COVID-19, Startup Pintek Ringankan Beban Ekonomi Orangtua Siswa

Pintek, startup peer to peer lending, untuk dana pinjaman sekolah. (FOTO: dok. Pintek).

Di tengah pandemi COVID-19, startup Pintek justru menunjukkan tren positif dalam proses bisnisnya. Terlebih, pada periode Agustus dan September ini, ketika permintaan pinjaman dana pendidikan meningkat seiring awal ajaran baru. Sebagai startup peer-to-peer lending di bidang pendidikan, Pintek menawarkan dana pinjaman hingga Rp300 juta untuk biaya sekolah, universitas, pendidikan informal, dan training

Peminjam dana pendidikan melalui Pintek dapat mengembalikan dana pinjamannya dalam kurun waktu enam hingga 24 bulan tergantung dari masa belajar, dan dikenai bunga dua persen. Sementara itu, bila peminjam akan menempuh pendidikan di lembaga pendidikan yang telah bekerja sama dengan Pintek, bunga yang dibebankan sebesar 0 persen hingga 1,5 persen.

Solusi dana pinjaman pendidikan yang ditawarkan Pintek jelas memberikan angin segar bagi orangtua dan mahasiswa di tengah kondisi ekonomi yang terdampak negatif akibat pandemi COVID-19.

Kepada Job-Like Magazine, Deany Jaghdour, VP Strategies Pintek, menjelaskan misi yang diangkat Pintek untuk berkontribusi dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Melalui dana pinjaman Pintek, peluang untuk mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya menjadi lebih terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Kendala mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan konvensional yang acap terjadi kini bisa diatasi melalui solusi yang ditawarkan Pintek.

“Kami ingin membantu mereka yang tidak bisa mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan konvesional, mereka yang sebenarnya ingin mendapatkan pendidikan yang lebih baik, dan mereka yang sebenarnya bisa berkontribusi di masa depan tetapi tidak memiliki kesempatan,” bilang Deany.

“Sebenarnya mereka bisa membayar karena sekarang ini orang lebih kreatif dalam mendapatkan penghasilan. Masalahnya, aliran penghasilan itu tidak terekam seperti mereka yang mendapatkan penghasilan bulanan yang tetap. Sehingga mereka tidak bisa mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan konvesional karena kendala persyaratan bukti gaji,” jelasnya. 

Baca Juga: Mau Sukses? Ada 2 Resep Berganti Karier dari Deany Jaghdour

Selain memberikan pinjaman dana secara individu, Pintek juga memberikan pinjaman kepada institusi pendidikan, seperti sekolah. Deany menjelaskan Pintek siap membantu pihak sekolah melalui dana untuk memerbaiki fasilitas belajar mengajar maupun biaya training pengajar. Peningkatan fasilitas dan kualitas tenaga pengajar tentu penting untuk mendukung kualitas pendidikan yang diberikan. 

“Untuk itu Pintek hadir. Ada Pintek Institutions Loan, yang membantu untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar proses pendidikan yang diberikan pun lebih baik. Saat ini masih ada jurang antara sekolah swasta (di kota-kota besar) dengan sekolah negeri yang mayoritas diikuti generasi masa depan Indonesia di kota-kota kecil. Ada jurang antara pengajaran dan kualitas kurikulum, lalu kualitas lulusannya,” bilang Deany.

Tips VP Strategies Pintek agar Startup Keluar dari Krisis Pandemi COVID-19

Sebagai startup yang fokus di bidang pendidikan, dampak COVID-19 memang tidak terlalu negatif bagi Pintek. Meski begitu, Pintek tetap terus meningkatkan kualitas solusi yang ditawarkan untuk para penggunanya. Terlebih selama pandemi COVID-19 proses belajar mengajar beralih menjadi daring. Sebagai VP Strategies, Deany mengatakan para pelaku startup harus memiliki kemampuan untuk melihat peluang bisnis di tengah situasi negatif agar bisnisnya mampu bertahan.  

Dalam bincang-bincangnya bersama Job-Like Magazine melalui video call, Deany menegaskan inovasi menjadi kunci penting dalam bisnis startup. Salah satu cara mudah untuk menciptakan ide-ide segar untuk melahirkan inovasi adalah dengan mendengarkan opini dan masukan dari pengguna dan tim kerja. 

“Dengarkan customer. Pandemi ini peluang untuk mengambil langkah dan memahami apakah kamu sudah memiliki produk yang sesuai dengan pasar. Apakah perusahaan kamu telah memberikan solusi untuk masalah yang ada. Dunia telah berubah dan kita harus beradaptasi di pelbagai level,” ujar Deany.

“Dengarkan juga tim kamu. Kunci sukses untuk startup adalah tim di baliknya. Jaga anggota tim kamu, pastikan mereka terlibat, ingatkan mereka tentang budaya perusahaan. Memang hal ini lebih sulit dilakukan saat pandemi, tetapi sangat penting. Kamu membutuhkan tim untuk bertahan!” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here