Pentingnya Strategi Pemasaran Storytelling untuk Reputasi Startup

Startup semakin menjamur di Indonesia. Baik startup yang menawarkan solusi atas permasalahan publik, atau startup yang hanya sekadar mengikuti tren. Apapun pemantiknya, setiap founder pasti menginginkan startup miliknya sukses dan bertahan lama. Nah, strategi pemasaran storytelling menjadi salah satu kunci yang patut dipertimbangkan.

Tapi, mengapa strategi pemasaran storytelling penting bagi kelangsungan startup? Storytelling merupakan strategi yang menjadikan brand terlihat berbeda di mata publik dibandingkan kompetitornya. Pasalnya, teknik storytelling memaparkan cerita dengan potensi “menghipnotis” para pembacanya.

Strategi pemasaran ini jelas penting bagi startup yang belum memiliki brand yang kuat di mata publik. Menurut Panji Pratama, Senior Manager PRecious Communication, produk atau jasa yang dikeluarkan sebuah brand bisa saja ditiru oleh brand lain, namun tidak halnya dengan story. Oleh karena itu, story yang mengena di hati publik akan membantu brand untuk membangun reputasinya.

Lebih lanjut, Panji memaparkan untuk melahirkan story yang bagus maka harus memiliki tiga aspek, yaitu cerita mengenai beginning, journey, dan ending. Itu sebabnya, brand harus mencantumkan kisah perjalanan awal berdirinya perusahaan ketika menyusun storytelling agar tepat sasaran.

Misalnya, kisah beginning diambil dari latar belakang para founder ketika memutuskan untuk membangun brand-nya. Lalu kisah pasang surut yang dirasakan selama perjalanan bisnisnya, dan cerita-cerita yang inspiratif lainnya.

Jadi, bila ketiga aspek tersebut diracik dalam kemasan yang baik melalui storytelling, maka akan menciptakan brand awareness di kalangan publik. Terlebih lagi, bila storytelling yang dihamparkan ke publik memiliki rasa humanis yang tinggi. Dan juga memiliki value proposition, yakni manfaat yang bisa dinikmati oleh konsumen atau publik.

Selain membeberkan tiga aspek penting dalam melahirkan storytelling yang bagus, Panji juga menegaskan tiga langkah vital dalam storytelling. Pertama, ketahui dulu mengapa publik harus mengetahui kisah dari brand atau perusahaan kamu. Apa yang membuat berbeda atau unik dibandingkan cerita dari brand lain?

Setelah kamu menemukan jawaban “why”, lalu temukan jawaban bagaimana publik bisa merasakan benefit dari storytelling tersebut. Manfaat apa yang diperoleh publik setelah mendengarkan storytelling kamu? Terakhir, apa esensinya dari storytelling kamu?

Baca Juga: Strategi Memulai Bisnis bagi Generasi Milenial Menurut Founder Kokumi

Storytelling Menjadi Strategi untuk Menarik Investor

Brand awareness sebuah startup yang terbangun berkat storytelling tidak hanya ditujukan untuk konsumen. Melainkan juga untuk menarik perhatian investor. Suntikan dana dari investor untuk mempercepat mobilitas bisnis jelas dibutuhkan oleh startup yang kebanyakan dibangun dengan modal kecil. Sementara itu, investor tidak bisa menyuntikan dana kepada sembarangan startup.

Biasanya, investor akan menunjukkan ketertarikannya kepada startup yang menjadi pembicaraan bibir di publik. Nah, bak efek bola salju, investasi yang diperoleh dari investor secara otomatis akan semakin menjadikan startup tersebut sebagai pembicaraan publik. Maka, brand awareness pun semakin meningkat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here