Micromarketing: Strategi Jitu yang Langsung Membidik Target Pasar

Marketing merupakan salah satu elemen penting dalam bisnis yang senantiasa berkembang pesat. Kompetisi bisnis yang semakin ketat membuat para pebisnis berupaya mengembangkan strategi semaksimal mungkin untuk menarik banyak pelanggan. Salah satu strategi pemasaran yang kian gencar diterapkan di zaman modern ini adalah micromarketing.

Kalau kamu ingin mempraktikkan micromarketing untuk mendukung kesuksesan bisnismu, sebaiknya kamu simak dulu ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa yang Dimaksud dengan Micromarketing?

Micromarketing dapat didefinisikan sebagai upaya pemasaran yang langsung ditujukan kepada target pasar yang spesifik berdasarkan segmentasi tertentu.

Bisnis yang menerapkan sistem pemasaran ini biasanya sudah membuat pemetaan segmen pasar berdasarkan klasifikasi tertentu, misalnya lokasi, jenis kelamin, tingkat ekonomi, tingkat pendidikan, dan daerah asal.

Hal tersebut akan mempermudah proses marketing mikro karena upaya promosi bisa langsung dilakukan secara spesifik.

Baca Juga: Drip Marketing: Strategi Menggaet Pelanggan yang Dilakukan Perlahan-lahan

Mengenal Beberapa Contoh Marketing Mikro

Beberapa contoh konkret micromarketing yang mudah ditemui di sekitar kita, yaitu,

  • Upaya Coca Cola melakukan kampanye Share A Coke dengan cara mencetak nama pelanggan pada kemasan kaleng minuman tersebut. Ternyata usaha ini membuahkan hasil signifikan karena berhasil mendongkrak omzet penjualan Coca Cola pada momen promo tersebut.
  • Kegiatan yang diadakan produsen kopi kemasan di pasar tradisional agar orang-orang yang sedang berbelanja semakin mengenali produk tersebut. Biasanya kegiatan ini juga disertai promosi berupa hadiah langsung.
  • Produsen produk tertentu langsung menempatkan Sales Promotion Girl di pasar tradisional atau supermarket supaya bisa mengedukasi masyarakat mengenai produknya. Beberapa produk yang kerap menggunakan strategi ini antara lain Food and Beverage (F&B), popok bayi, dan produk kebersihan rumah tangga.

Kelebihan dan Kekurangan Micromarketing

Sebelum kamu mempraktikkan strategi micromarketing, sebaiknya kamu mencermati beberapa kelebihan dan kekurangannya berikut ini:

Kelebihan:

  • Mengenal karakteristik target pasar secara langsung dan memanfaatkannya untuk berinovasi.
  • Memastikan bahwa masyarakat semakin mengenal produk yang bersangkutan karena marketing dilakukan secara spesifik.
  • Mendapatkan kritik dan saran dari pelanggan secara langsung sehingga bisa memperbaiki produk sesuai ekspektasi pelanggan.

Kekurangan:

  • Membutuhkan biaya ekstra untuk menjangkau target pasar yang spesifik.
  • Membuat produk jadi kurang dikenal di tempat yang tidak terjangkau selama proses marketing berlangsung.

Kini, keputusan bisnis sepenuhnya ada di tanganmu. Apakah kamu ingin mencoba teknik micromarketing untuk mendukung peningkatan omzet bisnis?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here