Stoqo Hadirkan Aplikasi B2B Khusus Pelaku Bisnis Kuliner

Stoqo Hadirkan Aplikasi B2B Khusus Pelaku Bisnis Kuliner
Source: stoqo

Semakin mudahnya mendapatkan akses internet serta semakin pesatnya kemajuan teknologi informasi menjadikan startup B2B Indonesia mulai bermunculan. Salah satunya adalah Stoqo yang menawarkan aplikasi B2B khusus untuk pelaku bisnis kuliner.

Pasar e-commerce semakin diramaikan oleh kehadiran startup e-commerce yang menawarkan berbagai kelebihan dan keunikan. Sebut saja Tokopedia, Bukalapak dan JD. Hanya saja sebagian besar pemain e-commerce masih banyak yang bermain di segmen B2C atau Business to Consumer.

Sedangkan di pangsa B2B atau Business to Business pemainnya masih bisa dihitung dengan jari. Apalagi jika target marketnya adalah para pelaku bisnis kuliner. Baik di sektor korporasi maupun UKM yang jumlah karyawannya masih terbatas.

Stoqo: Startup B2B Indonesia untuk Industri Kuliner

Hasil survei yang dilakukan oleh Jakpat Mobile Survey Platform dan Dailysocial menunjukkan bahwa lebih dari 65% pengguna perangkat mobile sebenarnya telah mengetahui keberadaan penyedia layanan B2B. Namun meski presentasenya cukup besar, hanya sedikit pengguna perangkat mobile yang menggunakan layanan B2B untuk kepentingan bisnis atau usahanya.

Kesempatan ini dicoba untuk dimanfaatkan oleh Stoqo. Bernaung dibawah bendera PT. Stoqo Teknologi Indonesia, Stoqo membuat terobosan dengan tidak hanya memasuki ranah B2B. Lebih dari itu, Stoqo melakukan segmentasi dengan menyediakan layanan B2B khusus bagi pelaku usaha bisnis kuliner.

Harapannya, Stoqo menjadi solusi bagi para pemilik restoran atau warung yang mengalami kesulitan berhubungan dengan pemasok bahan makanan. Stoqo juga menjadikan proses distribusi dan pengelolaan bahan pokok menjadi lebih efisien. Semuanya dengan menawarkan harga terbaik.

“Kelebihan Stoqo adalah kemudahan transaksinya. Mau order tinggal order via apps atau WhatsApp. Sistem pembayarannya juga enak,” ujar pemilik warung makan Ayam Tangkap Atjeh Rayeuk, Dimas Wibisono.

Baca Juga: 4 Pengusaha Wanita yang Sukses Membangun Startup di Indonesia

Dengan menggunakan Stoqo, pelaku bisnis kuliner tidak lagi harus menugaskan karyawannya belanja ke pasar. Kendati demikian, pasokan bahan baku yang kualitasnya bisa diandalkan tetap bisa dipastikan. Selain itu, harga yang didapatkan adalah harga yang transparan.

Agar bisa melayani pengguna dengan maksimal Stoqo saat ini tengah me-modernisasi mata rantai distribusinya. Selain itu inovasi dilakukan dengan menyediakan layanan next day delivery sebagai bagian dari online food distribution service. Stoqo juga menyediakan dukungan customer services non-stop (24 jam selama 7 hari dalam seminggu).

Setahun setelah didirikan, Stoqo sudah diunduh oleh 5,000 pelanggan berskala kecil dan menengah. Untuk sementara, area pengiriman masih berfokus di Jakarta. Namun pada akhir 2018 nanti Stoqo diharapkan sudah bisa melayani pengguna yang berada di Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi.

Beri komentar Anda tentang artikel ini