Competitive Benchmarking: Tips agar Bisnis Selalu Bisa Bersaing

Kalau kamu berjualan makanan kekinian, hampir pasti kamu tidak sendirian. Ada banyak pengusaha makanan kekinian lain yang juga berharap mendapatkan keuntungan. Namun, apakah kinerja bisnismu lebih baik dari pengusaha lain? Atau justru sebaliknya? Untuk mengetahuinya, kamu bisa melakukan competitive benchmarking.

Apa yang dimaksud dengan competitive benchmarking?

Competitive benchmarking merupakan proses membandingkan kinerja bisnis dengan pesaing, dengan memperhitungkan kinerja dari lini kegiatan bisnis tertentu. Tujuannya, agar bisa menerapkan strategi yang tepat sehingga bisnis bisa bertahan dan mampu bersaing. Proses ini dilakukan oleh pemilik usaha dari berbagai skala bisnis. Baik bisnis berskala kecil, maupun berskala besar.

Berikut ini langkah-langkah sederhana yang bisa kamu lakukan jika ingin melakukan competitive benchmarking,

Menentukan Lini Kegiatan yang Ingin Dibandingkan

Setiap bisnis tentunya memiliki beberapa lini kegiatan. Untuk itu, sebelum melakukan benchmarking, kamu sebaiknya menyusun daftar lini kegiatan yang ingin dibandingkan dengan lini kegiatan bisnis lain. Berikut ini di antaranya,

  • Operasional dan proses produksi;
  • Produktivitas karyawan atau tenaga kerja;
  • Kualitas produk dan jasa yang dihasilkan;
  • Layanan pelanggan;
  • Marketing/sales;
  • Keuangan.

Dengan menyusun daftar lini kegiatan, kamu akan lebih mudah mengetahui apa-apa saja yang sudah dilakukan pesaing untuk masing-masing lini kegiatan tersebut. Kamu juga bisa mengevaluasi upaya apa saja yang sudah kamu lakukan di masing-masing lini kegiatan tersebut.

Baca Juga: Teknik Sales Funnel, Strategi Menjaring Pelanggan Bisnis

Menentukan Bisnis Pembanding

Setelah menyusun lini kegiatan, kamu bisa memilih bisnis pesaing untuk dibandingkan. Ada beberapa cara untuk memilihnya. Salah satunya, yaitu dengan menggunakan pemimpin pasar atau pemilik bisnis yang paling banyak melakukan penjualan sebagai pembanding.

Cara lainnya, melakukan perbandingan bisnis yang kamu miliki dengan bisnis lain yang berada di level yang sama. Dengan kata lain, kamu membandingkan bisnis kamu dengan pesaing terdekat.

Melakukan Riset Competitive Benchmarking

Setelah menentukan bisnis lain sebagai pembanding, kamu bisa mengevaluasi apa-apa saja yang sudah dilakukan oleh bisnis lain namun tidak kamu lakukan. Demikian pula sebaliknya. Semisal, bagaimana bisnis lain mampu menghemat biaya penggunaan kemasan. Atau kegiatan promosi apa saja yang dipilih oleh bisnis lain.

Kamu juga bisa membandingkan data, angka atau metrics yang dihasilkan oleh setiap lini kegiatan. Semisal, bisnismu melakukan penjualan sebesar Rp150 juta pada tahun 2018. Sementara, bisnis lain berhasil melakukan penjualan sebesar Rp175 juta pada tahun yang sama.

Dari hasil analisa dan evaluasi competitive benchmarking kamu bisa mengevaluasi kinerja setiap lini kegiatan yang dimiliki. Lebih dari itu, kamu bisa melakukan perbaikan jika diperlukan.

Selain itu, kamu juga bisa menetapkan target-target tertentu, agar kinerja setiap lini kegiatan yang dimiliki bisa sama, atau lebih baik dari bisnis lain. Dengan begitu, bisnis yang kamu miliki bisa bertahan dan selalu mampu bersaing dengan bisnis lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here