver - Sales Director Southeast Asia, Rendy Adhisurya - Country Sales Manager Indonesia

Hadir di Indonesia sejak tahun 2003, Sofware AG konsisten menyasar lembaga perbankan untuk menjadi pengguna layanan aplikasi digital. Hal ini dituturkan oleh Rendy Adhisurya, Country Director Software AG Indonesia saat bertemu dengan awak media, Selasa (11/9), di Jakarta.

Menurutnya, lembaga perbankan di Indonesia menjadi kelompok yang paling inovatif di Asia Tenggara dalam melakukan inovasi di bidang digital. Hal ini melihat dari kebutuhan nasabah yang menginginkan pelayanan perbankan yang cepat dan efisien.

“50 persen dari pelanggan aktif kami berasal dari lembaga perbankan. Sisanya dari kalangan bisnis oil dan gas dan lembaga pemerintah. Dua tahun terakhir masih menyasar lembaga perbankan. Selanjutnya, mungkin kami akan masuk ke BUMN dan pelayanan publik untuk pemerintah,” jelasnya.

Rendy melihat peluang dalam menawarkan solusi ini ke BUMN dan pemerintah, mengingat pemerintah Indonesia terus menggaungkan transformasi 4.0.

Apa yang Membuat Perusahaan Melakukan Transformasi Digital?

Berdasarkan data yang dirilis Software AG, dengan melakukan transformasi digital 83 persen, pimpinan TI ingin meningkatkan kegiatan operasional dan 71 persen ingin menawarkan pengalaman yang tak terbatas kepada pelanggannya.

Sedangkan, 58 persen pimpinan TI ingin memperkenalkan produk dan layanan baru secepat mungkin. Untuk mendukung tujuan tersebut, Sofware AG menyediakan layanan untuk transformasi bisnis, Integration & API (Application Programming Interface), IoT & Analytics, serta Adabas & Natural.

Baca Juga: Mekari Siap Dampingi UMKM untuk Hadapi Tantangan Digitalisasi

“Sekarang semuanya sudah terintegrasi, sehingga kita bisa mengaksesnya hanya melalui satu platform. Tak hanya terjadi di perbankan, namun juga di pelayanan publik misalnya. Proses datanya pun dilakukan secara real time untuk mengukur keakuratannya,” tambah Rendy.

Dalam mengembangkan bisnis di Indonesia, Rendy mengakui menghadapi beberapa tantangan. Tantangan utama, yaitu minimnya jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang memahami sistem teknologi ini. Software AG terus melakukan pelatihan dan edukasi untuk menciptakan SDM yang mumpuni.

Pelatihan tidak hanya dilakukan untuk kalangan staf, namun juga untuk para mitra yang bekerja sama dengan Software AG.

“Semakin banyak SDM yang menguasai teknologi, maka kami akan semakin mudah berkembang,” tambahnya.

Tantangan lainnya, yaitu dari kesadaran pelaku bisnis itu sendiri, yang belum sepenuhnya yakin untuk melakukan transformasi digital. Selain itu, mereka pun terkadang belum tahun mau memulainya darimana.

“Karena dituntut untuk serba cepat, maka perusahaan pun masih mencari formula yang tepat untuk bergeser ke digital. Bagi perusahaan yang masih bingung dan belum tahu akan memulai darimana, kami siap untuk mendampingi hingga sistem teknologinya berjalan,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here