Strategi Paling Ampuh untuk Menghadapi Karyawan Malas di Kantor

menghadapi karyawan malas
Sumber : dentalproductsreport

Karyawan malas adalah salah satu tipe kolega yang paling mengesalkan. Mereka tidak pernah mengerjakan apa yang seharusnya jadi kewajiban mereka, mereka mendistraksi karyawan lain dan mereka melakukan berbagai hal padahal seharusnya bekerja. Namun, setiap tempat kerja nampak setidaknya punya satu karyawan malas. Sebagai seorang HRD, adalah kewajiban Anda untuk menghadapi karyawan malas dengan cara sebaik mungkin sehingga kualitasnya akan meningkat.

Lalu, apa yang Anda lakukan untuk menghadapi karyawan malas yang sangat merugikan perusahaan ini? Jika selama ini Anda masih pusing memikirkan cara terbaik untuk melakukannya, ikutilah berbagai strategi tersebut yang pasti efektif untuk mengelola karyawan-karyawan seperti ini.

Ini Cara Terbaik untuk Menghadapi Karyawan Malas

Mengobrollah Secara Pribadi

umpan balik wawancara
Sumber: employmentoffice

Langkah pertama untuk menghadapi karyawan malas adalah dengan menegur mereka atas perbuatan yang tidak pantas tersebut. Sebaiknya Anda melakukan ini secara pribadi, karena Anda tentu tidak ingin membuat mereka jadi makin kendor dengan menjelek-jelekkan mereka di hadapan kolega yang lain. Selain itu, Anda juga harus tetap sopan. Bahkan, seandainya Anda frustrasi, Anda tidak boleh menunjukkan hal ini atau tampak marah selama diskusi. Selama rapat-rapat resmi, berikanlah umpan balik yang konstruktif mengenai apa yang terjadi, sembari mengingatkan sang karyawan seberapa penting peran mereka bagi bisnis tersebut dan bahwa Anda tahu bahwa sebenarnya mereka bisa berperforma cemerlang sepanjang waktu.

Baca Juga: Ini Sejumlah Biaya Merekrut Karyawan Baru yang Harus Anda Pertimbangkan

Buat Gol yang Jelas

minta umpan balik
sumber: businessinsider

Kemungkinan besar, karyawan Anda yang malas butuh diingatkan mengenai apa yang sebenarnya diharapkan dari mereka. Jika mereka sudah mengerjakan hal-hal yang sama selama beberapa tahun, bisa jadi mereka kehilangan motivasi dan disiplin diri untuk mengikuti aturan mereka sendiri. Dan di sinilah Anda bisa berperan. Pimpinlah mereka ke jalan yang benar. Untuk menghadapi karyawan malas seperti ini, bantulah mengatur arah yang jelas agar karyawan Anda yang malas bisa meraihnya, dan pastikan bahwa mereka juga sepakat dengan target-target tersebut.

Tawarkan Lebih Banyak Pelatihan

pelatihanUntuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar peduli dengan perkembangan pribadi dan profesional mereka, Anda bisa menawarkan pelatihan tambahan jika dibutuhkan. Ini bisa Anda lakukan baik untuk menyegarkan kembali pengetahuan mereka atau memperluas keahlian-keahlian mereka saat ini dan mempelajari proses-proses baru.

Dengan menawarkan pelatihan, Anda menunjukkan bahwa Anda berkomitmen terhadap perkembangan mereka. Ini pada akhirnya akan menciptakan dampak positif, membantu para karyawan untuk merasa lebih termotivasi untuk bisa berkembang dan sukses di perusahaan.

Buatlah Insentif

Sumber : Merdeka

Hal pertama yang Anda lakukan untuk menghadapi karyawan malas pasti adalah menciptakan konsekuensi agar kewajiban sang karyawan tak lagi dilanggar. Namun, meskipun ini adalah taktik yang baik, tetapi insentif juga bisa jadi sesuatu yang sama-sama kuatnya. Jika seorang karyawan diberikan tujuan untuk meraih sesuatu sebagai imbalan, maka mereka akan mungkin bekerja berlipat-lipat kali lebih keras untuk memastikan bahwa mereka bisa mencapai tujuan tersebut. Siapa pun pasti ingin mendapatkan penghargaan. Coba carilah sesuatu yang sangat berharga untuk diperjuangkan seperti bonus atau hari libur ekstra.

Buat Kesempatan untuk Berkembang

Sumber : naukrigulf

Salah satu alasan mengapa seorang karyawan sudah menjadi tidak bersemangat lagi adalah karena kurangnya tantangan dan kurangnya kesempatan yang bisa memicu. Jika seorang karyawan merasa tidak ada lagi ruang untuk berkembang, maka mereka akan menjadi stagnan dengan apa yang mereka jalani dan bisa-bisa malah jadi ceroboh dengan pekerjaan mereka, datang kerja setiap hari hanya untuk mendapatkan gaji di akhir bulan.

Untuk menghadapi karyawan malas karena alasan ini, apalagi jika dulunya ia adalah pemain kunci, pertimbangkan untuk menciptakan kesempatan kunci untuk berkembang, tunjukkan bahwa ada kesempatan bagi mereka untuk tumbuh di perusahaan tersebut.

Beri komentar Anda tentang artikel ini