Teknik Kanban: Cara Mengoptimalkan Proses Produksi dalam Bisnis

Istilah teknik Kanban bukanlah hal asing di dunia bisnis. Teknik ini sering digunakan untuk mengoptimalkan proses produksi. Implementasi yang tepat membuat bahan baku maupun produk jadi tidak menumpuk terlalu banyak. Kalau selama ini bisnis Anda belum menemukan teknik inventori yang tepat, berarti Anda bisa mempelajari teknik Kanban dan mencobanya.

Apa yang Dimaksud dengan Teknik Kanban?

Teknik Kanban pertama kali diperkenalkan oleh Toyota di Jepang. Secara harfiah, kanban dapat diartikan sebagai “sinyal visual”. Prinsip dasar teknik ini menghadirkan panduan visual bagi seluruh tim kerja. Sehingga diharapkan seluruh anggota tim mampu menjalankan pekerjaan sesuai dengan informasi pada papan kanban.

Papan Kanban berisi informasi ringkas yang dibagi menjadi tiga kolom, yaitu kolom tentang pekerjaan yang akan dikerjakan (to do), yang sedang dikerjakan (doing), dan yang sudah selesai dikerjakan (done). Visualisasi ini membuat aliran pekerjaan menjadi lebih sistematis dan kesalahpahaman dapat diminimalkan.

Aturan Utama Penerapan Teknik Kanban

Ada beberapa aturan utama yang mesti dilaksanakan dalam penerapan teknik kanban, yaitu,

  • Hanya boleh mengambil barang yang dibutuhkan sesuai ketentuan Kanban.
  • Jumlah barang yang diproduksi hanya sebanyak kebutuhan pelanggan.
  • Tidak boleh ada bahan baku atau barang yang dipindahkan tanpa informasi Kanban.
  • Produk yang cacat atau jumlahnya tidak sesuai tidak boleh berlanjut ke proses berikutnya.
  • Teknik ini harus diberlakukan pada semua bahan baku dan produk jadi.
  • Jumlah Kanban bisa ditambah atau dikurangi sesuai kebutuhan aktivitas produksi.

Baca Juga:5 Strategi Storytelling Agar Bisnis Anda Dekat di Hati Konsumen

Mengukur Lead Time Secara Akurat

Penerapan teknik Kanban dapat membantu mengukur lead time dalam proses produksi. Lead time adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu siklus produksi, dari bahan baku hingga produk jadi. Lead time yang terlalu lama membutuhkan proses evaluasi. Supaya waktu produksi bisa dilakukan sesingkat-singkatnya demi efisiensi proses dan biaya.

Meminimalkan Masalah dalam Proses Produksi

Masalah yang terjadi akibat penumpukan produk jadi atau keberadaan produk reject kerap menghambat proses bisnis secara keseluruhan. Itulah sebabnya teknik Kanban diformulasikan untuk meminimalkan masalah tersebut. Produk-produk yang masih bermasalah harus mendapatkan penanganan secara cepat agar bisa berlanjut ke proses berikutnya. Sehingga risiko produk rusak akibat terlalu lama menumpuk pun bisa diminimalkan.

Implementasi teknik Kanban akan mendorong bisnis Anda untuk melakukan continous improvement. Supaya proses bisnis bisa berlangsung lancar dan efektif. Masalah-masalah yang menghambat bisnis pun dapat diidentifikasi dan diatasi secara cepat agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here