Storytelling, Strategi Baru untuk Lolos Interview Kerja

Prinsip storytelling salah satu metode yang dapat kamu terapkan saat mengikuti interview kerja. Sebuah cerita yang bagus akan membuat kamu memiliki “feel” dan memaksa kamu untuk bertindak.

Sebenarnya, storytelling bukan hal baru dalam bisnis, namun ini menjadi metode komunikasi paling fundamental dan paling tua. Jika kamu ingin menerapkan prinsip storytelling saat interview, ada beberapa tips yang dapat diikuti.

Fokuslah pada Resume

Menurut Arielle Shnaidman, Brand Story Coach, meskipun skill dan proyek yang penah kamu kerjakan adalah hal penting, tapi itu hanya salah satu faktor saja.

Ketika kamu merancang resume, pertimbangkan sebuah niche atau spesialisasi yang ingin kamu sorot dan buat posisimu di sekitar itu.

Tiap poin pada resume seharusnya mencerminkan niche kamu, berkontribusi pada story kamu dan menceritakan kembali mengapa kamu akan berhasil dalam pekerjaan spesifik yang dilamar.

Dengan begitu, prinsip storytelling yang akan kamu ungkapkan bisa lebih runtut dan sistematis.

Tentukan Posisi Kamu

Satu hal yang sering dilupakan oleh banyak orang adalah bagaimana memperjelas apa yang sebenarnya dilakukan. Ketika kamu membangun narasi, Shnaidman pun menyarankan kamu untuk memiliki jawaban yang jelas untuk pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apa yang kamu lakukan?
  • Apa melakukannya untuk siapa?
  • Nilai apa yang kamu berikan?

Setelah menyaring jawaban, kamu dapat membuat pernyataan posisi kerja yang jelas dan ringkas hingga bisa membantu memandu pembuatan resume atau LinkedIn, dan fokus selama percakapan dan interview. Fokus pada market kamu dan miliki kepercayaan diri saat mendiskusikan keahlian dan nilaimu.

Baca Juga: Jangan Gugup! 6 Cara Ini Bisa Dilakukan agar Sukses Interview Kerja di Bidang Keuangan

Jelaskan Alasannya

Ketika kamu menulis dan berbicara tentang pengalaman kerja, kamu harus mampu mengartikulasikan tujuan dengan jelas. Ajukan pertanyaan pada diri sendiri, “Kenapa saya melakukan pekerjaan seperti ini?”.

Setelah memiliki jawaban yang menyeluruh, gali lebih dalam dan teruslah bertanya, “Kenapa?”.

Berhenti Mencoba untuk Mencocok-cocokan

Daripada melupakan bagian dari hidup dan pengalaman yang tidak cocok dengan parameter tertentu, gunakanlah pengalaman tersebut untuk membingkai narasi kamu dan menciptakan blok bangunan saat membangun prinsip storytelling.

Bila kamu terus-menerus dalam proses mencoba menjadi seperti orang lain, kamu akan lupa apa yang membuat dirimu unik.

Muncul Secara Online dengan Konsisten

Ketika kamu ingin menerapkan prinsip storytelling untuk bisa lolos interview, kamu juga perlu aktif di media sosial dengan bijaksana. Kamu tidak hanya bisa muncul ketika mencari pekerjaan baru.

Seperti halnya jaringan, tampil online harus menjadi praktik yang berkelanjutan. Kamu harus selalu muncul, online dan offline untuk membantu menunjukan pada orang lain siapa diri kamu.

Muncul online bukan berarti kamu harus stres untuk menulis unggahan lebih dari 500 kata tiap hari. Sebaliknya, ada cara praktis yang bisa dilakukan, misalnya dengan berbagai artikel, pemikiran, quote, atau apapun yang sesuai dengan kamu.

Ketika kamu sharing cerita yang berkaitan dengan pekerjaan, itu menunjukan bahwa kamu juga manusia biasa.

Dan jika kamu sharing kisah jujur yang berkaitan dengan hidupmu, ini menunjukan nilai-nilai kamu kepada orang-orang di sekitar. Bila orang lain dapat menaksir apa yang sebenarnya kamu lakukan di luar fakta di atas kertas, mereka lebih cenderung bekerja dengan kamu dan ingin kamu untuk masuk dalam tim mereka.

Juga, hal sederhana seperti membagian pembaharuan LinkedIn atau retweet pemikiran pemimpin dunia akan membantu orang-orang untuk terhubung dengan kamu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here