Good Better Best Pricing: Strategi Menetapkan Harga di Masa Pandemi

Strategi menetapkan harga good-better-best pricing bisa membantu meningkatkan angka penjualan di masa pandemi. Karena konsumen bisa memilih harga produk yang sesuai dengan kemampuannya.

Seperti yang sudah diketahui, di masa pandemi COVID-19 ini daya beli masyarakat menurun. Akibatnya, konsumen akan lebih berhati-hati dalam membeli produk atau jasa. Salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam pembelian adalah harga.

Sebagai pebisnis yang memasarkan produk atau jasa di masa pandemi, kamu bisa menggunakan strategi menetapkan harga dalam menawarkan produk/jasamu.

Apa Sih Strategi Good-Better-Best Pricing Itu?

Good-better-best pricing merupakan strategi penetapan harga sebuah produk dengan memberikan beberapa pilihan harga pada konsumen. Yaitu, harga terendah, harga menengah, dan harga tertinggi. Setiap pilihan harga yang diberikan memberikan fitur atau manfaat yang berbeda bagi konsumen.

Harga terendah merupakan harga produk standar. Harga menengah merupakan harga produk dengan fitur atau manfaat tambahan. Sedangkan harga tertinggi merupakan harga produk dengan fitur atau manfaat yang lebih lengkap atau lebih banyak.

Semisal, kamu menawarkan paket makanan ayam geprek dengan tiga pilihan harga. Yaitu, paket A seharga Rp5000, paket B seharga Rp6000, dan paket C seharga Rp7000. Konsumen yang membeli paket A mendapatkan sepotong ayam geprek dan sambal.

Konsumen yang membeli paket B mendapatkan sepotong ayam geprek dengan ekstra sambal dan lalapan. Sedangkan yang membeli paket C mendapatkan sepotong ayam geprek mozarella, sambal dan lalapan.

Baca Juga: Mencoba Teknik Upselling yang Efektif Meningkatkan Omzet Bisnismu

Strategi Pilihan Harga di Masa Pandemi

Dengan menggunakan strategi menetapkan harga good-better-best pricing, kemungkinan konsumen melakukan pembelian akan lebih besar. Meskipun daya belinya turun akibat pandemi. Hal ini karena strategi ini mendatangkan keuntungan lain bagi konsumen disamping produk yang didapatkannya. Di antaranya:

Konsumen Merasa Dihargai

Dengan memberikan pilihan harga termurah, konsumen merasa ia masih bisa mendapatkan manfaat dari produk meskipun uang yang dimilikinya terbatas.

Konsumen Merasa Diperhatikan

Setiap konsumen punya keinginan dan selera yang berbeda. Dengan memberikan pilihan fitur atau manfaat, konsumen merasa keinginannya diperhatikan.

Keuntungan Menggunakan Strategi Ini bagi Pebisnis

Dari sisi pebisnis, menggunakan strategi good-better-best pricing juga mendatangkan keuntungan. Salah satunya, kamu bisa meng-upgrade konsumen. Semisal, seorang konsumen sering membeli ayam geprek paket A. Di lain waktu kamu bisa menawarkan paket B atau C dengan mudah. Karena, konsumen tersebut sudah pernah merasakan paket A sebelumnya.

Dengan strategi ini kamu juga bisa menetapkan harga dengan mudah. Karena seringkali pebisnis mengalami kesulitan dalam menentukan harga yang tepat untuk produk yang ditawarkannya.

Bukan hanya mudah dalam menentukan harga, kamu juga bisa bebas menentukan harga. Hal ini penting jika kamu memiliki kompetitor. Semisal, harga untuk paket A adalah harga standar. Sedangkan harga paket B dan C adalah harga yang kamu tetapkan setelah melihat harga yang ditawarkan kompetitor.

Kamu juga bisa melakukan hal yang sebaliknya. Semisal, harga paket B adalah harga standar. Sedangkan harga paket A dan C adalah harga yang ditetapkan setelah melihat harga kompetitor.

Good-better-best pricing bukan hanya terbatas pada tiga pilihan harga. Kamu juga bisa menambahkan pilihan harga yang lebih banyak. Demikian pula dengan pilihan fitur atau manfaatnya. Yang terpenting, kamu bisa membantu konsumen meningkatkan daya belinya. Sekaligus meningkatkan angka penjualanmu di masa pandemi COVID-19 ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here