Program Self Awareness, Strategi Employer Branding Tiket.com

Tiket.com fokus melakukan internal branding untuk membangun tim yang solid. (Foto: dok. pribadi)

Employer branding ke mata publik memang penting, tapi hal itu menjadi tidak efektif  bila tubuh di dalam perusahaan itu sendiri bobrok. Jadi, internal employer branding jauh lebih penting ketimbang external employer branding menurut Dudi Arisandi, Chief People Officer Tiket.com.

Internal-nya dirapikan supaya orang percaya bahwa kerja di Tiket itu baik, tepat. Dan mereka (karyawan, red) akan dengan mudah bilang ke luar, ‘Eh, kerja di Tiket seru’. Kami percaya your employee is your big asset, your ambassador. Make sure ambassador-nya baik,” tutur Dudi ketika ditemui Job-Like Magazine di kantornya.

Lalu, bagaimana Tiket.com mengasah para karyawannya menjadi duta-duta besar yang terbaik? 

Program internal employer branding terus digodok Tiket.com sejak Januari silam, salah satunya dengan memperkuat self awareness para karyawannya.

Menurut Dudi sebuah perusahaan tak akan berkembang bila semua pihak yang terlibat di dalamnya, mulai dari jajaran direksi sampai seluruh karyawan, tidak solid.

Melalui program self awareness, para karyawan diajak saling berbicara untuk mengenal kepribadian satu sama lain, yang akan mempermudah hubungan kerja mereka. Program ini sejalan dengan value yang dicanangkan Tiket.com, yaitu friendly.

Baca Juga: Employer Branding Demi Visibilitas Publik Sebuah Perusahan

Dengan saling mengenal satu sama lain, termasuk ketika karyawan bisa mudah berbaur dengan jajaran direksi, Tiket.com sukses menciptakan sebuah tim yang friendly. Hubungan bersahabat ini jelas memberikan energi positif dalam bekerja.

Internal employer branding berikutnya yang selaras dengan value flexibel Tiket.com, yaitu keuntungan berupa flexi wallet bagi semua karyawan. 

Dudi Arisandi, Chief People Officer Tiket.com. (Foto: Mega.Fransisca/Job-Like Magazine)

“Kami memberikan sesuatu yang flexibel. Karyawan dikasih X rupiah yang bisa dipakai untuk beli produk apapun yang ia mau, tapi 50 persennya harus digunakan untuk produk tiket,” bilang Dudi.

“Mengapa 50 persennya digunakan untuk produk tiket? Tujuannya, you need to love your product first,” tandasnya.

Ya, ketika karyawan sudah merasa nyaman dengan lingkungan kerja dan mencintai produknya, maka employer branding ke mata publik akan lebih mudah dilakukan. Dengan kepuasan yang dirasakan oleh karyawan otomatis angka turn over bisa ditekan.

Faktanya, kurun waktu delapan bulan, Tiket.com berhasil menekan angka turn over menjadi hanya 6 persen. Sebaliknya, Tiket.com melipat gandakan karyawannya hingga hampir mencapai 800 karyawan. Data ini jelas tak terlepas berkat kesuksesan internal employer branding yang diterapkan Tiket.com.

Misi membangun tim yang solid dan berkarakter pun dilakukan Tiket.com sejak hari pertama perekrutan. Dudi menjelaskan hari pertama karyawan baru dikhususkan untuk proses on boarding.

Artinya, selama satu hari penuh, karyawan baru fokus untuk memperkenalkan diri dan mengenal perusahaan serta rekan-rekannya.

On boarding process kami berbeda dari perusahaan lain. Di salah satu sesi on boarding, kami bermain monopoli dan ketika jatuh ke satu titik akan dikasih pertanyaan, seperti ‘Pengalaman hidup kamu apa?’, atau ‘Destinasi impian kamu ke mana?’. Tujuannya agar sejak hari pertama mereka sudah dekat,” ujar Dudi.

We believe in story. Mereka cerita dan satu sama lain harus friendly. Saya bilang ke board kalau hari pertama nggak boleh diganggu untuk kerja, it’s HR time. Ke depannya akan ada on boarding 3.0 yang sesuai dengan divisi. Saya malah ingin prosesnya 3 hari,” tambahnya.

Persetujuan dan komitmen dari jajaran direksi jelas mutlak diperlukan untuk menyukseskan program employer branding. Selain itu, Dudi juga menjelaskan para pemimpin perusahaan sejatinya memberikan role modeling bagi karyawannya.

“Karyawan Tiket 86 persen milenial, 11 persen Gen Z, 3 persen gen X. Di board tiga dari delapan orang Gen X, sisanya milenial. Board Tiket menyatu dengan tim. Ini kekuatan dari Tiket.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here