Startup Tjetak Disuntik Dana Seri A oleh Temasek di Tengah Pandemi

Kucuran dana segar diterima startup Tjetak, yang bergerak di bidang kemasan produk, di tengah pandemi COVID-19. Pendanaan Seri A diperoleh startup Tjetak dari Vertex Ventures, perusahaan investasi yang merupakan anak usaha Temasek Holding. Dana segar ini akan semakin memperluas bisnis Tjetak yang memberikan solusi kemasan custom bagi para pelaku usaha, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Menurut Co-Founder Tjetak, Angga Pranaspati, Tjetak akan memanfaatkan pendanaan baru ini untuk tiga hal utama. Pertama, Tjetak akan melebarkan wilayah operasionalnya dan memperkuat Sumber Daya Manusia.

Kedua, strategi pengembangan fitur-fitur baru akan dilakukan Tjetak untuk memberikan solusi yang lebih inovatif dan bersaing. Selain itu, pendanaan dari Vertex Ventures ini akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas lab dan fasilitas packaging.

Suntikan dana dari Vertex Ventures dinilai Angga terjadi pada momen yang tepat. Pasalnya, pergerakan bisnis usaha daring semakin meningkat sejak dunia memasuki situasi pandemi COVID-19. Oleh karenanya, servis kemasan yang ditawarkan Tjetak menjadi salah satu komponen yang dibutuhkan oleh para pelaku bisnis daring. Terlebih bagi pelaku bisnis UMKM yang membutuhkan kemasan yang berkualitas untuk meningkatkan brand value di mata pelanggannya. 

Baca Juga: Membangun Startup Butuh 3 Posisi Vital Ini, dan Ini Tips untuk Pitch Deck

Fakta meningkatnya pertumbuhan usaha bisnis selama pandemi COVID-19 juga didukung oleh data dari platform e-commerce Tokopedia. Tercatat, Tokopedia mendapatkan kenaikan hingga 250 persen dari jumlah penjual yang tergabung sebagai merchant mereka. Nah, usaha bisnis dengan total nilai industri hingga Rp87 triliun ini membutuhkan desain kemasan yang profesional untuk kepentingan brand value

“Oleh karena itu, Tjetak sebagai startup solusi packaging yang memiliki spesialisasi di bidang kemasan memiliki potensi besar untuk bertumbuh dan melayani lebih banyak perusahaan di Indonesia. Kami melihat bahwa industri kemasan memiliki beberapa pain points, misalnya proses untuk mendapatkan harga membutuhkan waktu yang lama serta spesifikasi rumit,” ujar Angga melalui keterangan persnya.

“Selain itu, proses desain kemasan yang tidak tepat juga dapat menimbulkan kerugian, baik secara harga maupun produk. Terakhir, proses produksi kemasan tidak berjalan transparan sehingga dapat mengganggu waktu produksi yang sangat vital bagi semua pelaku bisnis,” imbuhnya. 

Baca Juga: Strategi Pivot Startup Saat Pandemi, Solusi atau Sekoci Temporer?

Startup Tjetak sendiri didirikan sebagai startup teknologi di bidang kemasan pada tahun 2018 oleh tiga alumni Universitas Indonesia, yaitu Angga, Raffisal Damanhuri, dan Hasandi Patriawan. Tjetak menawarkan servisnya untuk klien-klien multi-industri, seperti FMCG, e-commerce, F&B, logistik, dan farmasi, dari skala enterprises hingga UMKM. 

Dalam servisnya, Tjetak menawarkan empat kategori kemasan utama, yaitu Corrugated Carton Box/Kardus, Offset Printing Packaging, Flexible Packaging, serta Rigid Boxes. Sebagai perusahaan rintisan berbasis teknologi, Tjetak juga memberikan transparansi bagi kliennya untuk melacak produknya melalui platform Tjetak.com. Melalui pelacakan ini, klien mendapatkan informasi terkini mengenai proses pengerjaan hingga estimasi waktu produksi. 

Keputusan menyuntikan dana bagi Tjetak sendiri diakui Vertex Ventures setelah pihaknya menilai model bisnis Tjetak yang tepat dan strategis untuk membantu pebinis UMKM dan enterprises. Hal ini diutarakan oleh Joo Hock Chua, selaku Managing Partner Vertex Ventures SEA.

“Dengan pertumbuhan besar di bidang konsumsi ritel di Indonesia, baik secara online maupun tradisional, Tjetak berada di posisi yang strategis untuk membantu para UMKM dan perusahaan besar memenuhi kebutuhan kemasan yang unik dan inovatif,” bilang Joo.

“Kami senang bisa menjadi investor dalam pendanaan Seri A dan mendukung pertumbuhan Tjetak sedari awal. Kami akan terus bekerja sama dengan tim Tjetak untuk membangun perusahaan kemasan terdepan berbasis teknologi,” tambahnya.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here