Strategi Merekrut Milenial Berkualitas untuk Perusahaan

Strategi merekrut milenial untuk bekerja di perusahaan perlu diterapkan HRD demi mendapat bibit berkualitas. Oleh sebab itu, HRD wajib paham nih seluk beluk generasi milenial hingga dunia seperti apa yang disukai mereka.

Berikut beberapa strategi merekrut milenial yang bisa membantu perusahaan mendapat karyawan berkualitas.

Gambarkan Suasana Kerja yang Nyaman dan Terbuka sebagai Strategi Merekrut Milenial

Generasi milenial cenderung lebih suka sistem kerja yang nyaman dan tidak terlalu mengikat. Nama-nama startup besar biasanya menjadi incaran milenial untuk membangun kariernya. Lalu, apakah startup yang sedang berkembang jarang dilirik milenial?

Ada beberapa milenial yang memutuskan berkarier dari startup kecil dulu untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman. Jadi, HRD sebaiknya mulai sedikit terbuka mengenai gambaran kerja perusahaan agar milenial tertarik bekerja di sana. “Jual” office life yang nyaman dan terbuka untuk menarik hati para milenial.

Buat Kerja Sama dengan Kampus Tertentu untuk Membidik Bibit Terbaik

Kalau perlu, lakukanlah jemput bola ke beberapa kampus pilihan untuk melakukan rekrutmen di sana. HRD perlu bekerja sama dengan kampus agar kesempatan untuk mendapatkan bibit terbaik pun lebih besar. Strategi merekrut milenial seperti ini cukup efektif loh.

Selain itu, buka pula kesempatan untuk para mahasiswa bisa magang di perusahaan selama beberapa bulan. Ciptakan suasana kondusif saat mereka magang sehingga para milenial pun tertarik untuk berkarier di perusahaan. Kadang bibit calon karyawan terbaik bisa muncul dari anak magang.

Baca Juga: Bekerja di Era Digital: Kemampuan Apa Saja yang Harus Dimiliki?

Kunci dari Strategi Merekrut Milenial adalah Jujur dan Terbuka sejak Awal

Langkah selanjutnya adalah bersikap jujur dan terbuka pada para milenial. Saat sesi wawancara, biasanya milenial akan menanyakan beberapa hal yang berkenaan dengan pekerjaannya nanti. Tugas HRD adalah menjelaskan garis besarnya secara terbuka dan jujur.

Misalnya, ceriatakan saja sistem dan budaya kerjanya seperti apa. Tidak perlu membuat kesan bahwa perusahaan adalah tempat yang sempurna. Kejujuran dan keterbukaan sedari awal dapat membantu milenial untuk memutuskan yakin atau tidak bekerja di perusahaan.

Bukan Sekadar Iming-Iming Gaji, tetapi Juga “Jual” Value Bekerja

Ada yang bilang kalau generasi milenial sekarang ini sangat perhitungan masalah gaji. Hal tersebut memang tidak sepenuhnya salah. Namun, ada baiknya perusahaan juga tidak sekadar memberikan iming-iming gaji semata pada milenial.

Ada hal yang jauh lebih berharga dari hal tersebut, yaitu value bekerja. Tunjukkan value bekerja yang dimiliki perusahaan agar para milenial termotivasi untuk belajar di tempat tersebut. Ingat, perkembangan kemampuan dan jenjang karier yang baik menjadi salah satu pertimbangan milenial dalam menentukan pekerjaan.

Semoga strategi merekrut milenial di atas dapat kamu terapkan saat proses rekrutmen di perusahaan ya. Selamat mencoba!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here