SYNRGY Accelerator BCA & GK Plug and Play Gelar Pitching Virtual

Jayaprawirya Diah (EVP Digital Innovation Solutions BCA) sedang menyaksikan pitch startup secara virtual. (FOTO: dok. BCA)

Pandemi virus Covid-19 tak menghentikan komitmen PT Bank Central Asia, tbk (BCA) untuk menggerakkan pertumbuhan ekosistem startup di Indonesia. Di tengah kebijakan pembatasan sosial yang diterapkan pemerintah, BCA menggelar pembinaan startup secara virtual melalui DEMODAY, pada 27 Maret silam.

DEMODAY merupakan program SYNRGY Accelerator Program Batch 2 yang diusung BCA dengan menggandeng GK Plug and Play. Total 10 startup binaan SYNRGY Accelerator batch 2 mengikuti DEMODAY Virtual. Yaitu, Ai Sensum, Assemblr, Cubeacon, Delman IO, DyCodeX, KYCK!, Octagon Studio, Komodo, Shinta VR, dan Verihubs.

Hal ini dilakukan karena situasi yang sedang tidak kondusif karena tingginya angka penyebaran virus Covid-19. Alhasil, BCA dan GK Plug and Play terdorong untuk mengalihkan sistem pembinaan secara tatap muka menjadi digital.

Dengan metode virtual ini diharapkan para startup binaan SYNRGY Accelerator tetap mendapatkan insight untuk mengembangkan bisnis mereka. Selain itu, juga untuk menjaga diri dari paparan virus Covid-19.

“Tujuan Demo Day diadakan secara virtual adalah keputusan yang baik dan merupakan inisiatif dari BCA dan kami sebagai bentuk dukungan kita pada pemerintah, yakni physical distancing. Sekaligus membantu diri kita sendiri dari paparan virus agar frekuensi penyebaran tidak semakin meluas,” tutur Aaron Nio, Direktur GK Plug and Play Indonesia.

“Meskipun tidak bertatap muka secara langsung, kita tetap antusias dan semangat. Terbukti dari kemajuan yang ditunjukkan para startup selama program berjalan,” lanjutnya. 

Baca Juga: GK Plug and Play Indonesia: “Penghulu” Startup dan Korporasi

Program DEMODAY dari SYNRGY Accelerator ini terdiri dari beberapa sesi pembekalan. Yaitu, one on one mentoring, sharing dari para pakar lintas bidang, workshop, dan corporate visit ke Halo BCA untuk melakukan benchmarking terhadap pelayanan customer yang dilakukan oleh BCA.

Selain itu, digelar juga pitching virtual berupa private meeting session dan discussion dengan bisnis-bisnis unit Grup BCA. Sesi ini membuka peluang untuk bekerja sama dengan BCA.

“Melalui Virtual Demo Day ini, kami membuka akses kepada manajemen Grup BCA, para investor dan para undangan untuk menyaksikan pitch dari 10 startup tersebut. Agar bisa memberikan pemahaman mengenai visi, misi perusahaan, serta produk dan solusi yang mereka miliki,” ujar Jayaprawirya Diah, EVP Digital Innovation Solutions BCA.

“Harapannya bisa membuka berbagai peluang kerjasama baik dalam bentuk partnership, investment maupun bentuk kerjasama lainnya. Mari kita bersama-sama tetap optimis, tetap produktif dan terus maju melangkah, menggerakkan perekonomian bangsa Indonesia,” tutupnya.

Mengenal 10 Startup Batch 2 Binaan SYNRG Accelerator

AI Sensum

Startup satu ini bergerak di bidang big data analytics dan AI (Artificial Intelligence). AI Sensum menawarkan platform customer engagement yang berfungsi mengidentifikasi proses cross-sell, upsell, dan mengaktiviasi channel penggunaan yang paling aktif.

Assemblr

Menawarkan platform untuk mengakses dan membuat konten Augmented Reality dengan lebih mudah. Platform ini tersedia dalam bentuk mobile dan desktop.

Cubeacon

Fokus Cubeacon adalah membangun hardware dan mobile insight untuk IoT (Internet of Things) device. Startup ini juga juga menyediakan solusi platform IoT untuk manajemen aset, orang dan komoditi.

Delman IO

Startup ini berfokus pada kebutuhan data cleansing dan data warehousing dengan menggunakan solusi end-to-end big data.

DycodeX

Mengembangkan produk dan solusi berbasis AI dan IoT. Kedua teknologi tersebut dibangun secara in-house, end to end. Salah satu platform yang diciptakan DycodeX adalah SMARTernak, sebuah platform pendamping pengelolaan peternakan sapi.

KYCK!

Platform KYC (Know Your Customer) digunakan untuk melakukan verifikasi startup dengan identitas berbasis blockchain. KYCK! adalah dompet identitas digital, lengkap dengan kemampuan on boarding jarak jauh.

Octagon Studio

Startup satu ini menyediakan produk dan solusi AR (Augmented Reality), VR (Virtual Reality) dan MR (Mixed Reality). Solusi yang ditawarkan Octagon Studio telah digunakan untuk meningkatkan sistem edukasi, interaksi, efisiensi dan fun faktor dari suatu interaksi.

Qomodo

Qomodo sebagai perusahaan rintisan market research yang melayani kebutuhan perusahaan kecil dan menengah (UKM) untuk riset pasar. Prosesnya dengan pengumpulan data primer dan dianalisa dengan berbagai metode otomatis dan disederhanakan.

Shinta VR

Sebagai perusahaan rintisan pengembang software dan konten VR/AR/MR, Shinta VR berfokus pada pemanfaatan di sektor training dan sektor edutech. Produk yang telah dihasilkan adalah Millealab, sebuah platform all-in-one VR untuk pendidikan Indonesia.

Verihubs

Verihubs menyediakan layanan verifikasi otomatis dengan menggunakan teknologi berbasis AI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here