Keuangan Rumah Tangga Bergejolak di Masa Pandemi? Begini Solusinya!

Keuangan rumah tangga menjadi fokus perhatian khusus bagi para pasangan di masa pandemi COVID-19. Di tengah pandemi yang belum kunjung reda, wajar jika beberapa keluarga mulai cemas soal keuangan. Tentu butuh kerja sama yang baik antarpasangan untuk menghadapi krisis ini.

Berikut beberapa langkah awal yang bisa dilakukan pasangan untuk menyelamatkan keuangan rumah tangga. Semoga pandemi ini dapat dihadapi dengan persiapakan dana yang baik ya.

Evaluasi Ulang Sumber Penghasilan yang Menyokong Keuangan Rumah Tangga

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencermati ulang sumber dana dalam keluarga. Perlu dicermati apakah di masa pandemi ini ada pendapatan salah satu orang yang berkurang atau tidak. Andai pendapatan suami atau istri ada yang menurun, hal ini jelas berpengaruh ke finansial keluarga.

Jangan buru-buru panik saat pendapatan menurun. Yang terpenting adalah menyadari dan memahami total pemasukan terlebih dahulu. Masalah kecukupan uang yang ada bisa disesuaikan lewat perencanaan baru.

Hitung Ulang Anggaran Pengeluaran dalam Keuangan Rumah Tangga

Setelah itu, periksa kembali pengeluaran bulanan yang biasanya terjadi. Pahami penggunaan uang selama sebelum masa pandemi lebih banyak habis di pos mana. Dengan kondisi agak krisis seperti sekarang, tentu pasangan harus sama-sama bijak untuk menyesuaikan diri.

Hitung kembali rencana pengeluaran di masa pandemi dengan menyesuaikan total pendapatan. Pastikan untuk selalu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan bulanan terlebih dahulu. Kesampingkan dulu anggaran yang bersifat konsumtif.

Baca Juga: Jangan Biarkan Uang Menghancurkan Rumah Tangga, Cegah dengan Ini

Cek Jumlah Dana Darurat yang Dimiliki Bersama

Salah satu pondasi penting dalam keuangan rumah tangga tentu saja dana darurat. Besaran dana darurat bagi pasangan dengan anak minimal 12 kali pengeluaran rutin bulanan. Jadi, jangan lupa cek apakah dana darurat sudah mencukupi untuk hidup di masa pandemi.

Faktor jenis pekerjaan juga memengaruhi target dana darurat yang harus dimiliki. Jika ada yang bekerja sebagai freelancer, tentu sebisa mungkin menyiapkan dana darurat lebih banyak.

Disiplin Tidak Konsumtif untuk Menjaga Keuangan Rumah Tangga Tetap Stabil

Menahan diri untuk berbelanja hal tidak penting adalah kunci utama bertahan di masa pandemi. Ada baiknya mengalihkan sebagian dana yang biasanya untuk hiburan ke dana darurat. Cari kegiatan yang mudah dan ramah untuk dilakukan di rumah agar tidak bosan.

Selain itu, sebisa mungkin hindari utang. Saat kas rumah tangga terasa masih sulit, coba pikir ulang kembali adakah aset yang bisa dilepas atau dijual. Utang adalah opsi terakhir yang harus dilakukan saat semua tabungan dan aset sudah tidak mampu menyokong rumah tangga.

Semoga keuangan rumah tangga milikmu masih bisa stabil di tengah pandemi ini ya. Jangan lupa untuk terus evaluasi dan kontrol keuangan secara bijak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here