Kalau Strategi Engagement Tepat, Profit Bisnis Bisa Berlipat

Media sosial semakin sering digunakan untuk memperkenalkan dan menawarkan produk. Tapi, kamu tetap butuh strategi engagement yang tepat untuk meningkatkan penjualan. Agar keuntungan yang didapatkan bisa berlipat.

Engagement disini merupakan interaksi yang terjadi antara follower (konsumen) dan pemilik bisnis di platform media sosial. Interaksi ini juga bisa terjadi di antara sesama follower. Semakin tinggi tingkat engagement, semakin besar kemungkinan produk akan dikenali. Tingkat kepercayaan dan loyalitas terhadap produk juga semakin tinggi.

Mengapa Engagement Bisa Meningkatkan Profit dan Loyalitas?

Dengan adanya interaksi, konsumen merasa keinginan dan harapannya diperhatikan oleh pemilik bisnis. Semisal, konsumen bisa menggunggah keluhannya langsung di media sosial. Dengan menanggapi keluhan tersebut, konsumen lain menjadi tidak ragu untuk melakukan pembelian. Setidaknya, konsumen bisa meminta informasi lebih banyak tentang produk atau layanan yang ditawarkan.

Sebaliknya, jika ada konsumen yang memberikan ujian atau pengalamannya menggunakan produk, konsumen lainnya akan semakin percaya pada produk yang ditawarkan.

Di sisi pemilik bisnis, semua interaksi yang terjadi di media sosial bisa digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan kualitas produk.

Baca Juga: Mengapa Teknik Soft Selling Lebih Efektif bagi Pemasaran Modern?

Gunakan Strategi Engagement Ini agar Interaksi Meningkat

Agar postingan di media sosial bisa memancing interaksi, diperlukan penggunaan strategi engagement yang tepat. Di antaranya, yaitu,

Menggunakan Cara Komunikasi yang Tepat

Saat berkomunikasi ada baiknya memperhatikan beberapa hal ini:

  • Persona/karakter: bersahabat, profesional, tenang, menginspirasi, dan lain-lain.
  • Cara bertutur: sederhana, fun, penuh dengan jargon, serius, dan lain-lain.
  • Tujuan: memperkenalkan, mengedukasi, menghibur, dan lain-lain.

Agar persona, cara bertutur dan tujuan yang dimaksud bisa tercapai, pemilik bisani bisa menggunakan emoji, photo ataupun GIF dalam mengunggah konten.

Gunakan Teknik FOMO

FOMO atau fear of missing out merupakan kekhawatiran atau ketakutan yang dialami oleh konsumen. Postingan bernada FOMO bisa meningkatkan penjualan atau awareness. Semisal, jika hingga akhir bulan konsumen tidak melakukan pembelian, maka konsumen tidak mendapatkan diskon sebesar 50 persen.

Mengunggah Kebahagiaan

Di media sosial, emosi bisa memancing interaksi. Di antaranya rasa sedih, marah, takut dan bahagia. Emosi terbesar yang paling bisa memancing interaksi adalah bahagia. Karenanya, cobalah untuk mengunggah hal-hal yang mendatangkan rasa bahagia. Semisal, terjualnya produk sejumlah 10.000 unit, foto staf dan karyawan yang sedang bersenang-senang, video yang menunjukkan kepuasan konsumen, unggahan lucu dan lain-lain.

Menawarkan Rahasia

Rahasia selalu memancing perhatian siapa saja. Jika ingin meningkatkan interaksi, buatlah unggahan yang menawarkan rahasia. Rahasia tersebut bisa merupakan informasi yang sekiranya belum diketahui oleh konsumen. Semisal, “Ingin tahu rahasia mendapatkan kulit cerah tanpa menggunakan skin care?”.

Rekomendasi

Rekomendasi umumnya lebih dipercaya dibandingkan iklan produk. Karenanya, kamu bisa mengunggah rekomendasi jika ingin meningkatkan interaksi. Beberapa jenis unggahan rekomendasi di antaranya:

  • Unggahan yang melibatkan influencer;
  • Pengakuan halal/bergizi/berkualitas tinggi dari institusi resmi;
  • Testimoni pelanggan.

Dengan menerapkan strategi engagement yang tepat, produk atau layanan yang kamu tawarkan akan lebih dikenal. Dengan begitu kamu bisa meningkatkan penjualan sehingga profit yang didapatkan bisa meningkat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here