Productive Loan: Tujuan Berutang yang Baik untuk Pengembangan Bisnis

Utang sering dianggap sebagai sesuatu yang haram bagi kondisi finansial. Namun, sebenarnya utang tidaklah haram jika digunakan untuk tujuan yang tepat. Salah satu bentuk utang yang wajar dan patut diusahakan adalah productive loan.

Productive loan adalah pengajuan utang yang bertujuan untuk kepentingan bisnis. Kamu bisa mengajukan productive loan kepada bank atau lembaga finansial teknologi (fintek) dengan sistem pinjaman online. Kamu tak perlu ragu mengajukan pinjaman untuk mengembangkan bisnis jika sudah jeli memperhatikan beberapa hal ini:

Bunga Pinjaman Relatif Rendah

Jika kamu ingin mengajukan productive loan, kamu harus cermat mengamati bunga yang nantinya harus dilunasi. Jangan sampai pinjaman berbunga tinggi membuat kamu kesulitan melunasi hingga akhirnya terlilit utang.

Saat ini, banyak bank dan lembaga fintek yang menawarkan bunga kompetitif. Jadi, jangan terlalu terburu-buru menentukan pilihan sebelum mencari informasi lengkap.

Baca Juga: Teknik Sales Funnel, Strategi Menjaring Pelanggan Bisnis

Tidak Menjadikan Aset Pribadi Sebagai Jaminan

Banyak orang menjadikan aset pribadi sebagai jaminan saat mengajukan productive loan. Sebenarnya hal ini merupakan keputusan keliru karena bisa menyebabkan gangguan serius pada kondisi finansial pribadi. Alangkah lebih baik kalau kamu tidak menjadikan aset pribadi sebagai jaminan.

Pasalnya, aset pribadi tersebut merupakan bentuk perlindungan finansial bagi keluargamu. Beberapa aset dan benda yang cocok dijadikan jaminan antara lain tanah milik bisnis, kendaraan inventaris kantor, dan bangunan yang diperuntukkan khusus untuk bisnis.

Potensi Bisnis yang Menjanjikan di Masa Depan

Sebelum mengajukan productive loan, kamu juga patut teliti memperkirakan potensi bisnis di masa depan. Bisnis yang potensial berkembang dan memiliki risiko minimal cocok mendapatkan tambahan modal dalam jumlah besar.

Karena bisnis yang berkembang pesat akan memperoleh keuntungan besar yang bisa kamu alokasikan untuk melunasi pinjaman.

Mengajukan Pinjaman dengan Jumlah Secukupnya

Jangan serakah menentukan jumlah pinjaman sesaat sebelum mengajukan productive loan. Kamu harus menghitung kebutuhan bisnis secara akurat supaya tidak meminjam dana secara berlebihan. Selanjutnya, kamu patut mengalokasikan dana secara tepat sasaran untuk urusan internal bisnis yang memang harus dikembangkan. Dengan demikian, pinjaman yang didapat bisa digunakan secara efektif.

Kesimpulannya, kamu memang tak perlu ragu berutang untuk mengembangkan bisnis. Cari tahu dulu persyaratan dan dokumentasi yang mesti disiapkan supaya pengajuan productive loan berlangsung cepat dan lancar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here